Hidayatullah.com—Dr. Ra’fat Nassar, dosen Fakultas Ushuluddin di Islamic University of Gaza, membagikan kesaksiannya mengenai salah satu mantan mahasiswanya, Abu Ubaidah, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. Kesaksian tersebut kemudian dikutip dan diberitakan oleh Al Jazeera Arabic.
Dalam unggahannya, Nassar menuliskan pengalamannya ketika memeriksa lembar jawaban ujian milik Abu Ubaidah, yang memiliki nama asli Hudhayfa Samir al-Kahlout, semasa masih menempuh pendidikan di fakultas tersebut.
Ia menyebut jawaban ujian itu kembali mengingatkannya pada sosok mahasiswa yang pernah ia ajar. “Jawaban-jawabannya menunjukkan kecerdasan, kekuatan hafalan, dan kesungguhan dalam belajar,” tulis Nassar, sebagaimana dikutip Al Jazeera Arabic.
Ia menggambarkan Abu Ubaidah sebagai mahasiswa yang tekun, mampu menyusun argumen dengan rapi, serta menunjukkan penguasaan materi keilmuan Islam yang kuat.
Islamic University of Gaza dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi utama di Jalur Gaza, dengan Fakultas Ushuluddin yang berfokus pada studi Al-Qur’an, hadis, akidah, dan pemikiran Islam.
Nassar menegaskan bahwa kesaksiannya semata-mata bersifat akademik dan didasarkan pada interaksi langsung di lingkungan kampus.
Unggahan tersebut menarik perhatian luas di media sosial dan kemudian diangkat oleh sejumlah media Arab, seiring meningkatnya sorotan publik terhadap sosok Abu Ubaidah dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, laporan Al Jazeera Arabic menekankan bahwa kesaksian Nassar terbatas pada latar belakang pendidikan dan karakter akademik yang bersangkutan.
Abu Ubaidah, yang dikenal luas sebagai juru bicara Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata pejuang Hamas, dilaporkan baru saja gugur (syahid) akibat genosida ‘Israel’ di Gaza.
Kesaksiannya sebagai mantan mahasiswa menambah informasi mengenai latar belakang pendidikan tokoh tersebut, terlepas dari perannya di medan konflik.*




