Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas Larang Siswa Gaza Pelajari Holocaust

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 2 Maret 2011 12:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pejabat pemerintah Palestina di Gaza hari Selasa (1/3) meminta para siswa untuk meninggalkan ruang kelas, jika dalam pelajaran tentang HAM memasukkan informasi tentang holocaust.

Pemerintahan Hamas mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha agar anak-anak yang belajar di sekolah milik badan PBB UNRWA di jalur Gaza tidak diajarkan tentang holocaust.

Hamas juga menuding UNWRA melebihi perannya sebagai organisasi bantuan kemanusiaan.

Jurubicara UNRWA Chris Gunness berdalih bahwa pendidikan tentang hak asasi manusia telah menjadi bagian dari kurikulum yang ditetapkan lembaganya sejak tahun 2002.

Di Jalur Gaza, UNRWA menjalankan 228 sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 200.000 anak.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Karena situasi di Gaza, kami memperkaya pelajaran tentang HAM,” kata Gunness, seraya menambahkan mata pelajaran itu sejalan dengan Deklarasi HAM PBB.

Menteri Pendidikan Muhammad Ashqul mengatakan kementeriannya “tidak akan membiarkan pelajaran holocaust bagi anak-anak di kamp pengungsian Gaa.”

“Merusak sistem pendidikan Gaza adalah pelanggarakan yang tidak bisa diabaikan,” tegasnya.

Pelajaran tentang holocaust dinilai sebagai upaya intervensi urusan negara Palestina yang sedang berjuang melawan penjajahan bangsa Yahudi yang ingin mendirikan negara Yahudi Israel di tanah mereka. Mengajarkan holocaust sebagai bagian dari pendidikan HAM sama dengan meracuni pikiran anak-anak.

Umat Yahudi mengaku menjadi korban pembantaian Nazi Jerman yang dipimpin Hitler. Mereka mengklaim setidaknya 6 juta Yahudi dibantai di kamp-kamp Nazi, yang kemudian mereka kenang dengan holocaust. Padahal jumlah Yahudi di Jerman kala itu diyakini tidak sebanyak itu. Kalaupun ada jutaan Yahudi, maka kamp-kamp penyiksaan milik rezim Hitler tidak akan muat menampung 6 juta orang untuk kemudian lebih dari 1.300 Yahudi dibunuh setiap harinya selama Hitler berkuasa sejak Januari 1933 hingga April 1945.

Yahudi menjual dongeng tragedi holocaustnya untuk mengelabui masyarakat dunia, sehingga bisa mendapatkan tanah bangsa Palestina yang sejak dulu mereka incar untuk dijadikan negara Yahudi Israel.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erbakan Jadi PM Setahun, Sepanjang Masa Dikenang
Tulisan selanjutnya Es Krim ASI Akhirnya Dilarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?