Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Zallaqah: Kemenangan di Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 April 2023 09:30 9:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 April 2023 09:28
Bagikan
Bagikan

Bulan Ramadhan, sekitar 30 ribu pasukan Muslim dari Murabithun, Granada, Cordova, dan Badajoz melawan pasukan Alfonso berjumlah 80 ribu orang, siasat licik pasukan salibis bisa ditaklukkan

Hidayatullah.com | KAUM Muslimin meyakini bulan Ramadhan merupakan bulan kemenangan sebagaimana janji Allah SWT. Para ahli sejarah pun mencatat, berbagai kemenangan perang kaum Muslimin terjadi di bulan tersebut.

Salah satunya adalah Perang Zallaqah (orang Barat menyebutnya The Battle of Sagrajas) yang berlangsung di Spanyol. Perang yang terjadi pada hari Jumat setelah Subuh bulan Ramadhan 459 H/23 Oktober 1086 M dinamakan seperti itu karena berada di tanah yang licin.

Tanah itu menjadi begitu licin akibat banyaknya darah yang tumpah sehingga membuat para tentara tergelincir. Saking banyaknya darah yang menggenang, medan perang sampai berwarna merah.

Perang Zallaqah merupakan penentu bagi bertahannya Islam di Andalus lebih dari 250 tahun kemudian. Sebuah momentum yang strategis.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Sebelum Perang Zallaqah, eksistensi Islam di Spanyol benar-benar berada di ambang kehancuran. Salah satu penyebabnya adalah karena perang saudara di antara kerajaan-kerajaan kecil Islam.

Akibatnya, kekuatan Islam terpecah belah. Situasi negeri-negeri Islam begitu genting.

Di tengah perselisihan itu, Raja Alfonso VI dari Kerjaan Castilian bersama pasukan salibis berhasil meruntuhkan satu persatu benteng kaum Muslimin dari utara Spanyol. Dalam kondisi terpecah belah, umat Islam menjadi lebih mudah untuk ditaklukkan.

Kondisi ini mendorong para pemimpin Islam di selatan Andalus untuk menyudahi perselisihan. Mereka sepakat meminta bantuan kepada Yusuf bin Tasyfin, pemimpin Daulah al-Murabithun yang saat itu berpusat di Maroko.

Ibnu Tasyfin yang berusia 79 tahun segera memenuhi panggilan jihad tersebut. Bersama 17 ribu pasukan, Ibnu Tasyfin menyeberangi selat Gibraltar.

Sekitar 5 ribu pasukan ditempatkan di Algeciras sebagai pasukan jaga untuk mengantisipasi jika menelan kekalahan nantinya. Sementara 12 ribu pasukan lainnya ikut bersamanya ke medan perang.

Berkumpullah sekitar 30 ribu pasukan Muslim, masing-masing dari Murabithun, Granada, Cordova, dan Badajoz. Sedangkan pasukan Alfonso berjumlah sekitar 80 ribu orang.

Siasat Licik Salibis

Pasukan Islam bergerak menuju Sevilla. Mereka begitu bersemangat karena sebelumnya, Imam Agung Cordova, Imam al-Faqih Ahmad bin Ramilah al-Qurthuby, bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ. Dalam mimpinya, Rasulullah konon berkata: “Kalian pasti menang, dan engkau akan bertemu denganku.”

Sang imam juga ikut dalam pertempuran. Beliau akhirnya syahid.

Sebelum perang dimulai, Ibnu Tasyfin mengirimkan surat kepada Alfonso. Isinya adalah tawaran opsi dengan tiga pilihan.

Ibnu Tasyfin menulis dalam suratnya: “Aku mendengar bahwa Anda berdoa supaya dianugerahi kapal yang banyak agar bisa menyeberangi lautan menuju daerah kami. Kini kami datang kepadamu, dan engkau akan tahu sendiri akibat dari doamu itu. Dan aku, wahai Alfonso, menawarkan opsi padamu: masuk Islam, membayar jizyah, atau perang? Saya beri Anda waktu tiga hari.”

Mendapat surat tersebut, Alfonso menjawab: “Aku memilih perang. Apa jawabmu?”

Ibnu Tasyfin membalikkan surat tersebut dan menulis balasannya di kertas yang sama: “Jawabannya adalah apa yang akan kau lihat dengan mata kepalamu, bukan apa yang kau dengar dengan telingamu. Keselamatanlah bagi yang mengikuti petunjuk.”

Alfonso kembali membalasnya, namun dengan bahasa berisi siasat: “Besok adalah hari Jumat, hari rayanya orang Islam dan kami tidak ingin berperang di hari rayanya orang Islam. Sabtu adalah hari raya orang Yahudi, sementara dalam pasukan kami ada prajurit yang beragama Yahudi. Adapun Ahad adalah hari raya kami, bagaimana kalau perangnya kita tunda hingga hari Senin?”

Ibnu Tasyfin menangkap adanya siasat licik dalam surat Alfonso. Pasukan Muslim tidak boleh lengah.

Dipersiapkanlah prajurit sebagaimana rencana awal. Jarak kamp pasukan salibis hanya sekitar 3 mil dari kamp pasukan Muslim.

Dugaan Ibnu Tasyfin terbukti. Ternyata benar bahwa pasukan salibis begitu licik. Alfonso dan pasukannya menyerang secara tiba-tiba di pagi buta, tidak peduli dengan hari apapun itu.

Beruntung pasukan Muslim senantiasa dalam kondisi siap siaga. Serangan itu disambut dengan penuh semangat. Sungguh di luar dugaan Alfonso, yang mengira pasukan Muslim bisa diperdaya.

Berlangsunglah peperangan sengit di padang hijau sejak Subuh hingga waktu Ashar. Atas izin Allah SWT, akhirnya Alfonso dan prajuritnya berhasil dikepung. Kemenangan pun berhasil diraih oleh kaum Muslimin.

Dari jumlah 80 ribuan pasukan salibis, hanya tersisa 450 pasukan berkuda. Alfonso turut lari bersama sisa pasukannya yang kesemuanya dalam keadaan terluka.

Dari 450 pasukan tersebut, hanya 100 pasukan berkuda yang selamat hingga Toledo. Yang lainnya mati dalam perjalanan melarikan diri.

Ini merupakan kemenangan yang luar biasa bagi umat Islam. Kemenangan di bulan Ramadhan, tatkala kaum Muslimin sedang berpuasa.

Dalam waktu yang singkat, Sultan Yusuf bin Tasyfin berhasil menguasai seluruh Spanyol. Umat Islam berhasil diselamatkan. Setelah itu, Dinasti Murabitun di Spanyol mampu eksis sejak 1090 sampai 1147 Masehi.*/Bahrul Ulum, Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMuslim AndalusiaMuslim SpanyolPerang ZallaqahPilihan RedaksiRaja Alfonso VIThe Battle of Sagrajas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Mahasiswa Bekerja Memanen Sawit Meski Berpuasa Ramadhan
Tulisan selanjutnya Ulama yang Dijemput Maut Saat Sujud

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi

Berita
15 Juni 2026 19:30
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?