Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Ketum Hidayatullah: Dakwah dan Tarbiyah Harus Dilakukan Seumur Hidup Sepanjang Zaman

Bambang S
Terakhir diupdate: 6 April 2021 09:57 9:57 am
Bambang S
Dipublikasikan 6 April 2021 09:57
Bagikan
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH. Nashirul Haq mengatakan dakwah dan tarbiyah merupakan arus utama (mainstream) gerakan Hidayatullah. Ia menyebut hal itu harus dilakukan seumur hidup hingga akhir zaman.

“Saya katakan bahwa mainstream dakwah dan tarbiyah ini merupakan arus gerakan seumur hidup, hingga akhir zaman kita lakukan karena itu pulalah misi yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam,” kata Ketum Hidayatullah itu dalam sambutan pada penutupan Daurah Musyrif Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an (Grand MBA),”Minggu (04/04/2021).

Dalam pergelaran yang mengangkat tema “Standarisasi Musyrif Majelis Qur’an & Rumah Qur’an Hidayatullah Dalam Gerakan Dakwah Mengajar Belajar Al Qur’an”. Nashirul menjelaskan, dakwah dan tarbiyah adalah gerakan ekspansi Islam sebagai jalan keselamatan, dekapan kebahagiaan serta rahmat untuk alam semesta.

“Penyebarluasan Islam ini sebagaimana juga dilakukan oleh Nabi ketika mengutus Mush’ab bin Umair berdakwah Madinah, setelah ditarbiyah oleh Nabi di Makkah,” ujarnya.

Demikian pula kata Nashirul sahabat Nabi lainnya yang diutus berdakwah ke berbagai penjuru negeri. Diantaranya misalnya ada Muadz bin Jabal yang dikirim ke Yaman atau sahabat Saad bin Abi Waqqas yang bertugas ke daratan Cina.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lebih jauh, Nashirul menegaskan segala sumber daya harus dikerahkan untuk kepentingan dakwah dan tarbiyah. Demikian pula kekuasaan sebagai wasilah untuk menghantarkan umat bisa meniti jalan Al-Qur’an dan jalan Islam.

“Maka ketika Rasulullah menaklukkan Makkah, sama sekali tidak ada pertumpahan darah karena strategi dakwah Rasulullah SAW itu memang mengikuti manhaj Quran yang ada periodisasi, marhalah, atau tahapan tahapannya. Itulah hakikat dari pada makna tarbiyah,” ungkapnya.

Dakwah dan tarbiyah, Nashirul menjelaskan, harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh serampangan atau parsial. Karena itu, ia mengingatkan, kerja kerja dakwah membutuhkan kesabaran dan keuletan.

Nashirul mengungkapkan, tahapan dakwah merupakan pekerjaan seumur hidup, mesti selaras dengan terma dari seorang sarjana Muslim abad ke-11, Syaikh Abul-Qasim al-Hussein bin Mufaddal bin Muhammad atau lebih dikenal sebagai Raghib Isfahani al-Raghib al-Asfahani dalam kitabnya, Mu‘jam Mufradat Alfaz al-Qur’an, bahwa; “Alrabbu fi al-asli al-tarbiyah wa huwa insyau al-syaiu halan fahalan ila haddi al-tamami”.

“Pada dasarnya arti tarbiyah adalah menumbuhkan sesuatu tahap demi tahap hingga sempurna. Yang namanya tarbiyah itu adalah pembentukan sesuatu sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, hingga sampai pada tahap kesempurnaan,” jelasnya.

Artinya, Nashirul mengatakan tarbiyah dan dakwah itu tidak ada yang instan, semua melalui proses yang panjang. “Dan ini merupakan substansi dari pada manhaj sistematika wahyu. Karenanya, di Grand MBA juga banyak paket-paketnya,” tuturnya.

Begitu pula dalam konsep dakwah fardiyah Hidayatullah, bahwa setiap kita memiliki level mad’u yang berbeda beda. Ada level pemula, ada yang levelnya baca Qur’an, ada yang tahsin, dan ada yang levelnya pendalaman. Maka dengan demikian, kata Nashirul, tidak ada satupun dai kader Hidayatullah yang lepas dari tugas dakwah.

“Sejak periode lalu kami sudah sering menegaskan bahwa semua kader Hidayatullah adalah aparatnya bidang dakwah departemen komunikasi dan penyiaran. Tidak ada satupun dai Hidayatullah yang tidak mengemban tugas dakwah, itulah makanya ada dakwah fardiyah,” imbuhnya.

Kemudian, Nashirul mendorong kepada kader dai untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri dengan belajar dan mengajar Al- Qur’an. Kegiatan daurah ini menurutnya merupakan bagian dari upaya untuk mengantar kader menjadi dai Al-Qur’an sehingga jangan sampai diantara kader ada yang minder.

“Bacaan Qur’an saja masih standar, apalagi mau bersanad. Karena itu harus belajar. Itulah sebabnya Grand MBA itu adalah gerakan dakwah mengajar dan belajar Al Qur’an. Habis mengajar, belajar!,” pungkasnya.* Ainuddin Chalik

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Daurah Musyrif Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’anKetua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) HidayatullahNashirul Haq
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin kedaluwarsa Pfizer Kecam ‘Israel’ karena Tak Bayar Vaksin
Tulisan selanjutnya Presiden Abbas pemeriksaan kesehatan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas Terbang ke Jerman untuk Pemeriksaan Kesehatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?