Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintahan Erdogan Melarang Penjualan Alkohol Selama Lockdown di bulan Ramadhan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 April 2021 22:21 10:21 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 April 2021 05:30
Bagikan
erdogan melarang penjualan alkohol
Miras mudah ditemukan di supermarket
Bagikan

Hidayatullah.com — Keputusan pemerintahan Erdogan untuk melarang penjualan alkohol atau minuman keras (miras) selama pembatasan pergerakan (lockdown) 17 hari karena Covid-19 yang dimulai pada Kamis telah membuat pihak sekuler Turki marah. Mereka menilai keputusan ini adalah penerapan gaya hidup relijius Presiden Tayyip Recep Erdogan atas semua masyarakat.

Erdogan mengumumkan lockdown pada hari Senin, dengan mengatakan sekolah dan sebagian besar toko akan ditutup dan semua orang akan diminta untuk tinggal di rumah untuk mencegah lonjakan infeksi dan kematian.

Kemudian pada hari Selasa, pemerintah yang dipimpin Partai AK Erdogan mengumumkan bahwa akan melarang penjualan alkohol juga hingga 17 Mei, yang mendorong orang-orang sekuler Turki untuk buru-buru menimbun lemari minuman dengan alkohol sebelum larangan tersebut mulai berlaku pada Kamis malam.

Pemerintah mengatakan larangan itu dimaksudkan untuk menghindari supermarket, yang akan diizinkan untuk tetap buka untuk belanja makanan, memonopoli penjualan alkohol hingga merugikan toko-toko kecil, yang akan terpaksa tutup.

Tetapi penjelasan itu tidak meyakinkan semua orang Turki, dengan beberapa mengatakan larangan itu tidak ada hubungannya dengan memerangi pandemi dan menunjukkan bahwa salah satu pengecualian dari penguncian ternasuk dibolehkannya shalat berjamaah di masjid.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya rasa ini tidak ada hubungannya dengan virus corona. Saya yakin pemerintah berpikir ‘mari kita larang mulai sekarang agar orang-orang perlahan-lahan terbiasa’,” kata Adem Gulen, lulusan baru di Istanbul.

Berbicara dalam wawancara yang disiarkan televisi pada hari Rabu, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menepis isu bahwa dengan melarang penjualan alkohol, pemerintah bertujuan untuk membatasi pilihan warga, merujuk pada tindakan pandemi lainnya seperti pembatasan perjalanan.

‘Mengganggu Gaya Hidup Sekuler’

Seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan toko minuman keras tidak penting, dan larangan tersebut menghindari persaingan tidak sehat dan tidak dimotivasi oleh agama.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Ramadhan,” kata pejabat itu tentang bulan suci Islam yang berakhir ketika penguncian berakhir. “Orang-orang telah membeli lebih dari cukup (alkohol) dalam beberapa hari terakhir.”

Sekuler Turki telah menggunakan media sosial untuk menyuarakan frustrasi dan tindakan itu dikritik oleh politisi oposisi yang mengatakan pemberitahuan pemerintah tidak dapat menghapus hak konstitusional.

Sejak larangan penjualan diumumkan, orang-orang mengantri di luar toko minuman keras sementara di beberapa supermarket, rak bir dan anggur dibiarkan kosong.

“Itu mengganggu gaya hidup sekuler, dan merupakan intervensi dalam budaya makanan dan minuman,” kata Ozgur Aybas, kepala asosiasi toko minuman keras.

Mayoritas warga Turki adalah Muslim yang taat. Turki sekuler, yang cenderung menentang Partai AK pimpinan Erdogan, mengeluh dalam beberapa tahun terakhir bahwa agenda agamanya yang semakin meningkat telah mengganggu gaya hidup mereka.

Presiden Erdogan, yang telah memerintah Turki selama 18 tahun, secara teratur mengatakan dia ingin membesarkan generasi Islami dan di masa lalu meminta warga untuk memiliki setidaknya tiga anak.

Afrika Selatan melarang penjualan alkohol selama dua periode terbatas sejak dimulainya pandemi, dengan alasan bahwa rumah sakit yang berisiko kewalahan oleh pasien Covid seharusnya juga tidak harus berurusan dengan orang yang datang karena alasan terkait alkohol.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:larangan miraslarangan penjualan alkohollockdownRamadhanRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya mayat penculik taliban Malawi Hapus Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya Batalkan Undangan Buka Puasa Muslim Inggris, Pemimpin Partai Buruh Dikecam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?