Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Tabiat Sekuler Sudah Menjangkiti Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2019 10:00 10:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2019 10:00
Bagikan
Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung angkatan ke-5 di Ruang GSS E, Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/09/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekularisme menjadi topik pembahasan pertama pada perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung angkatan ke-5 di semester kedua.

“Tabiat kaum sekuler itu selalu berpikir dualis. Mereka berusaha memisahkan sesuatu yang semestinya sejalan,” terang Akmal Sjafril selaku pemateri dalam kuliah di Ruang GSS E, Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/09/2019) lalu.

“Contoh konsep dualis mereka yaitu ketika memisahkan agama dari kehidupan. Misalnya, ketika mengagumi alam semesta, mereka tidak akan melibatkan sang penciptanya yang jelas-jelas Allah Subhanahu Wata’ala. Tabiat ini sering disebut sebagai ‘Disenchantment of Nature’, atau sikap menghilangkan pesona Ilahi dari alam,” tambah Akmal.

Baca: Jokowi Dibahas di Kelas SPI Jakarta

Selain itu, menurutnya, ada dua tabiat kaum sekuler lainnya yang harus diketahui. “Tabiat yang kedua adalah ‘Desacralization of Politics’ atau penghilangan kesakralan politik. Umat Islam boleh melakukan ritual-ritual ibadah asalkan jangan ikut berpolitik, karena kaum sekuler telah mem-framing bahwa politik itu kotor. Tentu saja, ketika umat Muslim tidak masuk ke politik, merekalah yang berkuasa,” ujarnya lagi.

Proses sekularisasi juga berusaha menghilangkan keabadian nilai. Hal yang dianggap tabu akan menjadi normal, begitupun sebaliknya. “Hal ini dikenal sebagai ‘Deconsecration of Values’,” kata Akmal lagi.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Pendiri SPI: Perang Pemikiran Butuh Keseriusan & Persiapan

Menurut Akmal, agenda-agenda sekuler ini telah sukses mengacaukan agama Kristen di Barat. “Dengan menapaktilasi keberhasilan itu, kaum sekuler ingin melakukan hal yang sama terhadap Islam,” pungkasnya.

Disa, salah seorang peserta SPI, turut berkomentar tentang materi kuliah kali ini. “Sejarah sekularisme ini merupakan wawasan baru bagi saya. Dilihat dari tabiatnya, virus sekularisme ini sudah menjangkiti Islam di Indonesia. Seperti kasus heboh baru-baru ini, yaitu sekularisme di bidang pendidikan,” jelas Disa.* Diva Oktaviani

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akmal SjafrilliberalismeSekolah Pemikiran IslamsekularisasisekularismesekulerSPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Skandal Diesel, Tiga Bos Volkswagen Didakwa Manipulasi Pasar
Tulisan selanjutnya Mesir Tutup Beberapa Akses Menuju Tahrir Square

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?