Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tertawalah, Biar Anda Makin Sehat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 September 2005 11:41
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 2 September 2005

Hidayatullah.com–Para
ilmuwan berpendapat, tawa adalah salah satu cara manusia berkomunikasi. Sebelum
manusia belajar bicara, ia sudah menggunakan tawa untuk mengungkapkan
perasaannya.

Kemampuan berbicara dan tertawa dihasilkan bagian otak yang
berbeda. Jika pusat koordinasi bahasa manusia terdapat di bagian cortex atau
bagian depan otak, maka tawa dihasilkan oleh sistem limbik yang merupakan
bagian emosional otak.

Kedua bagian otak ini berhubungan dalam mengkoordinasi rasa
humor seseorang. Menurut Barbara Wild, neurolog Universitas Tübingen, bagian
depan otak dapat mengatur, apakah kita tertawa mendengar hal yang lucu atau
tidak.

Anak-anak lebih mudah tertawa lepas melihat kejadian lucu
daripada orang dewasa, karena bagian depan otak yang mengatur hal ini
berkembang lebih pelan daripada sistem limbik, yang menghasilkan tawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tawa dan humor juga dapat digunakan untuk menentukan kedudukan
seseorang dalam suatu kelompok. Teori ini disebut teori superioritas. Berbagai
penelitian menunjukkan, bahwa para atasan lebih sering membuat lelucon daripada
karyawannya. Dan para karyawan akan tertawa terbahak-bahak, walau mereka tidak
mengerti lelucon atasannya.

Wanita cenderung tertawa lebih banyak, bila ada
laki-laki di dekatnya. Sebaliknya, laki-laki enggan tertawa terbahak-bahak bila
ada kemungkinan tawanya didengar oleh seorang wanita.

Jo-Anne Bachorowski, peneliti Universitas Vanderbilt di Nashville,
Amerika Serikat, mengatakan, tawa ibarat kode sangat kompleks, yang dapat
berfungsi menyampaikan pesan tertentu kepada si pendengar.

Sayangnya, sampai saat ini hanya sedikit ilmuwan yang
meneliti tawa dan rasa humor sebagai sarana komunikasi manusia.

Tawa dan rasa humor juga terbukti meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap rasa sakit. Hal ini dibuktikan Willlibald Ruch, seorang psikolog
Universitas Zürich. Willibald Ruch mengundang beberapa peserta eksperimen untuk
menonton pertunjukan lawak atau film komedi tua. Makin lepas para relawan itu
tertawa, semakin bagus, Willibald Ruch menjelaskan:

“Kami bisa menunjukkan, orang yang lebih banyak tertawa saat
menonton film komedi, setengah jam setelah menonton film lebih bisa tahan pada
rasa sakit,“ ujar Willibald Ruch.

Para relawan yang mengikuti
eksperimen Willibald Ruch semuanya sehat. Untuk percobaan itu, mereka tersedia
merasakan sakit melalui tes “Cold Pressure Test“.

Caranya peneliti meminta peserta memasukkan tangannya dalam
air es dan mengukur berapa lama orang itu tahan pada rasa dingin yang menusuk.

Setelah tertawa terbahak-bahak para peserta eksperimen tahan
jauh lebih lama pada rasa sakit.

“Itu yang aneh dalam penelitian ini. Ada beberapa teori, ada yang mengatakan itu
karena perhatian yang teralih, ada yang mengatakan karena orang itu lebih
relaks. Mungkin juga karena peningkatan hormon endorphin tetapi sebenarnya
ketiganya belum dapat dibuktikan melalui studi terpisah, ” ujar Willibald Ruch
pada Deutsche Welle.

Penemuan ini tentunya menarik juga untuk terapi mengatasi
rasa sakit. Sampai saat ini belum ada tes yang melibatkan pasien yang dihimbau
untuk tertawa terbahak-bahak dalam kondisi sakit parah.

Tapi bila hipotesa Willibald Ruch terbukti benar, mungkin
saja humor adalah salah satu jalan untuk mengurangi dosis obat penahan sakit.

“Itu studi yang sudah lama sekali ingin kami lakukan, tapi
saya masih menunggu kerja sama dengan rumah sakit. Mungkin saja tertawa dapat
membantu dalam mengatasi rasa sakit dan dosis obat penahan sakit pasien bisa
dikurangi, ”ujarnya. Karena itu, tersenyumlah agar anda tetap sehat. (dwwd)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman Utara Akan Larang Jilbab Bagi Para Guru
Tulisan selanjutnya Sikap Adil untuk Nurcholish Madjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Berita
21 Juli 2026 22:34
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?