Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Mari Bersungguh-Sungguh Menyambut Ramadhan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 26 April 2020 12:25 12:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 April 2020 18:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | KEHIDUPAN tidak bisa stagnan. Hari-hari yang terlewatkan akan menjadi sejarah untuk kehidupan mendatang. Hari ini akan terlewat dan menjadi kemarin. Hari esok akan kita pijak dan menjadi hari ini.

Hari-hari terus berlanjut dan tidak akan kembali. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan

لن ترجع الأيّام التي مضت

“Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang telah berlalu.”

Maka penuhilah waktu dengan segala kebaikan. Bertemu bulan Ramadhan menjadi momen yang sangat baik untuk memperbaiki diri. Suksesnya diri bukan diukur pada harta, pangkat dan jabatan.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Ukuran sukses itu adalah takwa sebagaimana al-Qur’an yang berbunyi;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta’malụn”. Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: Al-Hasyr [18]

Menurut Tafsir al-Wajiz di awal ayat ini ada penekanan bertakwa dahulu kepada Allah, kemudian muhasabah diri lalu ditutup dengan takwa.

Untuk itu takwa harus senantiasa menjadi bekal dan poros utama dalam memperbaiki diri. Tentunya ketakwaan bisa didapat dengan bersungguh-sungguh dalam mentaati perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagaimana perang antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy yang berlangsung di pertengahan bulan Ramadhan, tepatnya 17 Ramadhan. Perang Badar yang letaknya lebih kurang 145 km arah barat laut dari Kota Madinah al-Munawwarah menjadi saksi di atas keimanan dan ketakwaan para sahabat sehingga dengannya Allah mendatangkan bantuan-Nya kepada mereka.

Pepatah bijak mengatakan “history repeats itself” kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Sudahkah kita benar-benar bersungguh-sungguh dalam memohon ampunan, beribadah, dzikir, berdoa, mengkaji keilmuan, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan meminta keridhoan serta segala keberkahan?

Oleh sebab itulah kita harus tetap maksimal dan optimal dari hari pertama hingga hari selanjutnya. Bahasa kekiniannya “jangan kasih kendor,” dan bila perlu, terus meningkat sampai akhir. Bukan soal siapa yang paling pertama dan terakhir, tapi siapa yang tetap bertahan sampai akhir. Agar Allah juga mendatangkan segala Rahmat, kasih sayang dan ampunannya.

Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang yang sukses. Namun bila hari ini masih sama dengan hari sebelumnya, maka dialah orang yang merugi. Jika hari ini lebih buruk dari hari sebelumnya maka dialah orang yang terlaknat.

Perbaiki niat dan perpanjanglah munajat. Terutama di sepertiga malam, di waktu sahur, di waktu berbuka dan di sepanjang waktu puasa. Jangan sampai kita lengah bahkan lalai dengan fasilitas android dan sebagainya. Apalagi dengan adanya social distancing di tengah pandemi virus corona, hampir semua kegiatan hanya bisa dilakukan lewat online to online saja.

Terakhir mengutip satu ungkapan, jika engkau anggap bahwa Ramadhan tahun ini berbeda, maka ketahuilah sungguh engkau memang dituntut untuk berbeda dari tahun sebelumnya.*/Antria Kumon, dosen STIS Hidayatullah Balikpapan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tunggulah Sampai Hari Ketika Mata Mereka Terbelalak
Tulisan selanjutnya Anggota Parlemen Inggris Memutuskan Coba untuk Berpuasa Selama Seminggu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?