Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menteri ‘Israel’ Usulkan Pembakaran Jenazah Yahya Sinwar

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2025 16:23 4:23 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2025 16:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Menteri Perhubungan ‘Israel’, Miri Regev, mengusulkan agar jenazah mantan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, dibakar, serupa dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat terhadap jenazah Usamah bin Laden pada tahun 2011. 

Laporan itu menyebut usulan tersebut muncul dalam rapat kabinet keamanan ‘Israel’ baru-baru ini yang membahas langkah-langkah lanjutan menjelang kemungkinan akhir operasi militer di Jalur Gaza.

Menurut Yedioth Ahronoth, Regev mengklaim bahwa tindakan tersebut “akan mengirimkan pesan simbolis yang kuat” kepada Hamas dan dunia Arab. 

“Kita tidak boleh memperlakukan mayat teroris seperti pahlawan,” ujar Regev sebagaimana dikutip surat kabar itu. “Jenazah Sinwar harus dibakar, seperti yang dilakukan Amerika terhadap Bin Laden.” 

Sumber-sumber kabinet zionis yang tidak disebut namanya mengatakan sebagian besar menteri, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf IDF Herzl Halevi, menolak gagasan tersebut, menilai bahwa tindakan semacam itu akan menimbulkan kecaman internasional dan memperkeruh hubungan diplomatik ‘Israel’.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Salah satu pejabat dilaporkan mengatakan bahwa “‘Israel’ harus tetap berpegang pada standar hukum dan kemanusiaan, bahkan terhadap musuh terburuknya.” 

Mengutip laporan yang sama, Yedioth Ahronoth menjelaskan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak menanggapi langsung usulan Regev dalam forum tersebut, namun menegaskan agar setiap keputusan mengenai perlakuan terhadap jenazah tokoh pejuang Hamas akan didasarkan pada pertimbangan hukum internasional dan keputusan tentara. 

Kontroversi muncul setelah spekulasi intensif mengenai nasib Yahya Sinwar, yang sejak akhir September diyakini bersembunyi di jaringan terowongan bawah tanah di selatan Gaza.

Pihak militer penjajah awal Oktober menyatakan telah “menutup lingkaran” terhadap sejumlah pemimpin Hamas yang bersembunyi, termasuk Sinwar, meski belum ada konfirmasi pasti mengenai keberadaannya. 

Dalam laporan terpisah, sejumlah media ‘Israel’ menilai pernyataan Regev mencerminkan meningkatnya tekanan politik internal dalam kabinet Netanyahu, terutama di tengah desakan kelompok kanan untuk “menghapus seluruh jejak kepemimpinan Hamas” setelah genap satu tahun operasi militer di Gaza. 

Pernyataan Regev segera memicu reaksi di media sosial dan lingkungan politik ‘Israel’. Anggota oposisi dari Partai Buruh dan Meretz mengecam usulan itu sebagai “tindakan yang tidak manusiawi dan hanya memperdalam kebencian.”

Salah satu anggota Knesset dari Meretz menulis di platform X bahwa “mereka yang mengklaim berperang demi nilai-nilai moral tidak boleh meniru tindakan yang melanggar martabat manusia, bahkan terhadap musuh.” 

Sementara juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengecam keras usulan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan barbar yang menunjukkan kebiadaban ‘Israel’”. “Kami akan membalas setiap tindakan keji ini dengan cara kami sendiri,” ancam Barhoum dalam sebuah pernyataan resmi.

Kritik terhadap usulan Regev juga datang dari kalangan internasional. Organisasi Amnesty International mengingatkan bahwa pembakaran jenazah dapat dianggap sebagai penghinaan terhadap martabat manusia dan bertentangan dengan hukum internasional.* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DibakarHAMASisraelMiri RegevUsamah bin LadenYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usai Temuan Pesta Gay, Wali Kota Surabaya akan Perketat Pengawasan Penginapan
Tulisan selanjutnya China Wajibkan Influencer Punya Gelar Akademis untuk Bahas Topik Profesional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?