Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
HidcompediaRamadhan

Puasanya Kaum Terdahulu

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2022 15:44 3:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 April 2022 17:30
Bagikan
Kaum Yahudi merayakan Purim
Bagikan

Puasa juga dilakukan oleh penganut agama-agama dunia, dan kaum-kaum terdahulu

Hidayatullah.com | Puasa merupakan fenomena alam, puasa juga dilakukan kaum-kaum terdahulu. Dr. Muhammad Nazzar ad-Daqr menyampaikan, bahwa sebenarnya, manusia bukanah satu-satunya makhluk yang melakukan puasa.

Para ilmuwan (saintis) membuktikan, bahwa semua makhluk hidup mengalami fase berpuasa (tidak makan meskipun berbagai hidangan telah tersedia di sekelilingnya. Beberapa hewan melakukanya dengan mengurung diri berhari- hari, bahkan berbulan-bulan secara beruntun.

Mereka mendekam di lubang (rumah), berdiam diri dan tidak makan. Bangsa burung, ikan, maupun jenis serangga, semua berpuasa.

Telah lazim diketahui bahwa setiap serangga mengalami fase kamuflase (bertapa) dengan berpuasa secara total dan menyatu di sarangnya. Para ilmuwan juga mengamati, bahwa seusai melakukan pertapaan, hewan-hewan tersebut bertambah giat dan energik.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

Bahkan, mayoritas hewan-hewan tersebut semakin gemuk dan sehat. Sebagaimana (seperti diwajibkan atas orang

Puasanya kaum terdahulu selain Islam

Puasa telah diwajibkan kepada bangsa-bangsa terdahulu. Sebagaimana Al-Quran, “Seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian”, maksudnya adalah Al- Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan pengikut agama- agama terdahulu.

Sebagian pakar tafsir menjelaskan, “Penyamaan puasa bagi umat Muhammad  dengan umat lain, hanyatata caranya yang berbeda. Jadi maksud penyamaan tersebut, bukanlah secara total.

“Barangkali, Hypocrates yang hidup pada abad kelima sebelum Masehi adalah orang yang pertama kali mencatat tata cara berpuasa dan menyatakan pentingnya bagi kesehatan.”

Banyak referensi yang menjelaskan puasa bangsa dan kaum terdahulu.

Puasa orang Mesir Kuno

Mereka berpuasa untuk membersihkan hati. Khususnya di hari-hari raya.

Puasa orang Yunani Kuno

Mereka mengambil ritual puasa dari bangsa Mesir. Semua rakyat Yunani berpuasa untuk mencari keridhaan dan dengan niat mendekatkan diri kepada tuhan mereka

Puasa orang Yahudi

Kaum Yahudi melakukanya di kala sedih, berdukacita, ketika sakit dan ada marabahaya. Mereka berpuasa jika ada anggapan bahwa Allah sedang murka atau tidak ridha kepada mereka.

Diriwayatkan bahwa mereka berpuasa selama seminggu dalam setiap tahun sebagai peringatan hancurnya Yarusalem (Baitul Maqdis). Mereka juga berpuasa di hari peleburan dosa yang disebut Kapoor.

Para Rabi (pendeta Yahudi) membuat syariat baru agar kaum Yahudi melakukannya selama 4 hari di awal bulan keempat, kelima, ketujuh, dan kesepuluh menurut kalender tahunan mereka. Puasa tersebut sebagai peringatan terhadap peristiwa-peristiwa Baitul Maqdis.

Mereka juga melakukan Puasa Purim sebagai peringatan atas keselamatan mereka dari penyerbuan raja Ahasuerus dalam Perang Esther. Mereka juga melaksanakan puasa-puasa Sunah.

Kaum Yahudi memulai amalan ini sejak terbenam matahari, dan berakhir hingga munculnya bintang pertama di malam hari. Kecuali puasa Yaum Thafarah (Hari Panen) dan hari kesembilan bulan Agustus, dimulai dari sore hingga sore hari berikutnya.

Sembilan hari pertama pada bulan Agustus diwajibkan untuk berpuasa yaitu dengan mengharamkan makan daging dan minum khamar.

Puasa kaum Nasrani

Nabi Isa as melakukan puasa sebanyak 40 hari sebelum datang risalah (Pengutusan)  Kemudian para Rahib (pendeta Nasrani) ingin mengikuti Nabi Isa tersebut. 

Mereka juga mewajibkan puasa nazar, setelah  melakukan taubat dan sebagainya.  Mereka, menahan diri untuk menikmati makanan berat (nasi) atau minuman, dan membatasi makan hanya sekali dalam sehari.

Namun mereka diperbolehkan untuk menikmati makanan ringan (snack). Kaum Nasrani seringkali melakukan pada hari hari tertentu dalam setahun, dengan bermacam tata cara.

Adat mereka berbeda sesuai daerah di mana mereka tinggal. Mayoritas kaum Nasrani melakukanya dengan menahan diri untuk memakan segala yang bernyawa. Namun, sebagian mereka ada yang membatasi diri untuk memakan ikan dan burung.

Ada juga yang tidak memakan telur atau buah. Sebagian ada yang mencukupkan diri dengan roti kerinng (kasar). Namun, ada juga yang tidak memakan semua jenis makanan tadi. Hingga abad-abad terakhir, terjadi perselisihan di kalangan kaum Nasrani tentang batas akhir ibadah ini. Sebagian menghentikan puasanya (berbuka) ketika mendengar suara ayam berkokok.

Ada sebuah pertanyaan yang menarik, mengapa Allah berfrman, “Sebagaimana (seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (al-Baqarah [2]: 185).

Sebagian yang lain berbuka ketika malamm mulai usai (fajar). Ibnu ‘Abbas berkata, “Dulu orang-orang menjalankannya selama tiga hari dalam satu bulan, kemudian dinasakh (diganti) dengan puasa Ramadhan.

Ulama menjawab, “Al-Quran menggunakan redaksi tasybih (penyamaan) antara kaum nabi Muhammad ﷺ dan kaum-kaum sebelum mereka karena tiga tujuan;

Pertama, menunjukkan perhatian khusus terhadap ibadah ini sekaligus penjelasan tentang asal ibadah tersebut, yaitu Allah telah mewajibkan ibadah tersebut kepada orang-orang sebelum kaum Muslim dan juga kepada kaum Muslim.

Hal ini memunjukkan bahwa ibadah puasa sangat mulia dan pahalanya begitu besar. Selain itu, sebagai motivasi yang menmbangkitkan semangat kaum Muslim untuk menerima ibadah tersebut, serta agar umat umat terdahulu tidak merasa memiliki keistimnewaan tersendiri.

Kedua, redaksi tasybih (penyamaan dengan umat sebelumnya adalah bentuk sindiran kepada umat Islam yang merasa berat untuk melak sanakan ibadah puasa. Sebab menjalankan perbuatan yang juga dijalani orang lain, dapat memberikan rasa sepenanggungan.  Dengan kata lain, jika orang lain bisa, mengapa kita tidak?

Ketiga, membakar mangat kaum Muslim untuk menjalankan kewajiban puasa, agar mereka tidak malas menerima ibadah ini, sehingga mereka menerina dengan kekutan ini gairah) yang melebihi orang yang sebelumnya.” */Rahasia Puasa menurut 4 Mahzab

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kaum terdahuluNashraniPuasayahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Imran Khan Digulingkan dari Jabatan oleh Parlemen Pakistan
Tulisan selanjutnya Halal Semakin Mentereng di Negeri Ginseng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 09:20
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?