Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Popok Langka dan Mahal, Bayi Palestina Terpaksa Pakai Kantong Plastik

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Desember 2024 14:18 2:18 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Desember 2024 17:00
Bagikan
Ibu Palestina memakaikan popok anaknya
Bagikan

Hidayatullah.com – Sejak penjajah ‘Israel’ melancarkan perang genosidanya pada 7 Oktober 2023, krisis kemanusiaan memilukan telah terjadi di Gaza, membuat banyak keluarga Palestina berjuang tanpa kepastian akan kehidupan normal.

Daftar isi
  • Kantong plastik dan kain sebagai pengganti popok
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Seperti yang dinyatakan sebelumnya oleh UNICEF, selama masa perang dan konflik, dampak terbesar dan paling menghancurkan sering kali dirasakan oleh mereka yang paling rentan, terutama anak-anak, dan ini terbukti di Gaza, dengan bayi dan orang tua mereka di antara yang paling terdampak.

Saat ini, para ibu di Gaza menghadapi kekurangan pasokan kebutuhan pokok untuk anak-anak mereka, dengan kebutuhan yang hampir mustahil ditemukan atau sama sekali tidak terjangkau.

Perjuangan ini semakin diperparah dengan seringnya penundaan dan terhambatnya dalam pengiriman bantuan kemanusiaan karena ‘Israel’ seringkali mempersulitnya.

Ketika kondisi terus memburuk, The New Arab berbicara dengan para ibu di Gaza untuk memahami bagaimana mereka mengasuh anak-anak mereka, terutama ketika musim dingin tiba dan kondisi di kamp-kamp pengungsian memburuk.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kantong plastik dan kain sebagai pengganti popok

Salah satu masalah pertama yang dilaporkan oleh para ibu yang diwawancarai oleh The New Arab adalah kurangnya akses terhadap popok.

Semua ibu yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka tidak mampu membeli popok karena kenaikan harga dan, sebagai akibatnya, mereka harus bergantung pada alternatif sementara.

Rana Medhat, seorang penduduk Az Zawayda, yang baru saja melahirkan putri keduanya, Toleen, mengatakan, “Sejak awal serangan ini, setiap hari adalah perjuangan untuk membeli popok untuk bayi perempuan saya.”

Rana menjelaskan bahwa sebelum perang genosida ‘Israel’, ia dan suaminya, Yousef, dapat membeli satu pak popok dengan harga kurang dari $5, namun harga tersebut kini meningkat drastis.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa setiap dolar yang dihabiskan untuk membeli popok untuk bayinya adalah satu dolar lebih sedikit tersedia untuk kebutuhan penting lainnya.

Dengan harga-harga yang tinggi ini, Rana menghadapi tantangan yang luar biasa dalam merawat bayinya dan telah menggunakan berbagai solusi darurat.

Kadang-kadang, Rana mengunjungi kamar bayi di rumah sakit terdekat, berharap mereka memiliki popok cadangan. Di lain waktu, ia menjemur popok bekas pakai di bawah sinar matahari dan mencoba menggunakannya kembali, meskipun ada risiko kebersihan. Dalam kasus terburuk, Rana tidak punya pilihan selain membiarkan bayinya memakai popok yang kotor sampai ia bisa mendapatkan popok baru, yang berdampak pada kulit bayinya yang sensitif.

Demikian pula, dua ibu lainnya juga mengalami hal yang sama.

Mona Ruqa’a, misalnya, menjelaskan bahwa ia kesulitan untuk membeli popok untuk bayi laki-lakinya, terutama karena ia memiliki anak lain yang juga membutuhkan popok.

Dia menyoroti kenaikan harga yang drastis sejak genosida dimulai, dengan menyatakan bahwa satu pak popok yang dulunya berharga sekitar 12 shekel (sekitar $ 3,50) sekarang harganya mencapai 220 shekel atau Rp 968 ribu.

“Bayangkan berapa banyak popok yang dibutuhkan bayi saya dalam sebulan,” keluhnya, sambil menekankan beban keuangan yang sangat besar bagi keluarganya.

Karena biaya yang tinggi ini, Mona terkadang terpaksa menggunakan kantong plastik atau kain ketika ia tidak bisa mendapatkan popok.

Seperti Rana, Mona mengatakan bahwa hal ini mengakibatkan “anak-anak saya menderita infeksi kulit.”

“Saya tidak punya pilihan lain,” tambah Mona.

Huda juga mengungkapkan keresahannya, dengan mengatakan, “Saya dan suami saya selalu mengkhawatirkan putri kami, Mira. Kami berjuang untuk menemukan sereal bayi, susu formula, popok, dan kebutuhan lainnya.”

Huda melanjutkan, “Putri saya menderita infeksi kulit parah karena saya tidak bisa membeli popok untuknya.”

Sambil menangis, ia menambahkan, “Genosida ini adalah genosida terhadap anak-anak kami dan kehidupan mereka. Apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka layak mendapatkan kondisi yang begitu kejam?”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak palestinagenosida GazaisraelPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menangis, Miftah Maulana Mundur dari Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto
Tulisan selanjutnya Tahun 2033 PLTN Tertua di Eropa akan Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?