Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Dr. Zakiah Daradjat: Pentingnya Psikologi Dakwah untuk Para Dai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2024 22:47 10:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2024 08:00
Bagikan
Dr. Zakiah Daradjat
Bagikan

Dr. Zakiah Daradjat dengan tegas menyatakan bahwa pemahaman psikologi dakwah sangat penting bagi para da’i

Daftar isi
  • Memahami Sasaran Dakwah
  • Pertimbangan untuk Dai
  • Keperluan Pokok Manusia
  • Menarik Perhatian Jamaah
  • Pemusatan Perhatian
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | Dr. ZAKIAH Daradjat (1929-2013), seorang tokoh muslimah penting Indonesia dalam bidang psikologi Islam  menekankan betapa pentingnya memahami psikologi dalam konteks dakwah.

Dalam majalah Suara Masjid No. 93 (Juni, 1982: 62-67), Dr. Zakiah menulis artikel menarik berjudul “Psikologi Dakwah”.  Dalam catatan beliau belum ada cabang khusus dari ilmu jiwa yang secara spesifik disebut “Psikologi Dakwah”.

Hanya saja, pertimbangan-pertimbangan psikologis dapat sangat membantu para da’i dalam menyampaikan pesan mereka. Dari sinilah, akan terasa sangat pentingnya dari mengerti psikologi untuk kepentingan dakwahnya.

Dalam pandangan beliau, pemahaman mendalam tentang kondisi kejiwaan sasaran dakwah, teknik menarik perhatian, serta penguasaan materi adalah kunci keberhasilan dakwah.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Memahami Sasaran Dakwah

Menurut Dr. Zakiah Daradjat, setiap da’i harus mengetahui dengan pasti siapa yang menjadi sasaran dakwahnya. Sasaran dakwah bisa sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.

Setiap kelompok umur memiliki ciri kejiwaan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya, anak-anak usia 7-12 tahun belum mampu berpikir logis dan lebih banyak berfantasi serta bermain, sehingga pendekatan dakwah kepada mereka harus berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.

Remaja, yang berada dalam tahap perkembangan jasmani dan kejiwaan yang cepat, memerlukan pendekatan yang memberikan bimbingan dan dukungan untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Demikian pula, orang dewasa muda memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda dibandingkan dengan orang tua. Oleh karena itu, para da’i harus mampu menyesuaikan pesan dan metode dakwah mereka sesuai dengan tahap perkembangan jiwa sasaran.

Oleh karena itu, beliau menandaskan, “Setiap tahap umur, mempunyai ciri, sifat, keperluan jiwa masing-masing, oleh sebab itu tidak dapat dihadapi dengan satu cara saja. Maka para da’i hendaknya secara sederhana dapat memahami perkembangan jiwa serta keperluan tiap- tiap tahap umur manusia itu, pengetahuan sederhana tentang ilmu jiwa perkembangan juga sangat diperlukan.”

Pertimbangan untuk Dai

Bagi Dr. Zakiah Daradjat, penceramah harus memiliki penampilan dan gaya yang meyakinkan serta menyenangkan. Di samping itu, penting bagi penceramah untuk menguasai materi yang akan disampaikan, tampil percaya diri, dan mengucapkan kata-kata dengan tepat dan jelas.

Keikhlasan dalam menjalankan tugas dakwah juga sangat diperlukan. Tuturnya, “Seharusnya penceramah menguasai bahan yang akan disampaikannya, tampak mantap, dan mengucapkan kata-kata secara tepat dan benar. Dan yang sangat perlu pula adalah keikhlasan hati dalam menunaikan tugas dakwah itu.”

Keperluan Pokok Manusia

Dr. Zakiah Daradjat juga menekankan pentingnya memahami keperluan pokok manusia dalam berdakwah. Keperluan ini dibagi menjadi dua, yaitu keperluan jasmaniah dan rohaniah.

Keperluan jasmaniah mencakup kebutuhan biologis seperti makan, minum, dan istirahat. Sementara keperluan rohaniah mencakup kebutuhan psikologis dan sosial seperti kasih sayang, rasa aman, harga diri, rasa bebas, dan rasa sukses.

