Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Anak-anak Palestina Alami Trauma Serangan Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2021 06:54 6:54 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 September 2021 09:54
Bagikan
Bagikan

Pengamat menyimpulkan bahwa serangan penyerbuan rumah oleh Israel digunakan terutama sebagai alat untuk “menciptakan pencegahan dan intimidasi untuk meningkatkan kontrol militer atas penduduk”

Hidayatullah.com — Nidal Rajabe mengakui anak-anaknya trauma dan merasa terus menerus ketakutan karena rumah keluarganya di Silwan, Baitul Maqdis yang dijajah sudah beberapa kali diserbu pasukan Zionis ‘Israel’.

“Anak-anak saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari, selalu takut akan serbuan polisi,” kata Rajabe kepada Al Jazeera.

Selama penyerbuan itu banyak keluarganya yang telah ditangkap, termasuk putranya berusia 17 tahun bernama Harby. Ia yakin penyerbuan ke rumah bertujuan untuk mengintimidasinya.

Rajabe adalah satu dari lebih dari 1.500 warga Palestina di Silwan yang menghadapi ancaman penggusuran rumah dan pengusiran paksa.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

‘Israel’ mengklaim bahwa perintah penggusuran dikeluarkan untuk orang-orang yang membangun properti tanpa izin bangunan.

Warga dan kelompok hak asasi manusia Palestina berpendapat ‘Israel’ membuat persyaratan mendapatkan izin bangunan hampir tidak mungkin didapatkan oleh orang Palestina. Mereka sepakat bahwa kebijakan ini adalah rencana sengaja untuk Yahudisasi Yerusalem Timur.

Toko daging Rajabe digusur pada bulan Juli karena tidak memiliki izin bangunan. Rumahnya juga terancam mengalami hal yang sama karena alasan yang sama.

Ketika pasukan ‘Israel’, bersama buldoser, menyerbu tokonya untuk melakukan penggusuran, Rajabe mengatakan dia dan beberapa saudaranya diserang dan dipenjara selama beberapa hari karena menolak penangkapan.

Putra Rajabe, Harby, bahkan ditembak dari belakang oleh ‘Israel’ selama protes menentang penggusuran. Dia menjalani operasi untuk mengeluarkan pecahan peluru dari organ internalnya setelah peluru meledak di bagian dalam. Dia sekarang kesulitan untuk berjalan.

“Harby sangat trauma dengan pengalamannya, tetapi begitu juga anak-anak saya yang lain: Ahmed, 17, Marwa, 13, dan si kembar Muhammad dan Bisan, 9, dan itu telah memengaruhi perilaku mereka,” kata Rajabe kepada Al Jazeera.

Kelompok HAM dan penasihat medis mengatakan penyerbuan rumah oleh ‘Israel’ memiliki efek mengerikan pada kesehatan mental anak-anak Palestina.

Dalam laporan berjudul A Life Exposed yang diterbitkan akhir tahun lalu oleh tiga organisasi hak asasi manusia ‘Israel’ – Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel, Yesh Din dan Breaking the Silence – mendokumentasikan dampak kesehatan mental yang mengerikan, termasuk pada anak-anak, dari serangan Israel di rumah-rumah Palestina di wilayah penjajahan Tepi Bank.

Laporan tersebut merupakan hasil penelitian selama tiga tahun yang melibatkan 158 wawancara warga Palestina yang mengalami penyerbuan rumah, serta 40 serdadu Zionis yang melakukannya.

“Ancaman kemungkinan penyerbuan yang selalu ada membuat kebijakan ini menjadi alat kekerasan dan opresif yang berfungsi sebagai elemen sentral dalam sistem kontrol Israel atas penduduk Palestina,” kata para peneliti – menambahkan bahwa “invasi rumah dapat secara serius menghambat fungsi sehari-hari dan perkembangan emosi dan mental baik orang dewasa maupun anak-anak”.

Penyerbuan rumah biasanya berlangsung 80 menit, melibatkan mulai dari segelintir tentara hingga sekitar 30, dan biasanya dilakukan pada malam hari.

Kelompok HAM mengatakan pasukan ‘Israel’ melakukan penyerbuan rumah Palestina untuk mencari uang, senjata atau barang-barang lainnya. Penangkapan, identifikasi rumah dan penghuninya juga menjadi pemicu hal tersebut.

Sementara militer mengklaim serbuan ini untuk alasan keamanan, penulis laporan menyimpulkan bahwa mereka digunakan terutama sebagai alat untuk “menciptakan pencegahan dan intimidasi untuk meningkatkan kontrol militer atas penduduk”.

Sebuah editorial di jurnal BMJ Pediatrics Open yang diterbitkan minggu lalu mengatakan bahwa cara penyerbuan rumah dilakukan adalah pelanggaran terhadap Konvensi PBB tentang Hak Anak – yang telah diratifikasi ‘Israel’.

“Penyerbuan rumah oleh militer Israel ditandai dengan penggunaan kekuatan yang tidak dapat dibenarkan dan berlebihan, kesewenang-wenangan, ketidakpastian dan frekuensi, membuat keluarga dan individu rentan terhadap keputusan tentara, yang memegang kekuasaan besar,” tulis editorial tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak-Anak Palestinakesehatan mentalpalestinapenggusuran rumah palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Founder Sekolah Pranikah Berbagi Kiat Merawat Cinta, Ada 3 Tingkatan Rahasia Loh…
Tulisan selanjutnya Riwayat ‘Kemesraan’ Soekarno dan Komunis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Berita
13 Juni 2026 11:14
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?