Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hasil DNA Tak Buktikan Bersalah, Imam Marcellus Williams Terancam Dieksekusi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 September 2024 23:03 11:03 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 September 2024 23:03
Bagikan
Imam Marcellus William
Bagikan

Hidayatullah.com – Mahmakah Agung dan Gubernur Missouri menolak untuk menghentikan eksekusi mati seorang terpidana Muslim yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (24/09/2024), meskipun jaksa penuntut ada bukti yang bahwa ia tidak bersalah dalam kasus pembunuhan.

Terpidana mati itu, Imam Marcellus ‘Khalifah’ Williams, bersikukuh dia tidak bersalah. Sikap Williams didukung dengan bukti DNA yang tidak cocok dengan kasus yang menjeratnya.

“Tuan Williams telah menghabiskan semua proses hukum dan semua jalur peradilan, termasuk lebih dari 15 kali sidang yang mencoba untuk menyatakan bahwa dia tidak bersalah dan membatalkan hukumannya,” kata Gubernur Missouri Mike Parson dalam sebuah pernyataan.

Pada tahun 2001, Williams, 55, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Felicia Gayle, seorang mantan wartawan surat kabar yang ditemukan tewas dengan luka tikaman di rumahnya pada tahun 1998.

Williams mengklaim dirinya tidak bersalah sejak awal, dan eksekusinya ditunda pada tahun 2015 dan 2017 untuk melakukan tes DNA tambahan pada pisau yang digunakan dalam pembunuhan tersebut setelah terungkap bahwa DNA Williams tidak ditemukan pada senjata pembunuh.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Jaksa penuntut pada bulan Januari mengajukan penundaan eksekusi, dengan mengatakan bahwa tes DNA pada senjata pembunuh dapat mengecualikan Williams sebagai pembunuhnya.

Namun, argumen tersebut digagalkan pada bulan lalu setelah tes DNA baru mengungkapkan bahwa senjata pembunuh itu telah salah ditangani oleh para penyelidik, sehingga mencemari bukti yang seharusnya dapat membebaskan William.

Tes DNA baru ini “meruntuhkan klaim jaksa penuntut yang menyatakan bahwa Williams tidak bersalah dan sepenuhnya mendukung temuan pengadilan setempat bahwa bukti ini tidak menunjukkan adanya pelaku lain atau mengecualikan Williams sebagai pembunuh,” tulis Mahkamah Agung dalam putusannya pada hari Senin.

Williams dijadwalkan akan dieksekusi dengan suntikan mati pada pukul 18.00 waktu setempat (2300GMT) pada hari Selasa.

Sejak keputusan untuk tidak menghentikan eksekusi dijatuhkan, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi advokasi dan kebebasan hak-hak sipil Muslim terbesar di AS, mengeluarkan sebuah petisi kepada gubernur Missouri untuk membatalkan eksekusi tersebut. Lebih dari 35.000 orang telah menandatanganinya.

“Sangat tidak masuk akal untuk membiarkan eksekusi dilakukan ketika ada bukti yang kredibel bahwa dia tidak bersalah,” kata Wakil Direktur Nasional CAIR Edward Ahmed Mitchell dalam sebuah pernyataan.

“Gubernur Parson memiliki kekuatan untuk mencegah eksekusi yang salah, dan kami menyerukan kepada semua orang untuk bergabung dalam aksi mendesak ini,” tambah Mitchell. “Tidak seorang pun boleh dihukum mati ketika masih ada pertanyaan tentang kesalahannya, terutama dalam kasus yang sarat dengan bias rasial dan kegagalan sistemik.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikateksekusi matiImam Marcellus WilliamsMissouriMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panel Diskusi Festival Buku dibatalkan Penulis Pro-Palestina Boikot Moderator Zionis, Panel Diskusi Festival Buku Batal Digelar
Tulisan selanjutnya Kudeta Gagal Kongo Kongo Hukum Mati Warga AS yang Terlibat Upaya Kudeta Gagal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?