Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Simpang Siur Berita Peraturan Siswi Berjilbab di Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Agustus 2009 16:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Awal pekan ini beredar kabar yang mengatakan bahwa Hamas sebagai pemegang kuasa pemerintahan di Gaza, akan melakukan perubahan aturan mengenai seragam bagi para pelajar putri. Mereka diwajibkan mengenakan kerudung dan baju panjang. Bagi mereka yang tidak mengenakan pakaian tersebut, akan disuruh pulang kembali ke rumah.

Surat kabar Israel, Haaretz, menulis berita tentang hal tersebut pada Senin (24/8). Harian itu menulis bahwa para pelajar putri di Jalur Gaza akan diwajibkan mengenakan kerudung dan baju (jubah) terusan panjang, pada awal tahun ajaran ini. Pemerintah Hamas di Jalur Gaza mengumumkannya pada hari Senin.

Tidak dijelaskan Senin kapan yang dimaksud. Tapi, kenyataannya berita Haaretz itu dikutip sepenuhnya oleh media pro-Israel, seperti Huffington Post, dan media online lainnya.

Padahal pada hari itu juga (24/8), Ma’an News Agency menurunkan laporan mengenai isu yang sama. Dalam laporannya dikatakan, menanggapi banyaknya berita yang beredar pada hari Minggu bahwa pemerintahan de fakto memberlakukan aturan keras terkait pakaian di sekolah-sekolah Gaza, Hamas pada hari Senin menampik telah membuat perubahan kebijakan menyangkut seragam atau pengusiran, seperti baru-baru ini.

Seorang juru bicara dari Kementerian Pendidikan Hamas di Gaza, Khaled Radi, mengulangi pernyataan bahwa institusinya tidak menerima perintah dari pemerintah de fakto untuk memaksakan aturan berpakaian di sekolah-sekolah putri.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Radi mengatakan, kabar yang beredar pada hari Minggu itu sepertinya berawal dari kejadian di mana seorang kepala sekolah wanita menghukum sejumlah siswanya karena tidak berpakaian cukup konservatif [maksudnya menutup kepala dengan kerudung dan mengenakan jubah panjang]. Radi juga mengatakan bahwa beberapa kepala sekolah wanita telah dihubungi untuk mengkonfirmasikan bahwasanya keputusan mereka itu tidak datang dari kementerian.

Dengan demikian jelas ada perbedaan dengan berita yang diturunkan oleh Haaretz dan kawan-kawannya.

Dalam laporannya yang diperbaharui pada hari Rabu (26/8) itu, Ma’an mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Seorang gadis dari sekolah Bashir Ar-Rayyis mengtakan bahwa pada hari pertama semester ini ia dihukum bersama seorang temannya karena mengenakan jeans. Mereka diperintahkan kembali ke kelas keesokan harinya dengan mengenakan jilbab, atau mereka akan diusir.

Ia mengatakan bahwa pihak sekolah memberikan perintah serupa kepada para siswi yang tertangkap mengenakan jeans.

Di tempat lain ada peringatan yang dipasang di dinding sekolah kota Gaza bagian barat, bunyinya, “Pengumuman  untuk semua siswi terkait peraturan berpakaian untuk tahun ajaran baru. Seragam haruslah seperti berikut: Jilbab (baju panjang) berwarna biru laut dengan kerudung putih dan sepatu hitam atau putih.”

“Kami meminta semua siswi untuk mematuhinya,” demikian bunyi pengumuman itu.

Beberapa pemilik toko pakaian di kota Gaza mengatakan kepada Ma’an bahwa mereka berhenti menjual jeans kepada para pelajar putri, setelah mereka mendengar rumor tentang peraturan berpakaian yang baru dari pemerintah.

Di sekolah Ahmad Shawqi, di daerah Rimal, Gaza, beberapa orang pelajar mengatakan bahwa mereka disuruh puang ke rumah untuk mengganti pakaian jeans mereka dengan seragam baru. Para gadis itu diancam akan diusir jika mereka tidak mau mengikuti aturan, kata mereka.

“Saya dulu belajar di sekolah swasta, dan ketika saya mendaftar di sekolah negeri, kepala sekolah memanggil saya untuk memeriksa apakah pakaian saya sesuai dengan peraturan mereka,” kata seorang siswi menjelaskan. Ia mengatakan, jika ia tidak mengenakan jilbab, maka akan dikeluarkan.

Sementara itu di sekolah Al-Jalil, sekelompok siswa yang mengenakan jeans dan menampakkan rambut mereka, mengatakan, menentang keputusan itu sejak awal. Seraya menambahkan bahwa pihak yang berkuasa tidak berhak mengatur apa yang mereka pakai, jadi tidak perlu ada yang dihukum.

Hasil penelusuran Ma’an diketahui bahwa siswi non-Muslim yang bersekolah di sekolah pemerintah juga wajib mengenakan kerudung dan baju panjang.

Sementara itu, para siswi Muslim di sekolah-sekolah Kristen dilarang mengenakan kerudung. Setiap harinya, mereka yang memilih untuk tetap berkerudung, harus melepaskannya sebelum masuk kelas. Setelah jam sekolah usai, mereka mengenakannya kembali.

Protes terakhir seputar masalah pakaian pernah ada menyangkut keputusan dari otoritas kehakiman di Gaza pada bulan Juli lalu, yang mengharuskan para pengacara wanita berpakaian dengan patut. Mereka diminta mengenakan kerudung dan jubah selama di ruang sidang.

Mereka yang bersuara lantang memprotes adalah para aktivitis Palestina di organisasi-organisasi HAM.

Ketika itu Palestinian Centre for Human Rights bereaksi dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut “ilegal dan tidak  adil.” Tapi organisasi itu tidak memberikan tanggapan segera, menyangkut seragam bagi para siswi itu. [di/berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan di Saudi, Makanan Gratis di Mana-Mana
Tulisan selanjutnya Macedonia Hentikan Pelajaran Agama di Sekolah Dasar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?