Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menentang Kudeta Militer, 125.000 Guru Myanmar Diberhentikan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Mei 2021 12:17 12:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Mei 2021 12:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 125.000 guru sekolah di Myanmar diberhentikan karena bergabung dengan aksi protes menentang kudeta militer, kata pengurus Federasi Guru Myanmar.

Pemberhentian dilakukan beberapa hari sebelum atahun ajaran baru dimulai, yang diboikot oleh sebagian guru dan orangtua/wali murid.

Seorang pengurus federasi itu, yang menolak identitasnya diungkap karena khawatir akan dampaknya sebab namanya sudah ada di dalam daftar hitam junta, mengatakan 125.900 guru sekolah per Sabtu (22/5/2021) diberhentikan dari tugasnya.

Myanmar memiliki 430.000 guru sekolah, menurut data terbaru dua tahun silam.

Dilansir Reuters, koran plat merah Global New Light of Myanmar menyeru agar guru dan murid kembali ke sekolah agar sistem pendidikan berjalan kembali. Tahun ajaran baru akan dimulai pada bulan Juni dan pendaftaran dibuka pekan ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 19.500 staf universitas juga diberhentikan, menurut federasi tersebut.

“Saya tidak akan mendaftarkan putri saya karena saya tidak mau memberikannya pendidikan dari kediktatoran militer. Saya juga khawatir akan keselamatannya,” kata serang warga bernama Myint, 42, yang memiliki anak perempuan berusia 14 tahun.

“Saya tidak akan kembali ke sekolah kecuali kita kembali ke demokrasi,” kata Lwin, pemuda berusia 18 tahun.

Sistem pendidikan Myanmar termasuk yang terburuk di kawasan Asia Tenggara, dan menempati posisi ke-92 dari 93 negara yang disurvei tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Siapa Mereka?
Tulisan selanjutnya Qatar Bicarakan Rekonstruksi Gaza yang Hancur dengan Pemimpin Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?