Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Fajar Sadik dan Fajar Kazib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Januari 2021 13:38 1:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Januari 2021 13:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SEPERTI  dijelaskan dalam hadis Nabi ﷺ, fajar itu ada dua yaitu fajar kazib dan fajar sadik. Secara bahasa, fajar (Arab: al-fajr) bermakna pencahayaan gelap malam dari sinar pagi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fajar adalah cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur saat menjelang Matahari terbit.

Secara astronomis, fajar adalah fenomena benda langit yaitu ketika Matahari berada di posisi tertentu di bawah ufuk timur yang secara perlahan muncul di atas ufuk timur. Bagi umat Islam, munculnya fajar (yaitu fajar sadik) menjadi pertanda tiba dan dimulainya shalat Subuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi ﷺ.

Dalam astronomi, fajar (twilight) terbagai tiga. Pertama, civil twilight (fajar sipil) yaitu ketika Matahari -6 derajat. Kedua, nautical twilight (fajar nautikal) yaitu ketika Matahari -12 derajat. Ketiga, astronomical twilight (fajar astronomi) yaitu ketika Matahari -18 derajat.

Adapun fajar kazib (al-fajr al-kādzib), disebut juga dengan fajar pertama (al-fajr al-awwal), sebab ia muncul pertama kali dan berikutnya disusul munculnya fajar sadik. Dalam dunia astronomi, fajar kazib dikenal dengan “zodiacal light”. Dinamakan kazib (Arab: al-kadzib, dusta) adalah karena pada awalnya ia muncul namun segera menghilang.

Baca: Ayat-ayat Waktu Subuh

Tanda-tanda alami fajar kazib adalah ia muncul menjulang ke langit laksana ekor Serigala dan sesaat kemudian menghilang. Fajar kazib disini dimaknai menyerupai ekor Serigala yang berwarna hitam, hanya saja bagian dalam ekornya berwarna putih. Fajar kazib sendiri berwarna putih bercampur warna hitam.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Sementara itu fajar sadik (al-fajr ash-shādiq), disebut juga fajar kedua (al-fajr ats-tsāny), dinamakan demikian oleh karena ia muncul setelah fajar kazib atau fajar pertama. Dalam astronomi, fajar sadik dikenal dengan “twilight”. Tanda-tanda alami fajar sadik adalah ia tampak menyebar di sepenjuru ufuk timur dengan warna keputih-putihan, yang mana cahayanya terus bertambah hingga akhirnya terbit Matahari. Pasca berakhirnya fajar sadik, maka saat bersamaan Matahari akan terbit, dan ketika itu waktu Subuh berakhir.

Menurut Syeikh Wahbah az-Zuhaili dalam “al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu”, fajar sadik yang menjadi pertanda dimulainya awal waktu Subuh adalah cahaya putih yang tampak dan menyebar di penjuru ufuk timur yang muncul beberapa saat setelah fajar kazib. Fajar kazib dan fajar sadik sendiri muncul secara bergantian, dengan demikian munculnya fajar kazib menjadi syarat bagi munculnya fajar sadik.

Menurut An-Nawawi (w. 676 H/1277 M) dalam “Kitāb al-Majmū’ Syarh al-Muhadzdzab”, dinamakan fajar kazib (dusta) adalah karena fajar ini pada awalnya tampak (muncul) dan bersinar namun kemudian menghilang. Sementara itu dinamakan fajar sadik karena ia dikategorikan benar-benar tampak dan jelas, dan ia menjadi pertanda tiba dan dimulainya waktu Subuh.

Baca: Analisis Filologi Dalam Kajian Waktu Subuh

Di dalam al-Qur’an, istilah fajar disebut dengan dua istilah yaitu “al-khaith al-abyadh” (benang putih) sebagai fajar sadik dan “al-khaith al-aswad” (benang hitam) sebagai fajar kazib.

Dua istilah ini ditemukan dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:

وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ

wa kulu wa asy-rabu hata yatabayyan lakum al-khaith al-abyadh min al-khaith al-aswad min al-fajr

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar). Benang putih (al-khaith al-abyadh) dalam ayat ini difahami sebagai batas dimulainya puasa yang mana ia muncul setelah munculnya benang hitam (al-khaith al-aswad).” (QS: al-Baqarah:187). Wallahu a’lam.*/ Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Kepala Observatorium Ilmu Falak UMSU, Universitas Muhammadiyah Sumetera Utara

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fajar kazibfajar sadikshalat fajarsubuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Talqin Mayit Rahasia Jasad tak Dimakan Tanah
Tulisan selanjutnya Australia, AS, Inggris, Kanada: UU Keamanan Hong Kong Digunakan untuk Memberantas Disiden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?