Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Israel’ Resah, Hamas Kembali Mengendalikan Wilayah Gaza setelah Gencatan Senjata

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2025 16:14 4:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2025 16:13
Bagikan
Aparat keamanan Hamas
Bagikan

Hidayatullah.com— Setelah dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, Hamas dilaporkan berhasil merebut kembali kendali administratif dan keamanan di Jalur Gaza dengan cepat dan terorganisasi.

Menurut sumber militer ‘Israel’ yang dikutip harian Haaretz, gerakan itu segera “mengaktifkan kembali lembaga pemerintahan dan keamanan” di wilayah tersebut serta menempatkan kader-kadernya pada posisi strategis.

#متابعة_شهاب|📌 رادع توجّه ضربةً قاسية لميليشيا ياسر أبو شباب

– ضمن عملية الردع المتواصلة ضد أوكار الخيانة، نفّذت قوة "رادع" فجر اليوم الثلاثاء عمليةً أمنية دقيقة جنوب قطاع غزة، استهدفت ميليشيا الهارب من العدالة ياسر أبو شباب، التي عملت على زعزعة الأمن الداخلي وتنفيذ أنشطة… pic.twitter.com/RjAEQlF2zj

— وكالة شهاب للأنباء (@ShehabAgency) October 21, 2025

Sumber ‘Israel’ itu menambahkan bahwa pasukan polisi yang dikelola Hamas telah kembali beroperasi secara bebas di lapangan, dan sejauh ini tidak ada protes besar atau oposisi internal yang berarti terhadap Hamas, meskipun kerusakan fisik besar dan kondisi kemanusiaan masih sangat sulit pascaperang.

Lebih lanjut, kelompok-kelompok yang sebelumnya didukung ‘Israel’ sebagai alternatif Hamas disebut telah hancur atau “dibersihkan.”

Media-media Arab melaporkan bahwa sejumlah kelompok kriminal penghianat yang didukung senjata oleh penjajah ‘Israel’ — banyak yang diringkus dan ditumpas. 

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Geng-geng itu menjarah bantuan dan membunuh warga di bawah perlindungan pendudukan (‘Israel’),” ujar seorang sopir truk di Gaza kepada Gulf News.

Operasi Keamanan dan Penumpasan “Pengkhianat”

Dalam laporan media internasional, Hamas menjalankan operasi militer internal yang terlihat sebagai upaya memulihkan kekuasaan.

Anggota keamanan Hamas mengejar dan menghadapi kelompok “pengkhianat” atau “kolaborator” dengan ‘Israel’, sambil melakukan penggerebekan di wilayah yang sebelumnya dikosongkan oleh pasukan ‘Israel’.

“Saluran Telegram yang terkait dengan Hamas mengatakan bahwa Hamas telah menargetkan ‘kolaborator dan pengkhianat’ yang bekerja sama dengan ‘Israel’.”

Salah satu kelompok besar yang disebut-sebut terlibat adalah klan Doghmush. Media melaporkan bentrokan bersenjata antara Hamas dan milisi keluarga tersebut.

“Geng yang dipimpin Hussam Doghmush dikenal karena menjarah konvoi bantuan dan merampok rumah-rumah yang ditinggalkan di wilayah yang sebelumnya dikuasai militer ‘Israel’,” tambah Gulf News.

“Tidak seorang pun diizinkan merusak keamanan publik atau hak-hak warga,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan keras.

Bagi ‘Israel’, pengambilalihan kembali kekuasaan oleh Hamas dianggap sebagai hambatan utama terhadap rencana pascaperang yang menginginkan pelucutan senjata Hamas dan pembentukan pemerintahan sipil non-partisan di Gaza.

Padahal sebelumnya, Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui telah mendukung sejumlah klan di Gaza yang guna melawan Hamas. 

“Atas saran pejabat keamanan, kami mengaktifkan klan-klan di Gaza yang menentang Hamas. Apa salahnya?,” ujarnya dikutip The Guardian.

Sementara itu Hamas menegaskan keberhasilanya menggelar operasi yang merupakan bagian dari “kampanye penegakan hukum dan operasi berkelanjutan untuk menindak ‘sarang-sarang pengkhianatan’.

Dalam pernyataannya, Hamas juga menyebut bahwa beberapa anggota kelompok Abu Syabab telah ditangkap, dan peralatan serta perlengkapan militer yang digunakan dalam kegiatan sabotase mereka berhasil disita.

Gerakan Hamas baru-baru ini membentuk pasukan keamanan baru bernama ‘Radaa’, dengan tujuan sebagai upaya untuk “menegakkan ketertiban dan keamanan publik” di wilayah Gaza.

Sejak kesepakatan gencatan senjata dicapai di Jalur Gaza setelah genosida dua tahun, pasukan keamanan Hamas telah berusaha untuk kembali ke jalan-jalan untuk menegaskan kekuasaannya pada situasi di daerah kantong Palestina yang hancur.

Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di wilayah Gaza bahkan mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membuka pintu untuk amnesti bagi anggota “Geng Kriminal” yang didukung ‘Israel’ dan banyak terlibat dalam pertumpahan darah dan menuntut mereka yang menolak menyerah kepada dinas keamanan, menurut sumber lokal.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASHeadlineisraelJalur GazaKeamanan Gazapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Desak Pemerintah Awasi Ketat Setelah Pencabutan Proyek PIK II dari Daftar PSN
Tulisan selanjutnya Usai Temuan Pesta Gay, Wali Kota Surabaya akan Perketat Pengawasan Penginapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?