Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menyesal Menjadi Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2021 09:24 9:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2021 09:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Di antara kita mungkin ada yang merasa hidupnya tak beruntung. Rasa ini biasanya muncul manakala ia mulai membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

Ada yang merasa jabatannya rendah sementara teman-teman sekelasnya dulu memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi darinya. Ada yang merasa penghasilannya kecil sementara para tetangganya hidup bermewah-mewah. Ada pula yang merasa rupanya tak elok jika dibandingkan teman-teman sepermainannya.

Lama-kelamaan rasa tak beruntung ini menjadikan ia minder, tak lagi percaya diri ketika berada di tengah orang lain. Ia mulai banyak mengeluh. Bahkan, ujian hidup yang menimpanya disikapi dengan menyalahkan takdir Allah Ta’ala atas dirinya. Rasanya, seekor kucing lebih beruntung ketimbang dirinya. Kucing tak pernah merasa sakit hati karena hidupnya tak beruntung.

Begitulah manusia. Terkadang ia merasa tidak seberuntung binatang. Andai dia tahu, perasaaan seperti itu kelak —ketika semua mahluk hidup dibangkitkan kembali dari kematiannya dan dikumpulkan di Padang Mahsyar— akan benar-benar terjadi. Saat itu, para binatang akan merasa beruntung telah diciptakan sebagai binatang, bukan sebagai manusia. Sebaliknya, manusia saat itu benar-benar merasa tidak beruntung. Bahkan, jika bisa diulang, manusia lebih ingin menjadi tanah.

Kisah tentang ini difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat an-Naba’ [78] ayat 40,  “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku jadi tanah’.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Harun bin Abdullah telah meriwayatkan dari Sayyar, dari Ja’far bin Sulaiman, bahwa Abu Imran al-Jauni berkata, “Sesungguhnya binatang-binatang melihat anak-anak Adam pada Hari Kiamat sebagian dari mereka telah naik dari hadapan Allah Ta’ala ke surga dan sebagian lagi ke neraka. Ketika itu binatang-binatang berkata kepada mereka, ‘Wahai anak-anak Adam, segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kami seperti kalian. Maka hari ini kami tidak mengharap surga dan tidak pula takut akan neraka.”

Al-Qurthubi berkata dari Abu al-Qasim al-Qushairi dalam kitab Syarh al-Asma al-Husna mengenai berita tentang binatang liar dan hewan-hewan pada Hari Kiamat, bahwa mereka bersujud kepada Allah Ta’ala. Melihat kejadian ini malaikat menegur mereka, “Hari ini bukan Hari Sujud (hari untuk bersujud), melainkan hari pemberian atas pahala dan hukuman.”

Mendengar teguran itu para binatang berkata, “Ini adalah sujud syukur karena Allah tidak menciptakan kami sebagai anak Adam.”

Tentu saja tidak semua anak Adam merasa menyesal pada Hari Berbangkit kelak. Ada juga anak Adam  yang justru merasa senang karena menerima janji Allah Ta’ala berupa surga. Mereka adalah manusia yang selama di dunia telah menempuh jalan yang lurus dan bersabar untuk berada di jalan itu.

Namun, bagi manusia yang memilih jalan bengkok, yakni jalan yang menyelisihi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka penyesalan tiada akhir akan menimpanya. Untuk manusia seperti ini, menjadi binatang akan lebih baik karena tak akan merasakan panasnya neraka. Para binatang, menurut al-Qurthubi ketika menjelaskan maksud surat ‘Abasa [80] ayat 40, setelah dihisab akan dihimpunkan kembali menjadi debu.

Nah, jika di dunia saja manusia telah merasa tak seberuntung binatang, boleh jadi perasaan menyesal seperti ini akan bertambah-tambah ketika kelak mereka berada di akhirat. Jadi, syukurilah segala karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada kita. Wallahu a’lam.*

Baca juga: Tiga Kelezatan Iman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Makhluk Allahmenyesal menjadi manusiaoase iman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Muslim Anggota Partai Aung San Suu Kyi Disiksa Hingga Meninggal
Tulisan selanjutnya Nelayan palestina gaza Tiga Nelayan Palestina Wafat dalam Ledakan di Lepas Pantai Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?