Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Yahudisasi Yerusalem Hampir Rampung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 April 2010 12:53
Bagikan
Bagikan

 

Hidayatullah.com–Direktur Jerusalem Center for Social and Economic Rights, Ziad Hamouri, hari Jumat (9/4), mengatakan bahwa sebanyak165.000 warga Yerusalem tinggal di sebelah timur tembok yang memisahkan Yerusalem dengan Tepi Barat.

Hamouri menjelaskan kepada Arab News, warga Yerusalem kemungkinan akan “kehilangan hak mereka untuk tinggal di dalam kota itu.” Menurutnya, 70.000 warga yang tinggal di lingkungan Al-Barid, Kafr Aqab dan Samiramis terancam digusur.

Sedikitnya 30.000 warga Yerusalem telah kehilangan tempat tinggal, sejak Israel menjalankan pengusiran dan pembersihan etnis pada awal tahun 1990an.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Hamouri mengatakan, pihak Kementerian Dalam Negeri Israel menolak untuk memberikan data lengkap siapa saja warga yang telah kehilangan tempat tinggalnya tiga tahun terakhir ini.

Penghancuran intensif rumah-rumah orang Palestina di Yerusalem dilakukan untuk mengurangi jumlah orang Palestina hingga kurang dari 80.000.

Hamouri memperingatkan,bahwa rencana jahat Zionis di kota suci itu hampir rampung.

Israel sekarang sedang melakukan rencana akhir dari proyek Yuhudisasi  Yerusalem, dengan menjarah  properti milik oerang-orang Palestina. Rencana selanjutnya adalah mengubah  landmark kota Yerusalem.

Israel mendapatkan jalan mulus untuk melakukan Yahudisasi Yerusalem, setelah ditandatanganinya Perjanjian Oslo, yang melarang Otoritas Palestina melakukan aktivitas apapun di Yerusalem. Langkah Israel itu semakin lancar dan meningkat sejak Konferensi Annapolis November 2007.

Hamouri menjelaskan cara licik Israel guna menguasai Yerusalem.

Pada bulan Januari 2010, Yakir Segev, pejabat sayap kanan Israel yang memegang kuasa di pemerintahan kota Yerusalem, mengumumkan bahwasanya wilayah pemukiman Palestina yang terletak di sebelah timur tembok pembatas, “bukan lagi bagian dari wilayah kota.”

Penduduk di wilayah itu kini hidup di bawah tekanan anarki. Otoritas Israel, pemerintah kota, polisi dan lainnya hampir tidak pernah masuk ke daerah itu,. Pada saat yang sama Otoritas Palestina tidak bisa masuk karena terikat Perjanjian Oslo, yang melarang mereka beroperasi di dalam wilayah Yerusalem.

“Negara Israel lepas tangan,” kata Segev, seraya menambahkan, “Daerah itu diluar yuridiksi negara ini , dan tentu di luar pemerintah kota. Untuk kebutuhan praktis, ada kota Ramallah di Tepi Barat. Di luar setengah khayalan sayap kanan saya tidak tahu, apakah ada orang yang mau agar Israel menegakkan kedaulatannya atas wilayah itu,” katanya licik.

“Untuk mengatasi masalah-masalah di Yerusalem Timur, kita harus memutuskan masa depan politik kota itu,” tambah Segev.

“Sulit meyakinkan para pembuat keputusan dan pihak keuangan agar memberikan bantuan kepada Yerusalem Timur, jika masa depan politiknya tidak jelas.”

Israel merebut Yerusalem Timur pada perang Juni 1967, dan sejak itu membangun pemukiman-pemukiman yang ditempati oleh lebih dari 200.000 orang Israel.

Kontrol atas kota tersebut menjadi isu sensitif dalam konflik Palestina-Israel. Masing-masing ingin menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukota negaranya. [di/an/hidayatullah.com]

Dukung kafilah kemanusiaan Palestina melalui hidayatullah.com atau
kafilah Viva Palestina Indonesia
    

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Tawarkan Bertemu Korban Pelanggaran Seks
Tulisan selanjutnya Kembar Gaza Tak Terpisahkan Hingga Ajal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?