Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

‘Grup Ramadhan’ Kembali Online

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 April 2020 09:53 9:53 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 April 2020 09:53
Bagikan
by Sana Sorany (Pinterest) رمضان كريم
Bagikan

Hidayatullah.com | Alhamdulillah bulan Ramadhan telah tiba. Jika diibaratkan grup whatsapp, ‘Grup Kemuliaan Ramadhan’ ini kembali online dan mulai aktif setelah sekian lama offline. Kini, Allah Ta’ala, sebagai admin, kembali mengubah settingan grupini menjadi ‘semua peserta’ dapat mengirim pesan, setelah 11 bulan lamanya mode settingan hanya mengizinkan admin saja yang dapat mengirim pesan.

Tapi ingat, ‘group kemuliaan Ramadhan’ ini hanya akan aktif dan menyapa kita selama 30 hari, setelah itu Allah akan kembali memgubah settingan group ini kembali ke asalnya.

Di tahun 1441 H/2020 M ini, syarat dan ketentuan untuk menjadi anggota group sama sederhananya seperti sebelumnya,  mereka cukup  baligh dan beriman. Seperti yang tertuang dalam al-Qur’an surah al Baqarah ayat 183. Namun, suatu kepastian mutlak di tahun ini, jumlah anggota ‘group kemuliaan Ramadhan’ kali ini terdapat perihal berbeda yang dirasakan oleh masing-masing anggota.

Tahun ini, Allah Ta’ala telah meng-kick out (mengeluarkan) beberapa peserta group, dikarenakan ajalnya yang telah tiba. Tentu dari sekian banyak anggota yang dikeluarkan tersebut,  di dalamnya terdapat sanak famili tercinta kita. Semoga Allah Ta’ala memberikan balasan Surga bagi keluarga tercinta yang telah lebih dahulu dipanggil lpg-nya. Amin.

Selain kematian, ditemukan juga banyak anggota yang ‘left’ dari ‘group kemuliaan Ramadhan’ ini. Sebagiannya karena telah menyandang predikat musyrik, sebagian lagi disebabkan gelarnya yang berubah menjadi non-muslim, alias keluar dari Islam. Sungguh betapa beruntungnya kita, karena masih diberi Hidayah dan iman sehingga Allah Ta’ala masih mengizinkan kita berinteraksi dan berbaur menjadi bagian dari anggota ‘group kemuliaan Ramadhan’ ini.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Aktifnya kembali ‘group kemuliaan Ramadhan’ ini sejatinya sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah. Ia tetap menjadi bulan paling mulia dengan berbagai keistimewaan luar biasa. Di bulan ini al Qur’an sebagai mukjizat terbesar sepanjang masa diturunkan (QS. al Baqarah: 185). Di bulan ini juga terdapat malam lailatul qadr, yaitu malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil. Perbandingan kemuliaan malam itu sama dengan seribu bulan (QS. al Qadr: 1-3).

Bulan Ramadhan ini juga merupakan bulan maghfirah. Allah Ta’ala menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa selama kita menjauhi dosa besar. Nabi ﷺ bersabda yang artinya: ”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

‘Group kemuliaan Ramadhan’ ini menawarkan hadiah terbesar dalam kehidupan, yaitu predikat ‘takwa’. Siapapun dan dari latar belakang manapun punya kesempatan yang sama untuk meraih gelar ini. Sebab setiap kita berada dalam romansa yang sama, waktu kehidupan yang sama.

Dan yang terpenting, setiap kita ditunjang dengan fasilitas inti yang sama, yaitu fitrah bertuhan. sesuatu yg netral pada jiwa dan tidak terikat serta terpasung oleh keinginan dan keperluan duniawi dan berlapang dada serta jiwa yang tenteram dan tenang. Fitrah kita sejatinya hanya punya satu tujuan yaitu selalu ingin kembali kepada Allah sang Pencipta. Jiwa yang tidak terikat dengan harta benda duniawi dan yg meninggalkan penyakit jiwa (iri dengki, kecemburuan sosial, sombong, hasut, ria dan pelit).

Wahai manusia, Ramadhan sedang online. Jadikan momentum ini menjadi wasilah bagi setiap muslim untuk mendapatkan keberuntungan (ketakwaan) dengan meningkatkan berbagai aktifitas ibadah. Jangan sampai kemuliaan bulan Ramadhan, kita terkategorikan sekelompok orang yang kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam termasuk orang yang merugi meski bulan Ramadhan itu ada di tengah-tengah mereka.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah ﷺ naik mimbar lalu berkata, ‘Aamiin… aamiin… aamiin.’ Para shahabat pun bertanya, ‘Mengapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’  Rasulullah lalu bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, “Allah melaknat seorang hamba yang berjumpa Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan,” maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, “Allah melaknat seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk surga,” maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, “Allah melaknat seorang hamba yang ketika namamu disebut, ia tidak bershalawat,” maka kukatakan, ‘Amin’.” (shahih, HR. Ibnu Khuzaimah).*/Rizky Kurnia Syah, anggota PENA

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Keistimewaan RamadhanmaghfirahonlinePuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Work From Home (to Home)”
Tulisan selanjutnya Gelar Ritual Sembelihan Semasa Lockdown, Pastor di Mozambique Diciduk Aparat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?