Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Nenek Jua Tersenyum Lagi Menyambut Bulan Suci

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 16 April 2020 17:34 5:34 pm
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 16 April 2020 17:34
Bagikan
St Djuaeriah (kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com | “ADA saya mau tanya, Nak. Apa hukumnya mengaji dengan suara sangat pelan?”

Pertanyaan di atas bukan berasal dari ruang kuliah daring. Di masa pandemi global akibat virus corona jenis baru, Covid-19, beberapa pembelajaran dan aktifitas yang lain memang dikerjakan secara online, di dalam rumah saja.

Namun kalimat itu tidak juga berasal dari diskusi ilmiah antara dosen dengan mahasiswa, seperti yang biasa terjadi di kampus-kampus perguruan tinggi.

Ungkapan tersebut adalah kegelisahan seorang perempuan tua yang dirundung sedih menjelang datangnya bulan Ramadhan. Adalah St Djuaeriah (75 tahun), nenek yang punya 27 cucu dan dua orang cicit yang menanyakan itu.

Ia sedih bukan karena tak bergembira dengan kedatangan bulan penuh rahmat dan barakah tersebut. Justru karena benderang kebahagiaan itu yang akhirnya menerbitkan kepiluan sang nenek.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Djuaeriah sedih, sebab makin hari kondisi kesehatannya kian menurun pula. Ramadhan semakin dekat, tapi kekuatan fisiknya semakin tergerus dimakan usia.

Ibu dari tujuh orang anak itu bahkan sudah berbulan-bulan tak sanggup keluar rumah sekadar membersihkan pekarangan hunian yang ditinggalinya. Termasuk kebiasaan bersilaturahim dengan tetangga, tak lagi bisa dikerjakannya. Meski sekadar mengantar penganan ringan atau semangkuk sayur ke tetangga kiri kanannya.

Khusus untuk tilawah al-Qur’an, pandangan Nenek Jua, panggilan akrabnya, terasa makin rabun pula. Indera pendengarannya juga demikian. Fungsinya kian menurun dibanding masa sehatnya dahulu.

Terakhir, soal suara. Nenek Jua mengaku tak kuat lagi mengaji seperti dulu. Padahal kebiasaannya adalah membaca al-Qur’an usai setiap shalat lima waktu. Di umurnya yang kian menua, dia memang tak sekuat dulu lagi. Namun sekurangnya kebiasaan mulia itu masih terjaga hingga sekarang.

Lalu bagaimana nanti saat bulan Ramadhan yang sekian lama dirindukan itu benar-benar telah tiba? Seperti apa nanti ia menikmati bacaan dari huruf-huruf al-Qur’an tersebut? Sedang bersuara atau berbicara agak lama saja, terasa begitu memberatkannya kini. Apalagi untuk berlama-lama menikmati lantunan indah dari Kalam Ilahi tersebut. Inilah asal kegundahan hati Nenek Jua.

Dari rumahnya yang beralamat di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, wanita tua itu lalu menelepon seorang anaknya yang merantau di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sekadar untuk menenangkan hati yang dirundung gelisah. Bagaimana nanti dia membaca al-Qur’an dengan suara serak? Apa hukumnya bersuara sangat pelan? Dan berbagai kegelisahan yang menggelayuti pikirannya, belakangan ini. “Ini saja susah ngomongnya, Nak,” jelasnya di ujung telepon. Sedih.

“Tak usah dipaksa, Mak. Baca al-Qur’annya pelan-pelan saja nanti,” ucap Ibnu Suyuti, anak yang dihubunginya.

Menurut putra bungsunya yang mengajar di salah satu pesantren, yang dilarang itu adalah membaca al-Qur’an secara diam alias mengaji dalam hati atau membatin saja. Tapi selama masih ada suara, meski sangat pelan, maka itu dibolehkan dalam membaca al-Qur’an.

“Asal mulut itu terlihat masih bergerak dan terdengar ada suara membisik, boleh saja insyaAllah,” jelas anaknya panjang lebar. Lengkap dengan beberapa pendapat ulama yang menyertainya.
.
“Oh begitu, Nak ya? Jadi boleh saja dengan suara pelan ya.” Terdengar rona kebahagiaan di sana.

Baca: Ketika Pakde Rindu Kembali ke Masjid dan Dapur

Setidaknya jawaban itu bisa mengurangi kesedihan sebelumnya. Apalagi dijelaskan anaknya, selain pahala membaca, ada juga jaminan pahala yang tak kalah besarnya. Yakni dengan cara mendengar al-Qur’an. Cara itu dianggapnya lebih ringan dan tak memberatkan. Jika tak kuat lagi membaca al-Qur’an, ia akan menyimak bacaan al-Qur’an yang niscaya bisa diputarnya setiap waktu melalui speaker al-Qur’an.

Bulan Ramadhan memang sudah di ambang mata seluruh kaum Muslimin. Meski seluruh dunia masih didera pandemi akibat Covid-19, namun itu tak mengurangi kebahagiaan umat Islam dalam menyambutnya.

Dalam berbagai waktu dan kesempatan, para ulama dan ahli agama terus menyampaikan kabar bahagia tersebut. Sekaligus mengingatkan mereka tentang berbagai persiapan yang harus dilakukan menyambut bulan Ramadhan.

Nenek Jua pun kini bisa tersenyum kembali. Kekhawatirannya soal kondisi kesehatannya sekurangnya bisa terobati dengan penjelasan anaknya. Apalagi ajaran Islam memang asalnya adalah mudah dan ringan.

Allah tak pernah membebani seorang hamba-Nya kecuali hamba itu memang sanggup memikul beban tersebut. Termasuk menjalani hari-hari di bulan Ramadhan nanti. Bagaimanapun kondisinya selalu ada jalan kemenangan bagi orang beriman. Semoga kita semua diizinkan untuk menjumpai Ramadhan yang mulia. Meraih takwanya serta hadiah surga yang dijanjikan oleh Allah.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anlansiaorangtuaRamadhanRamadhan 1441H/2020M
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semangat Dakwah Mantan Penginjil
Tulisan selanjutnya afirmasi guru honorer DPR: Mendikbud Jangan Lepas Tangan Soal Dana BOS Guru Honorer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?