Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Sindir Inggris, Hamas: Dengan Dukungan Umat Islam, Akan Perjuangkan Palestina Sampai Merdeka

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 November 2021 10:08 10:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 November 2021 10:30
Bagikan
Milisi Izzuddin al Qossam, menyalami anak-anak Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com—Gerakan Perlawanan Islam atau Harakah Al-Muqawamah Al-Islamiyyah (Hamas) mengkritisi rencana Inggris, hari Jumat  yang akan mengklasifikasikan organisasi sebagai ‘organisasi teroris’. Kelompok paling ditakuti Israel ini menyerukan mengutuk keputusan ini, yang dianggap sebagai kelanjutan agresinya terhadap bangsa dan hak-hak Palestina, yang telah dimulainya sejak lebih dari seratus tahun lalu.

“Sangat disayangkan, Inggris terus berada dalam pengkhianatannya yang dulu, alih-alih meminta maaf dan meluruskan kekeliruan sejarahnya terhadap hak bangsa Palestina, baik terkait Perjanjian Balfour, maupun mandatnya menyerahkan bumi Palestina kepada gerakan zionisme, justru mendukung pelaku kejahatan dan mengabaikan korban,” demikian pernyataan resmi Hamas dikutip PIC.

Hamas menambahkan, melawan penjajah dengan segenap sarana yang memungkinkan, termasuk perlawanan bersenjata, merupakan hak yang dijamin hukum internasional bagi bangsa yang berada dalam penjajahan. Menurut Hamas, penjajah adalah teroris, membunuh penduduk asli, mengusir mereka secara paksa, menggusur rumah dan menahan mereka adalah bentuk terorisme.

Menurut Hamas, Tindakan mengisolasi sekitar 2 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza, mayoritasnya anak-anak, lebih dari 15 tahun adalah tindakan terorisme, bahkan kejahatan perang terhadap kemanusiaan, seperti yang dinyatakan sejumlah lembaga internasional dan HAM.

“Kejahatan terhadap tempat suci, meneror warga sipil di rumah ibadah, adalah terorisme yang nyata, dan merampas wilayah, membangun permukiman di atasnya adalah bentuk keji terorisme,” demikian pernyataan itu.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Hamas menyerukan kepada masyarakat internasional, terutama Inggris sebagai salah satu pendiri PBB, untuk berhenti menerapkan standar ganda dan melakukan pelanggaan nyata terhadap norma internasional, yang mereka klaim melindungi dan komitmen padanya.

Inggris juga diminta berhenti menggadaikan dirinya pada narasi dan proyek zionis, dan segera meluruskan kekeliruan historisnya terhadap bangsa Palestina lewat Perjanjian Balfour, dengan mendukung perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatan, serta hak kepulangan pengungsi.

Hamas juga menyerukan kepada segenap kekuatan dan para pembela perjuangan Palestina di Inggris dan Eropa, untuk mengutuk keputusan zalim ini, dan menganggapnya sebagai agresi terhadap bangsa dan hak-hak legalnya, yang telah dimulai Inggris sejak lebih dari seratus tahun lalu.

Mengakhiri pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa bangsa Palestina dengan dukungan bangsa Arab dan umat Islam, serta mereka yang peduli terhadap kemanusiaan, akan terus berjuang merebut kemerdekaan dan hak kepulangan pengungsi. Menurutnya, meski bangsa Palestina harus banyak berkorban, hal ini tidak akan terpengaruh dengan pihak yang memusuhinya, dengan penuh keyakinan bahwa bangsa Palestina akan merealisir tujuannnya dalam waktu dekat, karena ini merupakan pelajaran sejarah yang konsisten dan tidak pernah menyimpang.

Sebelumnya pada hari Jumat (19/11/2021) Mendagri Inggris Priti Patel berencana mengusulkan bahwa gerakan Hamas adalah “Organisasi Teroris”. Jika rencana ini disetujui parlemen maka setiap pendukung Hamas di Inggris bisa terancam hukuman 14 tahun penjara dengan dalih mendukung organisasi teroris.*

Baca: 103 Tahun Kejahatan Balfour dan Dosa Inggris terhadap Palestina

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Deklarasi BalfourHAMASinggrisisraelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Kerjasama dengan ‘Israel’, Inggris Usul Hamas Ditetapkan ‘Organisasi Teroris’
Tulisan selanjutnya Memperhatikan Makanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?