Semua orang, dari berbagai usia dan latar belakang, akan tertarik pada hal-hal yang berhubungan langsung dengan keperluan pokok mereka. Dengan demikian, para da’i perlu menyampaikan pesan dakwah yang relevan dengan keperluan-keperluan ini agar dapat lebih mudah diterima oleh jamaah.

Karena itulah, jika dai sedang berhadapan dengan audiens yang berlatar belakang berbeda baik usia, pendidikan, background, pengalaman dan karakter berbeda, maka beliau mengingatkan;

“Maka disini seorang da’i harus berusaha mencari faktor apa yang terdapat pada semua orang dari segala umur dan semua tingkat pendidikan, sosial dan ekonomi itu? Jika tidak, maka usahanya dalam dakwah tidak akan berhasil dengan baik. Maka faktor atau unsur-unsur yang terdapat pada semua mereka adalah “Keperluan pokok manusia, yang dapat dibagi kepada dua macam: yaitu keperluan jasmaniah yang bersifat biologis, seperti: makan, minum, buang air, seks dan sebagainya. Dan keperluan rohaniah kejiwaan dan sosial, yang antara lain kasih sayang, rasa aman, harga diri, rasa bebas, rasa sukses, rasa kekeluargaan dan rasa tahu.”

Menarik Perhatian Jamaah

Menarik perhatian jamaah dalam dakwah adalah tantangan tersendiri. Dr. Zakiah Daradjat menggarisbawahi bahwa dalam ceramah, khotbah, atau pidato, tidak mudah untuk membuat semua jamaah tetap fokus. Banyak faktor eksternal seperti suara bising atau gangguan lainnya yang bisa mengalihkan perhatian mereka.

Para da’i perlu mengetahui cara-cara untuk memusatkan perhatian jamaah. Tempat ceramah, misalnya, harus nyaman dan sesuai dengan jumlah jamaah.

Udara yang sejuk dan pencahayaan yang baik juga sangat penting. Selain itu, penceramah harus tampil meyakinkan, menguasai materi, dan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Pemusatan Perhatian

Proses pemusatan perhatian jamaah, menurut Dr. Zakiah Daradjat, terjadi melalui beberapa tahap. Pada tahap pendahuluan, perhatian jamaah masih terpencar-pencar. Pada tahap selanjutnya, perhatian mulai terfokus sebagian pada penceramah.

Akhirnya, pada tahap polarisasi penuh, perhatian jamaah sepenuhnya tertuju pada penceramah.

Namun, perhatian ini tidak bertahan lama dan bisa mudah terganggu. Oleh karena itu, penceramah harus terus berusaha menjaga perhatian jamaah dengan menggunakan teknik-teknik tertentu seperti menggunakan kalimat-kalimat pendek dan tidak bergantung pada teks tertulis.

Tandas beliau, “Semakin lama perhatian jamaah pendengar bertalian terhadap penceramah, maka semakin kuatlah dan hebatlah polarisasi. Kadar perhatian terpengaruh oleh derajat keserasian jamaah, cara penyampaian si penceramah dan oleh materi yang disampaikan. Maka jamaah yang tidak seimbang tidak dapat bertahan dalam polarisasi untuk waktu yang lama. Boleh jadi kalimat-kalimat pendek dapat membantu untuk memusatkan perhatian, karena pendeknya itu sejalan dengan sempitnya lingkup perhatian. Penceramah yang menggunakan kalimat-kalimat panjang, dihadapkan kepada kegagalan.”

Melalui tulisannya tersebut, Dr. Zakiah Daradjat dengan tegas menyatakan bahwa pemahaman psikologi dakwah sangat penting bagi para da’i. Dengan memahami kondisi kejiwaan sasaran dakwah, teknik menarik perhatian, serta penguasaan materi, para da’i dapat menyampaikan pesan mereka dengan lebih efektif.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahMuslimahPilihan RedaksiZakiah Daradjat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti BRIN: Kesepian dapat Sebabkan Lansia Alami Masalah Kesehatan Fisik
Tulisan selanjutnya BMH Salurkan Beras, Senyum Bahagia Santri Tahfidz Cahaya Al-Quran Terukir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?