Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tarif 3.521% untuk Panel Surya Buatan Asia Tenggara yang Masuk ke Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 April 2025 20:02 8:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2025 02:02
Bagikan
solar egengy
Bagikan

Hidayatullah.com– Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk memberlakukan tatif impor hingga 3.521% atas panel surya dari empat negara Asia Tenggara.

Tarif yang diusulkan itu – membidik perusahaan-perusahaan di Kamboja, Thailand, Malaysia dan Vietnam – merupakan respons terhadap tuduhan subsidi dari China dan dumping produk-produk murah yang dijual ke pasar AS.

Badan pemerintah AS yang lain, International Trade Commission, akan membuat keputusan akhir tentang tarif baru itu pada bulan Juni, lansir BBC Selasa (22/4/2025).

Tarif yang akan dikenakan bervariasi antara perusahaan dan negara tempat produk dibuat.

Eksportir panel Surya asal Kamboja akan dikenai tarif paling tinggi 3.521% karena mereka dianggap kurang kooperatif dengan investigasi yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan AS.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Produk asal Malaysia yang digarap perusahaan milik China Jinko Solar dikenai tarif paling rendah 41%.

Perusahaan China lain, Trina Solar, dikenai tarif 375% untuk produk panel surya yang dibuat pabriknya di Thailand.

Departemen Perdagangan AS memulai investigasi satu tahun lalu setelah beberapa perusahaan raksasa produsen panel surya meminta pemerintahan Presiden Joe Biden kala itu melindungi operasi mereka di AS.

American Alliance for Solar Manufacturing Trade Committee – sekelompok perusahaan yang meminta supaya pemerintah AS melakukan penyelidikan – menyambut baik temuan Departemen Perdagangan tersebut.

“Ini adalah kemenangan yang menentukan bagi sektor manufaktur Amerika dan mengonfirmasi apa yang sejak lama kita ketahui, yaitu bahwa perusahaan-perusahaan tenaga surya yang berpusat di China telah mencurangi sistem,” kata Tim Brightbill, kuasa hukum untuk Alliance.

Pada 2023, Amerika Serikat mengimpor panel surya senilai hampir $12 miliar dari empat negara tersebut, menurut data US Census Bureau.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAsia Tenggarachinapanel surya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puan Noor Aishah Ibu Negara Pertama Singapura Wafat di Usia 91 Tahun
Tulisan selanjutnya 50 Hari Bantuan Tidak Masuk Gaza, PBB: ‘Kondisi Kemanusiaan Mencapai Titik Terburuk’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?