Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pilot AL Prancis Diduga Membagikan Informasi Militer ke China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 April 2025 17:39 5:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 April 2025 17:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas pilot tempur Angkatan Laut Prancis sedang diperiksa oleh pihak berwenang dengan dugaan membagikan informasi militer sensitif kepada pihak China saat menjalani dua lawatan pelatihan ke China.

Pihak kejaksaan mengkonfirmasi bahwa mereka melakukan penyelidikan awal setelah menerima laporan dari Kementerian Angkatan Bersenjata pada 19 Februari.

Laporan itu dimasukkan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 40, yang mengharuskan pejabat publik memberitahukan pihak kejaksaan apabila mengetahui (dugaan) tindak pidana.

Pilot tersebut, yang diidentifikasi oleh media Prancis Le Parisien dan Mediapart sebagai Pierre-Henri Chuet, dikabarkan melakukan perjalanan ke China pada bulan September 2018 dan Agustus 2019 untuk memberikan pelatihan kepada pilot-pilot militer China. Kala itu dia masih berdinas di AL Prancis.

Sebuah sumber yang dekat dengan kasus itu mengatakan kepada media Prancybahwa Chuet tidak memberitahukan atasannya perihal perjalanan itu, sebagaimana yang diharuskan oleh peraturan.

Baca Juga

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Seminar yang dihadirinya dikabarkan diselenggarakan oleh sebuah sekolah penerbang Afrika Selatan, yang membayar Chuet melalui perusahaannya yang berbasis di Inggris, Mach 3 Management. Selama memberikan mengisi sesi pelatihan dia ditemani oleh seorang pilot asal Inggris.

Ketika dikontak AFP, kantor kejaksaan Paris mengkonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan terkait seseorang bekas anggota militer yang diduga membagikan informasi intelijen dan rahasia kepada pihak asing, melanggar aturan, bekerja untuk “dua majikan” dan pencucian penipuan pajak.

Proses penyelidikan masih berlangsung.Chuet membantah telah melakukan kesalahan.

“Apa yang saya lakukan adalah sekedar mengisi sebuah seminar 3 hari,” katanya kepada Le Canard Enchaîné, media Prancis yang pertama kali melaporkan kasus itu.

“Perjalanan 2019 saya itu tidak berjalan dengan baik, dan sejak itu saya tidak pernah menjejakkan kaki di China.”

Koran Le Canard tersebut tidak menyebutkan namanya, tetapi laporan Mediapart dan Le Parisien kemudian mengidentifikasinya sebagai Chuet, pria berusia 36 tahun berkewarganegaraan ganda Prancis dan Kanada.

Chuet bertugas di unit udara AL Prancis sampai 2021. Menurut Mediapart, dia ditempatkan di kapal induk Charles-de-Gaulle dan tergabung dalam pasukan Prancis yang dikirim ke Iraq menyusul serangkaian serangan November 2015 yang terjadi di Paris dan stadion Stade de France.

Sejak meninggalkan dinas kemiliteran, dia bekerja sebagai seorang konsultan bisnis, mengelola kanal YouTube bertemakan aviasi, kerap muncul di layar kaca Prancis sebagai komentator isu-isu pertahanan.

Satu sumber mengatakan kepada Mediapart mengatakan seminar yang dihadiri Chuet kemungkinan menyinggung soal operasi-operasi militer negara Barat di kawasan Timur Tengah belakangan ini.

Pada 2023, Prancis meloloskan UU Program Militer guna memperketat kontrol terhadap para bekas personel militer dan sipil yang bermaksud bekerja untuk negara atau perusahaan asing. UU itu berlaku sampai 10 tahun setelah masa kedinasan mereka berakhir.

Berdasarkan peraturan itu, setiap bekas personel militer dan sipil Prancis harus menyampaikan maksud mereka untuk bekerja di perusahaan atau negara asing kepada Kementerian Angkatan Bersenjata. Kementerian dapat menggagalkan rencana mereka apabila dinilai kemungkinan ada informasi atau pengetahuan penting, sensitif dan rahasia yang akan terbongkar sehingga berisiko membahayakan negara.

Legislasi itu tidak berlaku surut dan karenanya tidak mencakup kasus Chuet. Meskipun demikian, penyidik akan mencari tahu apakah tindakannya kala itu melanggar peraturan yang ada.

Penyelidikan kasus ini masih berlanjut dan belum ada yang dijerat tuduhan resmi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinamiliterPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamtramck: Kota Kecil Amerika Ini Menemukan Kedamaian dalam Pelukan Islam
Tulisan selanjutnya Perhatian! Wajib Punya Visa Haji untuk Melakukan Ibadah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

Berita
27 September 2026 07:18
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Terbaru

  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

28 September 2026 06:00
Berita

Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

28 September 2026 05:00
Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?