Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Akan Merepatriasi Anak Yatim Keluarga Anggota ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 November 2019 18:29 6:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 November 2019 18:29
Bagikan
Istri dan anak anggota ISIS ditahan di Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris sudah mengatur pemulangan anak-anak yatim dari keluarga anggota ISIS dari Suriah ke Inggris. Hal serupa dilakukan oleh Jerman yang merepatriasi anak-anak yang orangtuanya tersangka anggota ISIS.

Menteri Luar Neger Inggris hari Kamis (21/11/2019) mengatakan bahwa pemerintah sedang mengatur upaya pemulangan anak-anak yatim warga Inggris dari Suriah, lansir DW.

Inggris menyusul Jerman, Belgia dan Australia yang sudah memulai repatriasi anak-anak yang orangtuanya terlibat dalam konflik di Suriah, termasuk tersangka anggota ISIS alias Daesh alias IS.

“Anak-anak tak berdosa, yatim ini seharusnya tidak boleh menjadi subyek dalam kengerian perang,” kata Menlu Inggris Dominic Raab.

“Kami sudah memfasilitasi kepulangan mereka, karena itulah adalah hal yang benar untuk dilakukan. Sekarang mereka harus diberikan privasi dan dukungan untuk kembali ke kehidupan normal,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Raab tidak menjelaskan berapa anak yang sudah dipulangkan dan Kementerian Luar Negeri Inggris juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Lewat Twitter otiritas Kurdi di Suriah bagian utara memberikan kabar terbaru perihal repatriasi anak-anak ke Inggris. “Tiga anak yatim yang orangtuanya anggota ISIS diserahkan kepada delegasi perwakilan Kementerian Luar Negeri Inggris,” kata Abdulkarim Omar, jubir de facto ke Utusan Luar Negeri Kurdi Suriah, lewat Twitter. Jumat (22/11/2019).

Angka dari organisasi amal Kristen Save the Children menyebutkan pada bulan Oktober lebih dari 60 anak berkkewarganegaraan Inggris kmungkinan terjebak di wilayah konflik Suriah.

Alison Griffin, dari organisasi itu, menyambut keputusan pemerintah Inggris tersebut. Dia mengatakan keputusan Raab telah mengubah hidup anak-anak tak berdosa itu yang telah melewati kesulitan jauh melebihi dari apa yang mereka mampu menanggungnya.

Jauh sebelum ini, Kurdi di Suriah sudah berkali-kali menyeru agar negara-negara Barat merepatriasi warganya tersangka ISIS yang ditawan beserta keluarga mereka. Akan tetapi, pemerintah Barat terkesan ogah-ogahan dengan mengungkap segala macam alasan, termasuk bahaya radikalisme dan terorisme apabila mereka dibawa pulang kembali ne negara asalnya.

Akan tetapi, negara-negara Barat terutama Eropa mulai bergerak merepatriasi warganya tersangka ISIS dan anak-istri mereka setelah Turki mengancam akan mendeportasi para tersangka ISIS dan membuka pintu-pintu perbatasan ke Eropa sehingga para migran membanjiri benua biru itu seperti tahun 2015.

Negara Eropa semakin mempercepat repatriasi setelah Turki melancarkan serangan ke bagian utara Suriah, yang mengakibatkan pasukan Kurdi tidak lagi mengawal penjara-penjara berisi anggota ISIS sehingga banyak di antara mereka yang terlepas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisISISKurdirepatriasisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TikTok konten Tidak Bermoral Angkatan Darat AS Periksa Keamanan TikTok
Tulisan selanjutnya Yunani Akan Menutup Kamp Penampungan Migran Dekat Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?