Hidayatullah.com– Masyarakat diimbau untuk tidak berusaha menghemat biaya energi dengan cara membakar kayu untuk penghangat ruangan di rumahnya, kata petugas pemadam kebakaran (damkar) setelah seorang pria di London bagian barat daya menyebabkan rumahnya kebakaran.
Petugas investigasi kebakaran mengatakan bahwa pria tersebut sengaja tidak menyalakan penghangat ruangan terpusat di rumahnya demi mengurangi tagihan energi, lapor The Guardian Senin (9/5/2032).
London Fire Brigade (LFB) mengatakan penyebab kebakaran pada 26 April telah ditentukan sebagai “melibatkan pembakaran api secara terbuka yang digunakan sebagai pengganti pemanas sentral berbahan bakar gas.”
Diketahui pula bahwa pembakaran dilakukan terlalu dekat dengan bahan-bahan mudah terbakar.
Petugas layanan ambulans mengatakan pihaknya merawat tiga korban di rumah yang terletak di daerah New Malden tersebut, dengan seorang pria dilarikan ke rumah sakit disebabkan luka-luka yang dideritanya.
LFB mengatakan ada lebih dari 100 kebakaran yang melibatkan api terbuka, pembakar kayu dan pemanas dalam beberapa bulan terakhir.
Charlie Pugsley, asisten komisaris untuk keselamatan kebakaran, berkata, “Kami paham sekarang ini adalah masa yang sulit dan banyak orang memikirkan cara untuk mengurangi tagihan energi mereka, tapi kami sungguh khawatir mereka justru mungkin akan membahayakan nyawa dengan melakukan hal seperti itu.”
Adam Scorer, pimpinan eksekutif kelompok peduli kemiskinan energi National Energy Action, mengatakan insiden tersebut menggambarkan realitas kehidupan yang sulit dan berbahaya di masa krisis energi dan tingginya biaya hidup.
Dia memaparkan bahwa sekarang ini satu dari empat rumah tangga di Inggris mengalami kemiskinan energi, yang artinya jutaan orang menghadapi banyak kesulitan akibat tingginya biaya energi yang harus mereka tanggung.
“Sebagian warga terpaksa memilih antara memenuhi kebutuhan makan atau pemanas ruangan,” kata Scorer. Sebagian mungkin tidak ada pilihan lain kecuali membakar kayu demi menghangatkan rumahnya.
Menanggapi isu kemiskinan energi, seorang jubir pemerintah mengatakan: “Kami menyadari tekanan yang dihadapi masyarakat terkait dengan biaya hidup. Itulah sebabnya kami telah menetapkan paket sokongan £22 miliar, termasuk potongan harga dan pengurangan tagihan energi, bagi masyarakat yang membutuhkan.*