Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Para Pemimpin Palestina Serukan ‘Israel’ untuk Membebaskan Tahanan yang Memasuki Hari ke-80 Aksi Mogok Makan

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2020 10:45 10:45 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 14 Oktober 2020 10:44
Bagikan
Penjara Israel
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa tokoh politik Palestina telah menyuarakan kewaspadaan atas memburuknya kesehatan seorang tahanan Palestina di penjara ‘Israel’, Maher al-Akhras. Pria tersebut memasuki hari ke-80 mogok makan pada Selasa (13/10/2020) sebagai protes terhadap penahanan administratifnya – pemenjaraan tanpa dakwaan atau pengadilan – oleh pemerintah Zionis, Middle East Eye melaporkan.

Pada hari Selasa, Mahkamah Agung ‘Israel’ menolak petisi hukum Akhras untuk pembebasan.

Anggota Knesset Yousef Jabareen, anggota Daftar Bersama yang mewakili warga Palestina ‘Israel’ di parlemen ‘Israel’, mengatakan bahwa Mahkamah Agung “telah memberikan, sekali lagi, legitimasi yudisial untuk pendudukan dan pelanggaran hak-hak warga Palestina”.

“Kami sangat khawatir tentang kerusakan berbahaya kondisi Akhras dan kami menuntut kebebasan untuknya dan untuk semua tahanan politik,” tambah Jabareen dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Shtayyeh juga menyerukan “pembebasan segera” Akhras.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (12/10/2020) bahwa gerakan itu telah mengirimkan “pesan yang kuat” kepada ‘Israel’ untuk membebaskan Akhras dari penjara.

“Kami siap untuk skenario apa pun … kami menginginkan kebebasan dan keamanan tahanan al-Akhras,” kata Barhoum. “Hamas memiliki kehadiran yang kuat di lapangan dan akan berpartisipasi dalam aksi perlawanan apa pun di lapangan sehingga Maher menikmati kebebasan.”

Kelompok hak asasi ‘Israel’ B’Tselem menggambarkan kesehatan Akhras pada hari Selasa sebagai “di ambang kematian”.

Akhras, 49, mengatakan pekan lalu bahwa dia tetap bertekad untuk melakukan mogok makan.

Dalam pesan video dari ranjang rumah sakitnya di Kaplan Medical Center di Rehovot, ‘Israel’, Akhras mengatakan tujuan mogok makannya adalah “kebebasan untuk keluarga saya dan anak-anak saya atau pembunuhan saya atas nama keadilan palsu mereka”.

Penahanan administratif pertama kali diterapkan di Palestina di bawah Mandat Inggris dan sejak itu diadopsi oleh pemerintah Zionis.

Kebijakan yang sangat kontroversial, yang digunakan hampir secara eksklusif terhadap orang-orang Palestina, memungkinkan penahanan tanpa dakwaan atau pengadilan untuk periode yang dapat diperpanjang tiga sampai enam bulan, tanpa kemungkinan naik banding atau mengetahui tuduhan apa yang dilontarkan terhadap yang ditahan.

Banyak tahanan Palestina terpaksa melakukan mogok makan untuk memprotes hukuman penahanan administratif.

Menurut kelompok hak asasi tahanan Palestina Addameer, 4.400 warga Palestina ditahan oleh ‘Israel’ pada September, dengan 350 di antaranya berada dalam penahanan administratif.

Akhras ditangkap pada Juli dan dirawat di rumah sakit di Kaplan Medical Center pada September.

Kesehatannya dilaporkan memburuk dan dapat menyebabkan “kerusakan” pada jantung, mata dan telinga, terutama setelah dia menolak untuk mengonsumsi suplemen yang ditawarkan oleh dokter Israel, Qadri Abu Bakr, kepala Komite Tahanan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Urusan Mantan Tahanan, kata minggu lalu.

Lahir pada tahun 1971 di desa Salileh di Tepi Barat yang diduduki utara, Akhras, ayah dari enam anak, telah dipenjara oleh otoritas ‘Israel’ setidaknya lima kali sejak dia berusia 18 tahun setidaknya selama lima tahun.

Dia ditahan selama tujuh bulan pada tahun 1989, selama dua tahun mulai tahun 2004, 16 bulan mulai tahun 2009, 11 bulan pada tahun 2018 dan terakhir pada bulan Juli.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:palestinaTahanan Palestina di IsraelZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Macam Penuntut Ilmu
Tulisan selanjutnya Seorang Nenek di Belanda Wafat Setelah Terinfeksi Covid-19 Dua Kali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?