Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

“Sajak Tentang Koalisi yang (Hanya) Hampir Jadi”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 19 April 2014 10:06 10:06 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 April 2014 10:06
Bagikan
Bendera parpol-parpol
Bagikan

Oleh: Zahratun Nahdhah*

PPP akhirnya merapat ke Gerindra secara resmi,

persis seperti yang sudah diprediksi.

Tak tahu apakah harus berucap alhamdulillah atau innaalillaahi.

Entah apakah ini anugerah atau musibah dari Ilahi,

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

kabar gembira ataukah mimpi buruk di siang hari?

Partai-partai Islam yang diharapkan bisa berkoalisi,

satu per satu melepaskan diri.

Koalisi partai Islam semakin jauh panggang dari api.

Partai-partai yang lain pun tiga uang setali.

PKB konon mulai merapat ke si Banteng Merah yang mengusung Jokowi.

Partai yang satunya lagi, isunya sih, bakal mendekat ke kubu Aburizal Bakrie.

 

Ah, semestinya sudah dari awal kita pahami gelagat ini.

Sangat terang benderang bahkan di saat Pemilu belum lagi dimulai.

Partai Islam nyaris mustahil dipersatukan dalam sebuah koalisi.

Tersebab masing-masing punya persepsi, tujuan dan kepentingan sendiri-sendiri.

Saling berebut posisi dan dominasi.

Saling berebut menjadi capres atau cawapres ataupun sekadar bagi-bagi jatah menteri.

Lobi-lobi dan deal-deal politik tingkat tinggi digeber setiap hari,

baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Para politikus mendadak hobi blusukan ke sana kemari,

tak kenal waktu bersafari,

menggalang dukungan dari sana sini;

‘Peduli amat dengan kepentingan umat, yang penting kepentingan pribadi,

dan partai terpenuhi.’

Idealisme ternomorsekiankan oleh ambisi dan tendensi.

 

Harapan agar partai Islam bersatu sepertinya hanya mimpi.

Inilah kawan, realita yang mesti kita hadapi.

Seperti benang kusut yang tak bisa diuraikan lagi,

inilah dampak buruk demokrasi yang tak bisa kita hindari,

setidaknya hingga saat ini.

Golput pun sepertinya bukan solusi.

Ah, ibarat buah simalakama, dimakan ayah mati tak dimakan ibu mati.

Benar-benar kita dibuat bingung setengah mati.

 

Sudahlah, kini bukan saatnya merutuki diri,

apalagi menyesali yang sudah terjadi.

Ambil ibrah-nya saja untuk jadi pelajaran di kemudian hari.

Jadikan pengalaman ini sebagai ajang instropeksi.

Mengapa untuk bersatu saja susah sekali?

Apakah menunggu situasi negeri ini semakin tak terkendali?

Apakah menunggu situasi seperti di Mesir atau Suriah terulang di Bumi Pertiwi?

Ah… Emboh-lah, aku tak mengerti.

Sebab aku hanya anak Gunung Tembak aseli yang tak paham urusan para petinggi negeri.

 

Sebab sekarang lagi ngetren di kalangan para politisi.

Yang tengah sibuk mencari peran dan posisi,

di panggung sandiwara perpolitikan negeri ini.

Demi satu kursi di Senayan ataupun jatah menteri di kabinet nanti

(kalau terpilih, kalau tidak ya terpaksa gigit jari).

Saling serang dengan saling berbalas sajak ataupun puisi.

Dengan kalimat-kalimat sarat sarkasme dan ironi.

Isinya dan intinya mengangkat partai sendiri,

dan menjatuhkan partai yang satunya lagi.

Ah, ah, ah, sayang sekali, sajak dan puisi yang harusnya indah untuk dinikmati.

Kini hanya menjadi sarana perang opini dan persepsi.

Seperti juga barangkali, sajakku kali ini.

Ini namanya lempar batu kena muka sendiri…*

 

*Ibu Rumah Tangga kelahiran Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur

Ditulis di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 (19/4/2014)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perpustakaan” Usamah bin Ladin Sang Syuhada”
Tulisan selanjutnya Menuju Keluarga “Berkah” sumber Inspirasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?