Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Dr. Imron Mawardi: Tinggalkan yang Konvensional menuju yang lebih Syar’i

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2014 06:28 6:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2014 06:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari Ahad (13/04/2014) lalu Ikatan Mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus Institut Teknologi Surabaya mengadakan “Talkshow GMAIL” (Gebyar Manarul Ilmi)  dengan tema “Peran Ekonomi Syariah dalam Membangun Bangsa”.

Acara yang diadakan di Gedung Teater A. ITS menghadirkan dua pemateri sekaligus, yaitu Dr. Imron Mawardi (Ketua Ikatan A Ekonomi Islam) dan M. Zahiratul Haq (Pimpinan BRI Syariah Waru Gateway).

“Istilah Ekonomi Syariah sendiri itu adalah istilah yang salah, syariah berasal dari kata syara’ah artinya berjalan sedangkan syariah artinya hukum. Jadi ekonomi syariah artinya hukum-hukum ekonomi. Maka, sebenarnya istilah yang benar adalah Ekonomi Islam,” demikian terang Dr. Imron Mawardi menjawab pertanyaan dari moderator sebagai pembuka acara Talkshow tersebut.

Ia juga mengupas sejarah munculnya istilah syariah pertama kali di Indonesia. Dimulai saat Ketua MUI Pusan KH Hasan Basri (1992) saar pertama kali menginisiasi adanya bank syariah di Indonesia. Kala itu, Kiai Hasan Basri menghadap Presiden Soeharto.
Saat menghadap Pak  Harto, Ketua MUI ini mencari kata yang tepat agar bisa diterima oleh Pak Harto. Maka digunakanlah istilah syariah.

Kiai Hasan Basri menyampaikan akan mendirikan bank yang konsepnya bagi hasil seperti koperasi-koperasi yang disebut namanya bank syariah. Dari situlah, awal mulanya didirikan bank Muamalat.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Tentang ekonomi Islam sendiri Dr. Imron Mawardi menjelaskan sebagai ekonomi sesuai syariat. Perbendaan ekobomi Islam dan kapitalis ada pada hal yang prisip. Di antaranya; Pertama, pandangan Islam tentang harta. Menurutnya, Islam dengan konsep kapitalis memandang harta berbeda. Dari segi kepemilikan, menurut Islam, harta itu adalah milik Allah yang sifatnya hanya sebagai titipan, sementara kepemilikan harta menurut kapitalis adalah sifatnya mutlak milik sendiri. Kedua, pandangan tentang distribusi dan konsumsi.

“Ini yang salah, harta itu titipan dari Allah yang akan kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti,” tutur Imron. Karena harta itu akan dipertanggungjawabkan, maka setiap orang harus bisa menjaganya sesuai dengan syariat islam. yakni dengan menjalankan sistem ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat Indonesia harus bisa meninggalkan bank konvensional dan beralih ke bank syariah. Karena bank syariah bebas dari perbuatan riba.

“Pada bank syariah ada transaksi yang jelas antara si peminjam dan yang meminjami,” imbuh dosen Universitas Airlangga tersebut. Keduanya pun sama-sama menanggung resiko jika hasil kesepakatan mengalami kerugian.*/Kiriman M Fazrie (Surabaya)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr Abdul Mannan: Umrah Ideologis itu Membawa Misi Keumatan
Tulisan selanjutnya BSM ajak Warga Muhammadiyah Gunakan Produk Perbankan Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?