Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jam Malam di Kashmir Diperlonggar, Belum Jelas Nasib Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2019 13:01 1:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2019 13:01
Bagikan
VOA
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat keamanan India melonggarkan jam malam di wilayah Kashmir yang bergolak untuk memungkinkan mayoritas Muslim di wilayah itu melakukan shalat Jumat, ketika ketegangan meningkat setelah India mencaplok dan mencabut otonomi khusus di lembah Himalaya ini.

Semua saluran komunikasi di Kashmir ditutup dan diblokir, sampai hari ini belum jelas bagaimana masyarakat Muslim di kawasan itu bereaksi atas janji pemimpin Hindu itu untuk menjalankan pembangunan, menciptakan lapangan kerja dan pemerintahan yang baik.

Kebanyakan warga Kashmir hanya bisa mendengar pidato Perdana Menteri India Narendra Modi  lewat radio karena jaringan internet dan televisi kabel masih diblokir.

Terjadi insiden pelemparan batu yang dilaporkan walaupun adanya jam malam yang ketat, ada kekhawatiran aksi-aksi protes yang luas akan meletus dalam hari-hari mendatang. Kemarahan dan kebencian terus berkembang, bukan hanya karena keputusan India mengakhiri status khusus Kashmir yang telah berlangsung 70 tahun, tapi juga karena pemberangusan total saluran komunikasi yang praktis menutup seluruh kawasan itu.

Baca: Kashmir ‘Diserang’

Aparat berseragam anti huru-hara ditempatkan di jalan-jalan di Ibu Kota Srinagar dan halang rintang kawat berduri dipasang di persimpangan jalan utama

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun masjid di Srinagar, Masjid Jama – yang telah lama diklaim menjadi fokus protes kelompok separatis – tetap ditutup sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan ketegangan menyusul tindakan kerasnya di kawasan itu, menurut laporan media.

“Warga diizinkan untuk berdoa di lingkungan mereka, tanpa batasan,” kata kepala polisi Kashmir Dilbag Singh kepada AFP.

“Tetapi mereka tidak dapat meninggalkan daerah masing-masing,” katanya melalui telepon.

Baca:   PBB: Hampir Tak Ada Informasi yang Keluar dari Kashmir ..

Narendra Modi berjanji pada rakyat Kashmir dimulainya “zaman baru” setelah pemerintah mencaplok dan mencabut status kawasan khusus, dan meletakkan daerah itu langsung di bawah pemerintahan India.

Berbicara lewat radio dan TV, Modi mempertahankan keputusannya mencaplok dan mencabut status khusus Kashmir, alasannya status itu justru menghambat kemajuan, memicu terorisme dan digunakan oleh Pakistan untuk “menghasut rakyat.” India, kata Modi akan menumpas teroris dan terorisme, kutip Voice of America.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi melakukan perjalanan ke Beijing untuk mengadakan pembicaraan darurat dengan rekannya Wang Yi, yang mencerminkan keprihatinan internasional yang dipicu oleh tindakan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk memperketat kendali atas Kashmir.

Pakistan, yang juga menuntut bagian dari Kashmir, mengecam keras tindakan India tetapi Qureshi menegaskan bahwa Islamabad tidak menginginkan konflik baru dengan negara tetangganya.

China, yang juga mengendalikan sebagian Kashmir, mengecam India setelah pemerintah New Delhi mengkonfirmasi klaimnya ke seluruh wilayah pekan ini.

Wilayah Kashmir yang dikuasai India telah terputus sejak hari Senin tanpa layanan internet atau telepon dan pembatasan pergerakan setelah India menghapuskan otonomi khusus wilayah Himalaya.

Puluhan ribu pasukan tambahan dikerahkan ke daerah itu untuk melaksanakan sanksi dan mengekang setiap aksi protes.

Baca:  400 Politisi Ditahan India, Kashmir Jadi ‘Penjara Raksasa’

Berdasarkan pernyataan polisi, pemimpin lokal, dan laporan media, sejak pengamanan ketat diberlakukan, New Delhi telah menahan 500 politisi dan kelompok Islam. Alasannya untuk meredam unjuk rasa yang terjadi di seluruh penjuru Kashmir.

Radio pemerintah, All India, melaporkan soal penahanan ini tanpa memerici lebih lanjut. Radio ini juga melaporkan ada saling tembak yang memercik di sektor Rajouri, Kashmir, Rabu malam.

Namun, menurut warga, beberapa peserta aksi protes ditahan dan polisi dilaporkan telah mengejar kelompok pengunjuk rasa.

Langkah untuk mengizinkan shalat Jum’at adalah ujian apakah New Delhi dapat menegakkan keputusan yang dibuat oleh pemerintah nasionalis Hindu   Narendra Modi, terutama setelah datangnya Idul Adha hari Senin di Kashmir.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HimalayaHinduIndiaJam MalamKashmirNarendra ModiPerdana Menteri India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudara Pimpinan Pemberontak Syiah Al-Houthi Terbunuh
Tulisan selanjutnya Nikaragua Membuka Kedutaan di Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?