Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Februari 2026 18:45 6:45 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2026 18:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan udara penjajah Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026), menghantam kamp pengungsian di Al-Mawasi, Khan Younis, apartemen di Gaza City, serta sejumlah fasilitas sipil.

Sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan tewas—banyak di antaranya perempuan dan anak-anak—dalam salah satu serangan paling mematikan sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut laporan Reuters.

Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan korban terus bertambah sejak pagi. “Jumlah korban tewas sejak fajar meningkat menjadi 32 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan,” kata juru bicara Mahmud Bassal.

Ia menambahkan bahwa apartemen hunian, tenda pengungsi, tempat penampungan, dan kantor polisi menjadi sasaran, memicu bencana kemanusiaan.

Kesaksian warga menggambarkan dampak tragis pemboman tersebut. “Tiga anak perempuan meninggal saat mereka sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan,” ujar Samer al-Atbash kepada AFP.

Baca Juga

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

Kerabat lain mempertanyakan makna kesepakatan damai yang sedang berlangsung. “Gencatan senjata apa yang Anda maksud? Semua orang saling menipu,” katanya.

Otoritas kesehatan Palestina menyebut serangan itu menargetkan area sipil. Malam tersebut bahkan disebut sebagai periode paling mematikan sejak truce Oktober lalu, sementara kedua pihak saling menuduh melanggar perjanjian.

Serangan baru menggugurkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menilai keikutsertaan Indonesia sebagai “kesempatan bersejarah” untuk mencapai “perdamaian” di Gaza dan mengurangi penderitaan warga.

Realitas justru memperlihatkan serangan baru dan laporan ratusan warga Gaza telah syahid sejak gencatan senjata dimulai, memperkuat keraguan terhadap efektivitas arsitektur damai yang baru dibentuk AS.

Bab Baru “Dewan Perdamaian”

Serangan terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat meluncurkan Board of Peace atau “Dewan Perdamaian” , sebuah inisiatif buatan AS yang diklaim bertujuan menstabilkan Gaza dan menangani krisis global.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya berkomitmen memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali. Dewan ini melibatkan sejumlah tokoh seperti Marco Rubio, Steve Witkoff, Jared Kushner, Tony Blair, Ajay Banga, dan Robert Gabriel.

Sebanyak 26 negara dilaporkan masuk daftar awal—di antaranya Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Qatar, hingga Argentina—sementara beberapa negara Eropa disebut memilih tidak bergabung.

Tanpa Palestina, Tak Ada Perdamaian

Beberapa pengamat menilai desain lembaga tanpa keterlibatan penuh pihak Palestina berisiko gagal.

Analis Ian Parmeter dari Australian National University menyebut tuntutan pelucutan senjata pejuang Hamas sebagai “batu sandungan besar” yang dapat menggagalkan proses damai jika tidak dapat diterima pihak yang bertikai.

Sementara Steven Wright dari Hamad Bin Khalifa University mempertanyakan status politik Hamas dalam tatanan pascaperang. Tanpa kejelasan itu, ia memperingatkan kesepakatan hanya akan menjadi “gencatan senjata rapuh, bukan perdamaian langgeng.”

Kelompok HAM seperti Amnesty International juga menyatakan terdapat bukti pelanggaran hukum internasional dalam operasi militer yang berdampak besar pada warga sipil—tuduhan yang berulang kali dibantah pemerintah Israel.

Serangan terbaru mempertegas rapuhnya upaya damai di tengah perang yang oleh banyak pihak—termasuk sejumlah pakar hukum internasional—terus diperdebatkan apakah telah memasuki kategori genosida atau tidak, tuduhan yang ditolak keras oleh Israel.

Di tengah pembentukan Dewan Perdamaian dan seruan internasional untuk menghentikan perang, kekerasan masih terjadi dan perjanjian kerap diperselisihkan. Situasi ini memunculkan pertanyaan lama: apakah inisiatif diplomatik mampu menghentikan pertumpahan darah, atau kembali kandas oleh realitas perang di lapangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Board of PeaceDewan PerdamaianHeadlineisraelJalur Gazakamp pengungsianKhan Younisserangan udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afsel Usir Utusan ‘Israel’, Tel Aviv Balas
Tulisan selanjutnya Iran Mampu Membela Diri Tanpa Senjata Nuklir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran

Berita
6 Juli 2026 10:44
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?