Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Renovasi Bekas Rumah Lawrence of Arabia untuk Tujuan Wisata

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 8 September 2020 14:10 2:10 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 8 September 2020 14:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di kota Yanbu di pesisir Arab Saudi, bangunan bertembok putih dan kayu gelap yang baru saja direvonasi tampak mencolok di antara deretan bangunan yang terabaikan. Rumah itu terkenal karena penghuninya: seorang intelijen Inggris Thomas Edward Lawrence, lebih dikenal sebagai Lawrence of Arabia, yang tinggal di kota tua Yanbu antara tahun 1915 dan 1916 pada awal Pemberontakan Arab.

Bekas rumah Lawrence adalah yang pertama mendapat manfaat dari proyek restorasi kementerian pariwisata Saudi untuk kawasan tua Yanbu. Selama abad yang lalu, rumah dua tingkat yang tadinya elegan menjadi terabaikan, rusak di beberapa bagian meskipun ada seruan dari sejarawan untuk melindungi situs, memulihkan rumah dan membukanya untuk umum, kata Wali Kota Ahmed Al Mahtout.

“Kami baru saja menyelesaikan tahap pertama restorasi dan berharap pada akhir tahun kami sudah siap sepenuhnya untuk pengunjung,” katanya kepada The National. “Kediaman ini mendapatkan nilainya dari sejarahnya dan banyak turis asing [ingin] tinggal di rumah petugas intelijen Inggris,” tambahnya.

Namun rumah yang sudah lama ditinggalkan itu juga terus menjadi fokus rumor setempat bahwa setelah Lawrence pergi, bangunan itu dihuni oleh hantu yang menghantui siapa pun yang mendekat. Al Mahtout membantah bahwa rumah itu berhantu dan mengatakan itu bukan faktor pengabaian daerah itu.

“Saya mendengar bahwa ketakutan terhadap hantu telah menyebabkan pengabaian dan saya katakan itu tidak benar. Rumah itu sekarang menjadi bagian terdaftar dari warisan sejarah Yanbu dan wisatawan dapat mengunjunginya. ”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemberontakan Arab Besar terjadi pada akhir Perang Dunia Pertama saat Kekhalifahan Utsmaniyah memihak Jerman melawan Inggris dan Prancis. Lawrence, seorang perwira intelijen yang berbasis di Kairo, dikirim untuk membantu orang Arab bangkit dan menggulingkan penguasa dari Kekhalifahan Utsmani hingga lahir kerajaan Arab Saudi.

“Thomas Edward pertama kali tiba di Yanbu pada November 1916, setelah penunjukannya sebagai penghubung antara pasukan Inggris dan Arab pada awal abad terakhir, tepat sebelum pecahnya Revolusi Arab,” kata Saleh Al Sayed, seorang peneliti sejarah .

Lawrence bertemu dengan Faisal bin Al Hussein, putra ketiga dari Amir Makkah, Hussein bin Ali, yang kemudian memimpin pasukan Arab melawan tentara Utsmaniyah.  “Dari kamp Sharif Faisal bin Al Hussein di desa Al Hamar di Wadi Al Safa [70 kilometer jauhnya], dia mengirim dengan sekitar 14 orang dari pasukan Sharif Abdul Karim bin Bedaiwi untuk mengantar Lawrence ke Yanbu.”

Meskipun detailnya tidak jelas, sejarawan itu mengatakan Lawrence menghabiskan tiga atau empat hari di wisma Abdul Qadir Al Abdo, yang saat itu menjabat sebagai gubernur Yanbu. Rumah itu sekarang dimiliki oleh keluarga lokal yang terkenal, kata Al Sayed.

Yanbu dikenal karena sejarahnya yang kaya, setidaknya sejak 2.500 tahun yang lalu. Sejarah paling awal menempatkan Yanbu sebagai titik pengiriman di rute rempah-rempah dan dupa dari Yaman ke Mesir dan ke Mediterania. Selama pemberontakan, kota ini berfungsi sebagai suplai dan basis operasi untuk pasukan Arab dan Inggris yang memberontak dari Kekhalifahan Utsmaniyah.

Saat ini, Yanbu adalah pusat industri besar dengan tiga kilang minyak. Namun kota pantai berpasir putih dan perairan biru Laut Merah yang menakjubkan juga menjadikannya tujuan populer bagi pengunjung pantai, perenang, dan penyelam scuba.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiKekhalifahan UtsmaniyahLawrance of ArabiaSaudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Palestina, Bukan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Vonis 8 Terpidana Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Berita
3 September 2026 19:56
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?