Hidayatullah.com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan berhasil membongkar jaringan spionase ‘Israel’ dan mengeliminasi empat mata-mata di Jalur Gaza utara.
Keempat agen zionis itu tewas setelah berupaya menculik seorang anggota kelompok perlawanan Palestina, menurut laporan Brigade Al-Qassam melalui kanal Telegram resminya pada Senin (01/12/2025).
Brigade Qassam menegaskan bahwa keempat orang tersebut “beroperasi untuk musuh Israel” dan “dimusnahkan” selama upaya operasi penculikan tersebut. Sayap bersenjata tersebut menambahkan bahwa senjata telah disita dari para terduga mata-mata tersebut tetapi tidak mengungkapkan identitas mereka atau memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan pasti dari bentrokan tersebut. Belum ada komentar langsung dari militer ‘Israel’ terkait laporan Hamas.
Kabar ini mengungkap operasi intelijen dan kontra-intelijen yang masih berlanjut di Gaza meskipun serangan militer skala besar terus berlanjut. Insiden-insiden semacam itu menunjukkan masih adanya upaya kedua belah pihak untuk mengumpulkan informasi, menangkap personel, dan melemahkan operasi masing-masing dari dalam.
Kesulitan memverifikasi klaim-klaim tersebut secara independen merupakan ciri khas dimensi rahasia perang dua tahun ini, di mana baik entitas zionis ‘Israel’ maupun Palestina mengoperasikan jaringan intelijen yang luas.
Insiden mata-mata yang dilaporkan terjadi di tengah kekerasan dahsyat yang telah melanda wilayah kantong tersebut sejak Oktober 2023. Menurut otoritas kesehatan Palestina, serangan militer Israel telah mengakibatkan lebih dari 70.000 kematian, mayoritas perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 170.900 orang terluka.
Perang genosida tersebut telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza dan menciptakan krisis kemanusiaan yang parah, dengan penduduk menghadapi kekurangan makanan, air, dan perawatan medis yang parah.*




