Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puisi “Pilu” Tahanan Guantanamo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2007 03:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puisi digoreskan di mangkuk styrofoam dan ditulis dengan pasta gigi oleh narapidana di penjara teluk Guantanamo akan diterbitkan dalam buku, kata penerbitnya hari Rabu (20/6) kemarin.

"Puisi dari Guantanamo: Tahanan Bicara", yang diterbitkan University of Iowa Press, memuat 22 karya dari 17 tawanan di penjara teluk Guantanamo, Kuba.

Karya tersebut dikumpulkan seorang pengacara sukarela bagi tahanan dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris di bawah pengawasan ketat Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Sebagian besar tawanan penulis puisi itu masih berada di teluk Guantanamo.

Penyunting buku tersebut adalah Marc Falkoff, mahaguru hukum dari Illinois sekaligus pengacara bagi 17 tawanan Guantanamo. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka sebelumnya tidak pernah menulis puisi.

Falkoff mendapatkan puisi itu dari klien, lalu timbul pemikirannya untuk menerbitkan karya tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Markas besar angkatan bersenjata AS, Pentagon tidak menganggap puisi itu bukan rahasia. "Mereka mencoba memahami keadaan, banyak di antara mereka secara naluriah merenungkan keadaan mereka, tentang keadilan," kata Falkoff. "Mereka memperlihatkan kekecewaan terhadap AS, sebagian lagi memperlihatkan kemarahan, lalu banyak tentang nostalgia dan kerinduan pulang, " katanya.

Karya berjudul 'Puisi Kematian', ditulis Bahraini Jumah Dossari (33 tahun), mencerminkan keadaannya di penjara tentara Guantanamo sejak awal 2002.

Ambil darahku

Ambil kafan kematianku dan

sisa tubuhku.

 

Potretlah jasadku di kuburan,

kesepian.

Kirimkan kepada dunia,

Kepada para hakim dan

Kepada orang-orang yang punya nurani,

Kirimkan kepada laki-laki teguh dan adil


"Menerbitkan puisi adalah cara lain agar masyarakat dapat mendengar suara tahanan," Falkoff mengatakan.

Keuntungan buku tersebut akan diserahkan ke lembaga Pusat Hak Hukum, yang mengurusi masalah tawanan. Sebelum ini, penelitan lembaga HAM menyebutkan, sebagian besar tahanan penjara Guantanam milik AS itu adalah salah tangkap.  [ant/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Membela Agama” Melalui Tulisan
Tulisan selanjutnya ”Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?