Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembunuhan Gubernur Pakistan Satukan Kelompok Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2011 15:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembunuhan Gubenur Pakistan dari kelompok liberal, yang dikutuk beberapa Negara, membantu menyatukan sejumlah kelompok Islam, ujar para peneliti.

Pembunuhan Gubenur Punjab Salman Taseer minggu lalu oleh penjaga keamanannya, Mumtaz Qadri menunjukkan meningkatnya popularitas dari Islam radikal, demikian kutip The Washington Post (TWP).

Qadri, yang diputuskan bersalah dalam pembunuhan Taseer oleh pengadilan Pakistan pada hari Senin kemarin, dianggap sebagai pembela Islam oleh sejumlah kelompok keagamaan dalam unjuk rasa yang terjadi di jalan-jalan.

Qadri mengatakan, ia membunuh Taseer karena pertentangannya dengan hukum penistaan agama di Pakistan, yang membuat hal ini menjadi kriminal besar dalam tindakannya menghina al-Quran atau Nabi Muhammad.

TWP melaporkan, buntut dari pembunuhan Taseer adalah semakin meningkatkan pertanyaan mengenai demokrasi Pakistan saat ini di mana Amerika mengandalkan pemerintahan sebagai sekutu dalam perang melawan para pejuang Taliban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

\”Mumtaz Qadri mengorbankan dirinya untuk melindungi kesucian Nabi kami dan setiap orang di sini siap melakukan hal yang sama,” ujar seorang murid sekolah dikutip TWP.

Meningkatnya dukungan untuk Qadri membuat ketakutan kelompok profesional dan masyarakat atas serta sekelompok kecil kaum elit Barat, bahkan pemerintahan di bawah Presiden Asif Ali Zardari telah menyerah dalam memberikan ide-ide untuk mereformasi hukum, demikian dilaporkan.

Sherry Rehman, anggota legislatif dari kelompok liberal yang mengenalkan peraturan untuk mengamandemen hukum, telah diumumkan sebagai non-Muslim oleh kelompok Islam.

“Saya mencoba untuk menemukan titik tengahnya tetapi sekarang tak ada satupun yang berani menyentuh masalah ini,” ujarnya pada Wasington Post.

“Saya pikir kemunduran ini akan membuat Negara kita kembali seperti beberapa tahun yang lalu.”

“Sikap diam dari kelompok yang disebut liberal adalah kriminal,” Ujar Haider Abbasy dari Partai Pergerakan Muttahida Qaumi.

Sebagaimana diketahui,  gubernur Punjab Salman Taseer  ditembak mati oleh salah satu pengawalnya sendiri saat ia melangkah keluar dari mobilnya di pasar Kohsar wilayah Islamabad. Setelah menyerah kepada pihak berwenang, sang pelaku dilaporkan menyatakan oposisi kepada reformasi hukum penghujatan milik Pakistan – sebuah isu yang sangat didukung oleh Tasser. [UPI/cam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusuh, Pemerintah Tunisia Tutup Sekolah dan Universitas
Tulisan selanjutnya India Juga Ikut Ancam BlackBerry

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?