Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Grand Syeikh Al-Azhar Menolak Sebut Ikhwanul Muslimin ‘Teroris’

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 November 2020 20:42 8:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 November 2020 10:34
Bagikan
al-azhar masjid al-aqsha
Grand Syeikh Al Azhar, Ahmad Tayyib/AJ
Bagikan

Hidayatullah.com–Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) gagal mendapatkan dukungan dari Imam Besar Al-Azhar di Kairo, Mesir, Ahmad Al-Tayyib, untuk ikut menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok ‘teroris’. Middle East Monitor (MEE) yang mengutip surat kabar The New Arab, Jumat (27/11), seorang sumber di Dewan Cendekiawan Senior Al-Azhar menyatakan petinggi UEA secara langsung mengontak Al-Tayyib, supaya mau mengikuti langkah mereka menyatakan gerakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok ‘teroris’.

Al-Tayyib justru mencoba meyakinkan perwakilan UEA jika Al-Azhar dipaksa melakukan hal itu maka hanya melemahkan posisi mereka di dunia Islam. Al-Tayyib yang juga memimpin Dewan Senior Muslim yang berbasis di Abu Dhabi menolak terjebak di dalam pertikaian politik, dan khawatir akan merusak citranya dan Al-Azhar.

Meski Al-Tayyib menolak ajakan itu, Dewan Fatwa UEA tetap menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, dan mendukung Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi yang lebih dulu menyatakan hal itu. “”Majelis Fatwa UEA menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Majelis Cendekiawan Saudi yang memperkuat keputusan pemerintah UEA dan Arab Saudi, yang menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris karena mendukung kelompok yang menggunakan kekerasan, bersengketa dengan pemimpin dan tidak patuh,” demikian isi pernyataan itu seperti dilaporkan kantor berita UEA, WAM.

Keputusan Majelis Fatwa UEA disampaikan dalam rapat virtual, yang dipimpin ulama asal Mauritania, Syeikh Abdullah bin Bayyah, yang juga ketua lembaga itu. Lembaga itu berdiri sejak 2018 dan bertanggung jawab menerbitkan fatwa.

Dalam mengambil keputusannya, Majelis Fatwa UEA juga menyitir ayat Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.  “Tidak diperbolehkan bersumpah setia terhadap orang lain di samping pemimpin negara atau ‘Amir bayangan’,” lanjut pernyataan Majelis Fatwa UEA.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Arab Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain menolak aktivitas dan kehadiran Ikhwanul Muslimin.  Organisasi itu didirikan Hasan al-Banna pada 1928 di Mesir.

Pada 12 November lalu, Ikatan Cendekiawan Arab Saudi menyatakan gerakan dan organisasi Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.  Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi lebih dulu menyatakan hal serupa pada Maret 2014 silam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ikhwanul MusliminMesirSyeikh Ahmad TayyibSyeikh Al Azhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag: Penyiapan Materi Khutbah Bukan Paranoid atau Tak Percaya Ulama
Tulisan selanjutnya Wapres KH Ma’ruf Sebut “Imamah FPI” saat Bicarakan Kepemimpinan pada Penutupan Munas X MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?