Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Disertasinya Mengandung Plagiarisme, Menteri Keluarga Jerman Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Mei 2021 20:11 8:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2021 20:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Keluarga Jerman Franziska Giffey mengundurkan diri dari jabatannya, hari Rabu (19/5/2021), menyusul skandal plagiarisme gelar doktornya.

Kementerian mengkonfirmasi bahwa politisi kanan-tengah Partai Sosial Demokrat itu telah mengajukan permohonan pengunduran diri ke Kanselir Angela Merkel, lansir DW.

Giffey, 43,  pada Februari 2019 mendapat sorotan tajam karena disertasi doktoralnya yang diajukan ke Freie Universität Berlin pada 2010 diduga mengandung plagiarisme.

Dalam pernyataan pers Giffey mengatakan bahwa beberapa hari terakhir masalah tersebut diungkit-ungkit kembali.

“Anggota pemerintah federal, partai saya dan publik berhak mendapatkan kejelasan … Oleh karena itu, saya memutuskan untuk meminta Presiden Federal membebaskan saya dari posisi saya sebagai menteri keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bicara soal plagiarisme yang ditudingkan, Giffey berkata, “Saya masih kukuh pada pernyataan bahwa saya telah menulis tugas saya itu sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan saya … Saya menyesal apabila saya telah melakukan kesalahan.”

Pihak universitas sendiri mengeluarkan peringatan kepada Giffey berkaitan dengan masalah itu, tetapi secara bulat memutuskan pada Oktober 2019 bahwa dia tetap berhak menyandang gelar PhD bidang ilmu politik. Isu berkaitan dengan disertasinya tidak serta-merta merenggut gelar akademiknya, imbuh pihak universitas.

November 2020, Giffey mengatakan dia tidak akan lagi menyematkan gelar tersebut pada namanya, lapor koran Jerman Süddeutsche Zeitung. Sebelum itu, dia menegaskan akan mengundurkan diri dari jabatan menteri apabila gelar tersebut dicabut oleh pihak universitas.

Giffey menjabat menteri urusan wanita dan keluarga sejak Maret 2018. Sebelumnya dia menjabat kepala daerah distrik Neukölln di Berlin.

Dia mengatakan tetap pada rencananya untuk mencalonkan diri dalam pemilu walikota Berlin pada bulan September tahun ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Franziska GiffeyJermanplagiarisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi Pemantau Pemilu: Tuduhan Kecurangan Pemilu 2020 Myanmar Tidak Terbukti
Tulisan selanjutnya Malawi Bakar Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 Kadaluarsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?