Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menteri Ekstremis ‘Israel’ akan Bangun Sinagoga di Masjidil Aqsha

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2024 10:10 10:10 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Agustus 2024 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir memicu kemarahan setelah mengatakan dia akan membangun sinagoga di kompleks Masjid Al-Aqsha jika dia bisa.

Pernyataan menteri ekstremis Yahudi itu memperkuat narasi bahwa situs suci umat Islam dan simbol nasional Palestina tersebut berada di bawah ancaman.

Ben Gvir, yang berulangkali menyerukan ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsha atau bagi Yahudi adalah Kuil GUnung, menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara Senin pagi di Radio Angkatan Darat.

Masjid Al-Aqsha atau Masjidil Aqsha di Yerusalem dianggap sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam dan merupakan simbol identitas Palestina.

Non-Muslim dapat memasuki kompleks tersebut namun tidak diizinkan memasuki masjid.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Sementara itu, umat Yahudi diizinkan untuk berdoa di Tembok Ratapan atau sebuah Tembok Barat kompleks tersebut, yang dipandang sebagai situs tersuci dalam agama Yahudi.

“Jika saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan, saya akan menancapkan bendera Israel di situs tersebut,” kata Ben-Gvir dalam wawancara tersebut, lansir Al Jazeera pada Senin (26/08/2024).

Ditanya beberapa kali oleh seorang jurnalis apakah ia akan membangun sinagoga di situs tersebut jika ia bisa, Ben-Gvir akhirnya menjawab: “Ya.”

Di bawah status quo yang telah berlangsung selama puluhan tahun yang dipertahankan oleh pihak berwenang Israel, orang-orang Yahudi dan non-Muslim lainnya diizinkan untuk mengunjungi kompleks di Yerusalem Timur yang diduduki pada jam-jam tertentu, tetapi mereka tidak diizinkan untuk beribadah di sana atau menunjukkan simbol-simbol keagamaan.

Ben-Gvir juga dikritik oleh beberapa orang Yahudi Ortodoks, yang menganggap situs ini terlalu suci untuk dimasuki oleh orang Yahudi. Menurut para rabi terkemuka, orang Yahudi dilarang memasuki bagian mana pun dari Al-Aqsha karena kesuciannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, larangan di kompleks tersebut semakin dilanggar oleh kelompok nasionalis religius garis keras seperti Ben-Gvir, yang terkadang memicu konfrontasi dengan warga Palestina.

Kompleks Masjid Al-Aqsa dikelola oleh Yordania, namun akses ke situs itu sendiri dikendalikan oleh pasukan keamanan Israel.

Ben-Gvir mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa orang Yahudi harus diizinkan untuk berdoa di kompleks tersebut.

“Orang Arab dapat berdoa di mana pun mereka inginkan, jadi orang Yahudi seharusnya dapat berdoa di mana pun mereka inginkan,” katanya, mengklaim bahwa ‘kebijakan saat ini mengizinkan orang Yahudi untuk berdoa di tempat ini’.

Beberapa politisi Yahudi ultra-Ortodoks sebelumnya telah mengecam upaya Ben-Gvir untuk mempromosikan ibadah dan doa Yahudi di kompleks Masjidil Aqsha.

Salah satunya, Menteri Dalam Negeri Moshe Arbel, sebelumnya menyebut komentar Ben-Gvir tentang masalah ini sebagai “penistaan”, dan menambahkan bahwa “larangan ibadah Yahudi di Temple Mount adalah posisi semua orang bijak Israel selama beberapa generasi”.*

Menanggapi komentar Ben Gvir pada hari Senin, Hamas mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan, “Ekstremis Ben Gvir menegaskan niatnya untuk membangun sebuah sinagoge di Masjid Al-Aqsha; sebuah pengumuman yang berbahaya dan negara-negara Arab dan Islam harus memikul tanggung jawab mereka untuk melindungi Al-Aqsha dan tempat-tempat suci.”

Gerakan perlawanan Palestina menambahkan, “Apa yang diungkapkan oleh menteri teroris Ben Gvir pagi ini tentang niatnya untuk membangun sinagoga Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, merupakan pengumuman berbahaya yang mencerminkan sifat niat pemerintah penjajah terhadap Al-Aqsha dan identitas Arab serta Islam, dan langkah-langkah kriminalnya yang berusaha untuk meng-Yahudi-kan dan memperketat kontrol atas Al-Aqsha.”

Pada bulan September 2000, Perdana Menteri ‘Israel’ saat itu, Ariel Sharon, berkeliling kompleks Masjid Al-Aqsa dengan dikelilingi oleh sekitar seribu polisi anti huru-hara bersenjata.

Tindakan Sharon ini memicu protes dari warga Palestina yang memulai Intifada Kedua, atau pemberontakan, terhadap pendudukan Israel di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza.

Sharon dibenci oleh warga Palestina karena perannya dalam sejumlah pembantaian warga Palestina, termasuk di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Lebanon pada tahun 1982, serta pada tahun 1953 di desa Qibya di Tepi Barat dan kamp Bureij di Gaza.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelKonflik Palestina-IsraelMasjid Al-AqsaMasjidil AqshapalestinaSinagoga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendeta Palestina Kritik Gereja dan Teolog hanya Diam Melihat Pembantaian di Gaza
Tulisan selanjutnya Pemukim ‘Israel’ Lakukan Penodaan, Gelar Festival Musik dan Tenggak Miras di Masjid Ibrahimi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?