Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Pakar: “Disease X” lebih Berbahaya dari Covid-19,  Mengancam 50 Juta Jiwa

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 September 2023 05:56 5:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 September 2023 07:30
Bagikan
Disease X
Bagikan

Hidayatullah.com—Pakar kesehatan global menyuarakan kekhawatiran bahwa masyarakat menganggap remeh Covid-19, mengingat ancaman pandemi besar berikutnya akan segera terjadi. Ketua Tim Vaksinasi di Inggris, Dame Kate Bingham saat ini ada kekhawatiran “Disease X” jauh lebih mematikan dibandingkan Covid-19.

Pakar kesehatan ini meyakini pandemi ini berpotensi merenggut hingga 50 juta nyawa. Dijuluki “Disease X” (penyakit X) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena penyakit ini diperkirakan bisa terjadi kapan saja.

“Ini mungkin akibat jutaan virus yang tidak terdeteksi dan bisa 20 kali lebih berbahaya dibandingkan virus corona yang menyebabkan 2,5 juta kematian,” jelas The Mirror.

Menurut para ahli, pandemi berikutnya mungkin serupa dengan tingkat flu Spanyol, ketika vaksin yang dinyatakan WHO perlu segera disiapkan dan didistribusikan untuk mengatasi penyakit tersebut.

Ia menambahkan, dampaknya mungkin jauh lebih besar dibandingkan Covid-19 karena dunia berada dalam situasi ‘belum siap’ menghadapi infeksi tersebut pada awal tahun 2020.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Kate Bingham, yang memimpin Satuan Tugas Vaksin Inggris antara Mei dan Desember tahun lalu, mengimbau masyarakat untuk tidak berpuas diri hanya karena Covid-19 kini dianggap sebagai penyakit rutin.

“Pandemi flu pada tahun 1918-19 menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia, dua kali lipat jumlah korban jiwa pada Perang Dunia Pertama.

“Jadi, saat ini, kita bisa memperkirakan jumlah kematian yang sama akibat salah satu dari sekian banyak virus yang sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini para ilmuwan telah mengidentifikasi 25 keluarga virus yang berpotensi berkembang menjadi pandemi.

Selain itu, katanya, diperkirakan masih ada sekitar satu juta lebih virus di luar sana yang dapat berpindah dari satu spesies ke spesies lainnya dan mencoba membunuh jutaan orang.

Menurut Bingham, “Disease X” sama menularnya dengan campak dan memiliki tingkat kematian yang sama dengan penyakit Ebola, terutama ditemukan di Afrika Selatan dengan tingkat kematian 25 persen hingga 90 persen.

Ketika ditanya alasan di balik meningkatnya jumlah serangan virus secara global, Bingham menjawab, Kita harus membayar untuk hidup di dunia modern.

Pertama, dunia semakin terhubung melalui globalisasi. Kedua, semakin banyak orang yang tinggal di kota, tempat mereka sering melakukan kontak dekat dengan orang lain.

“Di belahan dunia lain, penyakit ini akan menyebar dan cepat atau lambat beberapa orang akan jatuh sakit,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronacovid-19Dame Kate Binghamdisease XHeadlinepenyakit X
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kamerun Melarang TV Menayangkan Adegan Homoseksual
Tulisan selanjutnya Pemakaman Kuno Gaza Makam Romawi Berusia 2.000 Tahun Kembali Ditemukan di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?