Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Selalu Ada Kesan di Balik Pesan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2021 15:19 3:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Oktober 2021 17:00
Bagikan
kesan di balik pesan
ilustrasi membalik halaman buku
Bagikan

Setiap pesan yang disampaikan kepada kita selalu ada kepentingan atau kesan di dalamnya. Selalu ada maksud di balik pesan tersebut.

Hidayatullah.com |  SEORANG Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia berkata dalam sebuah grup diskusi bahwa dalam hidup, yang terpenting adalah pesan. Awalnya saya sempat meragukan pendapat itu.

Bukankah pesan tidak membuat seseorang menjadi kenyang? Tidak pula membuat seseorang lepas dahaganya?

Namun, kata Guru Besar tersebut, tanpa pesan, boleh jadi kita tak bisa makan dan minum. Bahkan, kita tak bisa melakukan apa pun secara sempurna. Kok bisa?

Jika kita ingin makan, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari informasi di mana adanya tempat makan. Tanpa informasi, kita tak akan bisa makan.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Saya mulai membenarkan pendapat Guru Besar itu. Bukankah informasi adalah pesan?

Lantunan suara azan pun adalah pesan bahwa sudah saatnya kita shalat.  Tanpa azan, kita bakal kesulitan mengetahui waktu shalat.

Bahkan, al-Qur’an sejatinya adalah kumpulan pesan dari Allah Ta’ala kepada Rasulullah ﷺ untuk disampaikan kepada umat manusia. Begitu juga hadits, merupakan pesan Rasulullah ﷺ untuk kaum Muslim. Tanpa itu semua maka tentu kita masih berada di zaman kegelapan.

Namun, setiap pesan yang disampaikan kepada kita selalu ada kepentingan di dalamnya. Selalu ada maksud di balik pesan tersebut.

Jika maksudnya baik, maka baik pula kesudahannya. Setidaknya, si pemilik pesan akan mendapat ganjaran kebaikan atas pesan yang ia sampaikan, demikian pula si penerima pesan.

Begitu pula sebaliknya, jika maksudnya jahat, maka keburukan yang akan diterima si penyampai pesan. Pun demikian dengan si penerima pesan, jika ia tak menyadari adanya kejahatan di balik pesan itu.

Seseorang menyampaikan informasi tentang tempat-tempat makanan yang enak di suatu kota, misalnya, tentu ingin membantu para pelancong yang mau mencari tempat kuliner lezat di kota tersebut.  Namun,  boleh jadi bukan sekadar itu maksudnya. Ia juga ingin mempromosikan tempat kuliner miliknya. Bahkan, secara halus, ia mau menggiring opini publik bahwa tempat kuliner miliknya sama kualitasnya dengan tempat kuliner lain yang lebih mewah.

Maksud dalam pesan bisa dilihat dari diksi yang dipakai si penyampai pesan, bisa juga dari fakta-fakta yang ia pilih (framing), atau fakta-fakya yang ia tonjolkan.

Sebagai contoh, lihatlah bagaimana tiga buah koran mengemas informasi dalam bentuk berita mengenai sebuah peristiwa yang terjadi di awal November 2005. Peristiwa tersebut adalah kasus pemerkosaan yang terjadi di hutan kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Media pertama, Kompas, yang terbit pada 2 November 2005, menulis judul Pelecehan Seksual di Hutan UI, Korban Masih Trauma. Media kedua adalah Harian Warta Kota di hari yang sama menulis berita dengan judul Pemerkosa Keliaran di UI. Media ketiga adalah Harian Non-Stop, juga pada hari yang sama, menulis berita dengan judul UI Sarang Pemerkosa.

Kita bisa melihat adanya kesan yang berbeda-beda dari pesan yang disampaikan oleh ketiga media tersebut meskipun peristiwanya sama. Ada yang terkesan memberikan empati pada korban, ada pula yang seolah-olah “menghukumi”  tempat kejadian sebagai kawasan yang harus dijauhi.

DI satu sisi, kita perlu berhati-hati melahap pesan-pesan yang datang kepada kita. Tak semua pemilik pesan tersebut orang baik. Ada juga orang jahat yang ingin menyebarkan fitnah, adu domba, atau ghibah.

Namun, di sisi lain, pemilik pesan pun harus berhati-hati. Bila tak pandai membuat pesan, boleh jadi kesan yang muncul berbeda dengan apa yang diharapkan.

Jangan salah menyusun kata. Jangan pula keliru menggunakan diksi. Menulis harus dengan sadar.  Sadar menyusun kata, sadar memilih diksi. Sebab, kemasan pesan menentukan kesan

Seorang anak, ketika ingin meminta makan kepada ibunya, akan berkata terus terang, “Ibu, saya lapar.” Namun seorang suami, tak akan berkata sevulgar itu. Ia akan berkata kepada isterinya, “Masak apa hari ini?” Maksudnya sama, tapi cara penyampaian berbeda.

Mari renungkan apa yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, “Cukuplah seorang dikatakan berbohong bila ia menceritakan setiap yang ia dengar.”  Wallahu a’lam.*/Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranhaditsinformasirasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Mendagri Italia Didakwa Penculikan karena Melarang Berlabuh Kapal Penyelamat Migran
Tulisan selanjutnya sejarah kementerian agama Sejarah Lahirnya Kementerian Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?