Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Takaran Ilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2019 06:25 6:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2019 08:30
Bagikan
Bagikan

ALKISAH, ada seorang pendekar sedang berhadapan dengan sekerumunan binatang buas di tengah hutan. Selama ini ia dikenal kepiawaiannya sebagai petarung dan ahli beladiri. Sebagai profesional, dirinya pun punya peralatan yang lengkap, senjata pelindung diri. Namun, bagaimana jika saat itu ilmu dan alat-alat lengkap tersebut tak digunakan atau dikeluarkan oleh sang pendekar. Dia hanya mematung di hadapan binatang buas itu. Tanpa melakukan satu amalan atau perbuatan apapun, misalnya.

Ilustrasi sederhana itu dinarasikan oleh Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali dalam satu karyanya, Ayyuhal Walad. Menurut al-Ghazali, kira-kira apa yang didapatkan seseorang yang merasa cukup dengan ilmunya? Sedangkan ilmu hanya dibiarkan menumpuk tanpa pernah diamalkan dan dimanfaatkan. Apa manfaat dari usahanya sepanjang waktu, mengejar ilmu hingga mengorbankan banyak urusan? Jika hamparan ilmu itu selayak senjata yang cuma menempel dimana-mana pada tubuh pendekar di atas. Tanpa difungsikan sama sekali.

Iya, nyaris tak ada gunanya. Al-ilmu bi la amalin ka syajaratin bi la tsimar. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa ada buah. Demikian disebutkan dalam satu pepatah bahasa Arab. Jika yang paling dinanti adalah merekahnya buah-buah di setiap cabang atau ranting pohon, maka kerinduan itu boleh jadi bertepuk sebelah tangan. Sebab manusia terlanjur berhenti pada tingginya atau luasnya ilmu yang dicapai. Menjadikannya sebagai akhir tujuan dari perjalanan ilmu. Ilmu bukan lagi sebagai perantara untuk mengamalkan apa yang diketahuinya.

Lihat saja, ada sebagian orang tampak hidup semaunya. Tak peduli kejadian dengan sekitarnya. Baginya hidup untuk bersenang-senang sepuasnya. Disinyalir al-Qur’an, perilaku demikian tak ubahnya binatang ternak yang hanya berpikir tentang urusan perut dan di bawahnya saja. Toh, menurutnya, apa-apa juga milik dia. Ilmu dan harta yang didapat karena kerja kerasnya. Tak ada urusan dengan orang lain.

Bagi orang beriman, sikap tersebut tentu keliru. Fitrahnya manusia adalah hidup secara berjamaah dalam bingkai ukhuwah imaniah. Ada toleransi dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Mereka berlomba untuk urusan amal shaleh dan ibadah. Sebab diyakini, ilmu hanya bermanfaat saat diamalkan dan didakwahkan. Bukti manfaat ilmu ialah kepedulian dan kepekaan terhadap sesama.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Didapati dalam lembar sejarah, ada sosok Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya), yang tak punya apa-apa selain ilmu. Tidurnya banyak dihabiskan di emperan masjid. Tapi namanya harum mewangi sepanjang masa karena manfaat ilmunya. Ada Abdurrahman bin Auf (semoga Allah meridhainya). Harta kekayaannya tak kunjung habis. Padahal setiap waktu harta itu dihabiskan dan dibelanjakan untuk kepentingan dakwah, jihad, hingga sosial. Ada Amru bin Jamuh dan Abdullah bin Ummi Maktum (ridhailah mereka semuanya ya Rabb). Secara fisik mereka cacat. Ada yang kakinya pincang, ada yang matanya buta.

Namun nama-nama itu terukir indah karena prestasi yang ditorehnya. Selalu ada manfaat, itulah tekad baja mereka. Mereka sadar, apapun itu, takaran manusia dilihat dari kadar iman dan manfaatnya kepada sesama. Bukan pada apa yang dipunyai semata. Apalagi jika sekadar sebagai koleksi yang dibanggakan.* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalilmuImanSahabat Nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apa yang ‘Israel’ Dapatkan dengan Memulai Kembali Pembunuhan yang Ditargetkan?
Tulisan selanjutnya Jokowi Akui Ahok Berpeluang Pimpin BUMN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?