Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Biksu Buddha Serukan Boikot Terhadap Bisnis-Bisnis Umat Islam Sri Lanka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juni 2019 15:28 3:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2019 15:28
Bagikan
AP
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam di Sri Lanka mengatakan mereka khawatir akan terjadinya serangan setelah seorang biksu Buddha terkenal menyerukan kekerasan terhadap pemeluk agama minoritas, menuduh seorang dokter Muslim telah mensterilkan ribuan perempuan Buddha.

Para aktivis, politisi dan umat Islam mengatakan pidato Warakagoda Sri Gnanarathana Theno pekan lalu kemungkinan akan memicu ketegangan komunal, beberapa minggu setelah gerombolan perusuh Buddha menyerang sejumlah rumah dan tempat usaha milik orang Islam.

Penyerangan itu merupakan respon nyata terhadap pemboman mematikan di gereja dan hotel pada Minggu Paskah yang membunuh lebih dari 250 orang dan diklaim oleh kelompok DAESH. Pihak berwenang Sri Lanka menyalahkan dua kelompok Muslim atas serangan itu.

Baca: Apa yang Mendorong Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka

Dengan negara yang belum pulih dari pengeboman dan kerusuhan komunal itu, Gnanarathana melakukan tuduhan tak berdasar bahwa seorang dokter Muslim di distrik Kurunegala telah secara diam-diam mensterilkan 4.000 perempuan Buddha.

“Beberapa anggota perempuan mengatakan [orang-orang seperti dokter] seharusnya dilempari batu sampai mati. Saya tidak mengatakan itu. Tapi itulah yang harus dilakukan,” katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional sebagaimana dikutip Al Jazeera, Ahad (23/6).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biksu tersebut, yang mengepalai Asgiriya Chapter, salah satu cabang Buddha tertua dan terbesar di Sri Lanka, kemudian menyerukan boikot terhadap restoran-restoran milik Muslim, memperkuat rumor-rumor lama dan tidak berdasar bahwa restoran-restoran Muslim melayani pelanggan Buddha mereka dengan makanan yang dibubuhi obat sterilisasi.

“Jangan makan dari toko-toko [Muslim] itu. Mereka yang makan dari toko-toko tersebut tidak akan memiliki anak di masa depan,” dia mengatakan pada pengikutnya di sebuah kuil di distrik Kandi, di mana rumor yang sama telah melepaskan kerusuhan anti-Muslim pada tahun lalu.

Baca: Sri Lanka Umumkan Darurat 10 Hari Pasca Kerusuhan Anti Muslim .

Pada Sabtu, Gnanarathana membela pernyataannya, mengatakan: “Pernyataan yang saya buat hanya sesuai dengan apa yang mayoritas pikirkan.”

Pengikut Buddha membentuk lebih dari 70 persen dari 21 juta populasi Sri Lanka, sementara umat Islam hanya 10 persen.

Para aktivis menyebut komentar itu sebagai hate speech dan meminta Presiden Maithripala Sirisena untuk bertindak, sementara anggota komunitas Muslim mengatakan mereka khawatir komentar-komentar biksu itu dapat memicu kekerasan baru terhadap mereka.

“Dia menyatakan embargo sistematis terhadap bisnis-bisnis Muslim. Ini merupakan cara sistematis untuk memisahkan dan mengasingkan masyarakat Muslim,” kata Shreen Abdul Saroor, seorang aktivis HAM.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiksuBuddhaislamophobiaMuslim Sri LankaSri Lankaujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Hilangnya’ Masjid-Masjid di Wilayah Xinjiang
Tulisan selanjutnya Muhammad Mursi Fisikawan Nuklir Pakistan Ungkap Informasi Baru terkait Presiden Morsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?