Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Septic Tank Jadi Kuburan Massal Anak, Gereja Katolik Irlandia Dihujani Kecaman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juni 2014 10:26 10:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juni 2014 10:26
Bagikan
Biarawati Katolik menggendong bayi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Gereja Katolik Roma Irlandia kembali mendapatkan kecaman baru, menyusul ditemukannya catatan mengenai kematian 796 anak yang diyakini dikubur secara massal dalam septic tank di samping bangunan bekas panti khusus anak yang lahir di luar ikatan pernikahan dan dibuang ibunya.

Seorang peneliti bernama Catherine Corless mengatakan catatan yang ditemukannya menunjuk pada sebuah panti yang dikelola oleh biarawati Katolik di Tuam, County Galway, di mana bekas lubang pembuangan tinja (septic tank) menjadi tempat peristirahatan terakhir sebagian besar –jika bukan seluruhnya– anak-anak panti tersebut.

Para pemimpin gereja di Galway, wilayah barat Irlandia, mengaku tidak tahu berapa banyak anak yang meninggal dan dikubur di sana. Mereka mengatakan akan mendukung upaya pencarian kuburan massal tersebut, yang menurut catatan menjadi tempat pembuangan 796 mayat anak, lansir Associated Press (3/6/2014).

Catatan kematian di Galway menunjukkan, anak-anak itu kebanyakan adalah bayi dan balita. Mereka meninggal karena penyakit di panti yang beroperasi selama 35 tahun dari 1926 hingga 1961 tersebut.

Bangunan itu, yang sebelumnya merupakan bengkel kerja orang-orang dewasa tunawisma, sudah dirobohkan puluhan tahun silam untuk dijadikan lokasi perumahan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil inspeksi pemerintah setempat tahun 1944 menunjukkan, di panti Tuam itu pernah terjadi masalah kekurangan gizi pada 271 anak dan 61 ibu yang tidak menikah. Catatan kematian menyebutkan, mereka meninggal karena sakit, cacat tubuh dan juga kelahiran prematur.

Penduduk lansia di daerah itu ingat, anak-anak panti dulu disekolahkan di sekolah lokal, tetapi dipisahkan dari murid-murid lainnya, sampai mereka diadopsi atau pada usia 7-8 tahun dimasukkan ke industrial school (sekarang di Irlandia resminya bernama Children Detention School, sekolah tahanan anak, di mana anak diperkerjakan tanpa dibayar dan kerap diperlakukan buruk) yang dikelola gereja.

Berdasarkan ajaran Katolik, anak-anak yang lahir di luar ikatan pernikahan tidak boleh dibaptis dan apabila meninggal tidak dimakamkan sesuai aturan Kristen.

Penduduk Tuam pernah menemukan sisa tulang belulang pada tahun 1975 ketika semen penutup bekas lubang septic tank hancur.

Sebelum Corless melakukan penelitian tahun ini, penduduk meyakini tulang-tulang itu berasal dari korban kelaparan besar di pertengahan abad ke-19 yang ketika itu mengurangi jumlah populasi Irlandia barat.

Sampai saat ini Irlandia sudah menerbitkan empat laporan utama mengenai tindak kekerasan terhadap anak yang ditutup-tutupi Gereja Katolik, termasuk penganiayaan anak yang terjadi di industrial school yang dikelola gereja, yang sejak tahun 1990an dihapus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peningkatan LGBT akibat Pemahaman Kesetaraan Gender yang Salah
Tulisan selanjutnya Menikah 25 Tahun Beranak 7, Suami-Istri Diceraikan karena Sesusuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?