Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan Bilik Taqarrub

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2019 21:18 9:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Mei 2019 08:00
Bagikan
Bagikan

DALAM wejangannya menjelang Ramadhan lalu, Ustadz Abdurrahman Muhammad menggarisbawahi satu terminologi untuk Ramadhan, yaitu Ramadhan sebagai bilik Taqarrub. Pilihan istilah ini tidak mengada-ada. Tapi cerminan bahwa Ramadhan bukan bulan biasa.

Bilik Taqarrub juga bukan bilik biasa, apalagi disinonimkan dengan bilik cinta versi pemerintah yang dahulu disiapkan bagi para pengungsi korban tsunami yang berstatus suami istri. Tapi istilah bilik Taqarrub dikhususkan untuk para Sabiqun yang berjuang untuk menjadi Muqarrabun seperti dalam penjelasan bagian ayat surah Al-Waqiah.

Memasuki bilik Taqarrub juga tidak sama dengan seperti bilik yang dimasuki para lajang yang baru saja menikah dan betah berlama-lama menikmati bulan yang katanya penuh dengan madu itu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para Sahabat, dan para ulama kekasih Allah mencontohkan kepada kita bahwa, dari bulan Rajab mereka sudah menghias diri dan menyiapkan diri untuk memasuki bilik Taqarrub itu. Bersiap diri untuk memantaskan diri berjumpa dengan Sang Kekasih.

Pada tataran ini saja, kita sudah bisa menilai diri kita betapa minimnya persiapan diri kita untuk menyambut Sang Ramadhan. Al-Qur’an mengatakan: haihata-haihata lima kun tu’aduun…

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Baca: Belajar Sabar di Bulan Menahan Lapar

Sang Ustadz Pimpinan Umum Hidayatullah itu menambahkan, untuk memasuki bilik Taqarrub itu harus membawa tiga kuncinya sebagai prasyarat untuk bisa memasukinya, yaitu Taubat, Sabar, dan Ihsan.

Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Minhajul Abidin, bahwa Taubat adalah prasyarat bagi diterimanya amal ibadah secara ruhaniah, layaknya bersuci dan berwudhu secara jasmaniah sebagai prasyarat melaksanakan shalat. Di sini lagi-lagi terasa bahwa kunci yang kita miliki masih terlalu kecil dan kasar untuk bisa memasuki bilik Taqarrub tersebut.

Ketika memasuki bilik Taqarrub, maka terasa masuk ke dalam medan realitas yang berbeda, yaitu Medan Ruhani. Sebuah atmosfer yang sangat beda ketika kita berjibaku dengan kehidupan sehari-hari yang lekat dengan kepentingan material dan artifisial duniawiyah kita.

Keseharian kita yang disibukkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan, kepentingan, dan ambisi duniawi yang tidak jelas juntrungannya. Bahkan terkadang membuat kita teralienasi sampai kehilangan jati diri, yang berhujung pada depresi, frustrasi, hingga bahkan membunuh diri.

Karenanya untuk memasuki bilik Taqarrub ini, maka kita sebisa mungkin mendegradasi keinginan makan-minum dan syahwat biologis yang identik dengan potensi hewaniah yang ada pada diri kita, atau dengan kata lain mentransformasi diri dari manusia jasadi menjadi manusia ruhani dengan berpuasa.

Ketika sudah berada di bilik Taqarrub, maka sensasi yang dirasakan melampaui batas-batas kenikmatan dan kelezatan jasadiah yang biasa dirasakan. Inilah yang dijelaskan oleh Imam Hasan Al-Bashri, bahwa ketika seseorang sudah hadir dalam Medan Ruhani dan kedekatan pada Allah Subhanahu Wata’ala, maka ada tiga sarana untuk mendapatkan kelezatan spiritual, yaitu berdzikir, baca Qur’an dan shalat. Dari sini pun terkuak rahasia mengapa Kanjeng Nabi larut dalam kenikmatan shalat malam, hingga tidak menyadari bahwa kakinya bengkak.

Baca: Ramadhan Momentum Menguatkan Kehati-hatian

Ketika memasuki bilik Taqarrub, pintu pertama yang harus dibuka adalah pintu taubat, lalu kita bermujahadah dengan penuh kesungguhan untuk membuka pintu sabar, lalu dengan pelbagai amal kebajikan kita berusaha membuka pintu ihsan.

Setelah pintu ihsan terbuka tidak ada keinginan lain bagi hamba Sang Pencinta, selain ingin menatap wajah Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha Indah, karena itulah puncak dari segala kenikmatan. Inilah yang didawuhkan Kanjeng Nabi sebagai dua kegembiraan (Farhataan) bagi orang yang berpuasa. Pada tataran fisik-jasadi dia akan mendapati kenikmatan menuntaskan dahaga dan laparnya, tapi bagi para Sabiqun dan Salikin, kenikmatan berpuasa adalah ketika memasuki bilik Taqarrub untuk menatap wajah Sang Kekasih.

Karenanya bagi para Sabiqun dan Salikin, kedatangan malam bukan hanya menjadi penanda waktu berbuka secara jasmani, tapi menjadi penanda terbukanya bilik Taqarrub untuk menghabiskan malam-malam terbaiknya bersama yang Maha Rahman, dan inilah puasanya para khawasul khawas seperti dalam penjelasan Imam Al-Ghazali.*

Dr Abdurrohim | Pendidik di Hidayatullah Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IhsanPuasaRamadhanrasulullahtaqarubtaubat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Migran Tenggelam di Lepas Pantai Tunisia
Tulisan selanjutnya Ngabuburit di Stasiun Transit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?