Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Berlomba-lomba ke Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2009 13:09 1:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2009 13:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejak gempa melanda Sumatera Barat (Sumbar), pemerintah mempermudah bantuan asing. Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Suprijadi mempermudah proses izin masuknya bantuan dari luar negeri bagi korban gempa bumi di Sumatera Barat.

“Saya sudah kirim surat edaran agar (prosesnya) tidak rumit-rumit,” katanya, tanggal 2 Oktober 2009 di sebuah media.

Izin mempermudah itu, menurut Suprijadi, sudah diedarkan dan dikirimkan ke sejumlah bandara dan pelabuhan, seperti Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusumah, Bandara Minangkabau, Bandara Polonia Medan, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Anwar, pemberi bantuan dari negara mana pun cukup mengantongi surat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Seiring izin dari pemerintah, secepat kilat lembaga-lembaga internasional menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Indonesia. Ada yang langsung, namun ada yang menggunakan rekanan kerja yang ada di Indonesia.

Baca Juga

(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Christian Aid asal Inggris dan Church World Service asal Amerika Serikat, keduanya adalah anggota dari Action by Churches Together International (ACT International). Di Indonesia mereka memiliki rekan yang juga anggota ACT yaitu, Yakkum Emergency Unit dan Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI).

Pada penanggulangan bencana Padang, YTBI bekerjasama dengan Dewan Gereja Sumatera Barat, Gereja Protestan Sumatera Barat (GPIB), Gereja Kristen Protestan Batak (HKBP), Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM), Gereja Kristen Protestan Nias (BNKP), Gereja Kristen Protestan Batak Karo (BGKP), dan Gereja Methodis.

Caritas Internasionalist yang berpusat di Roma, mendirikan cabangnya di Indonesia pada tahun 2006. Yayasan Karina yang menjalankannya, bekerja sama dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Proyek tanggap bencana mereka yang pertama adalah tsunami Aceh.

World Vision sudah pasti sangat mengenal Indonesia, sebab organisasi bantuan Kristen yang beroperasi di 100 negara dunia ini ada di Indonesia sejak tahun 1960. Itu mengapa ketika bencana tsunami terjadi di Aceh, dua hari kemudian mereka sudah bergerak memberikan bantuan. Demikian pula ketika gempa Padang terjadi.

Kampanye dan Misi

Berabad-abad lalu bangsa Eropa rela menyeberangi samudra demi menjajah Indonesia karena tiga alasan; gold, glory dan gospel. Mereka mencari harta, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen.

Kiranya apakah yang dicari oleh badan-badan amal Kristen itu di lokasi-lokasi bencana sekarang ini?

Valerie Tarico menulis di ExChistian (2/10). “Banyak yang tidak tahu bahwa World Vision membawa misi Kristen,” begitu komentarnya, setelah membaca sebuah laporan dari AP mengenai bencana gempa Padang yang memuat nama World Vision dalam daftar teratas lembaga tempat menyalurkan bantuan.

“Apa yang tidak disebutkan (dalam berita) dan banyak tidak disadari pendonor, adalah bahwa World Vision merupakan sebuah organisasi Evangelis Kristen.”

“Sebagai seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi Evangelis, saya mensponsori seorang anak di India. Saya bahkan mendapat surat dan mengirim beberapa surat kepadanya. Dan saya merasa senang, karena saya ia bisa belajar di sekolah Kristen di sana,” tulisnya lebih lanjut.

Philanthropy Today pernah merangkum berita dari The Seattle Times (25/07) mengenai Richard Stearns, pemimpin World Vision. Dikatakan bahwa ia mendorong agar gereja-gereja berperan dalam memerangi kemiskinan. Strearns membuat sebuah program kampanye nasional agar gereja aktif terlibat dalam gerakan melawan kemiskinan dunia.

Stearns mengajak gereja karena dari sanalah ia berhasil melipatgandakan jumlah donatur dan melipattigakan pendapatan World Vision menjadi USD 1,1 milyar tahun lalu.

Namun, V. K. Shashikumar, seorang jurnalis investigatif Tehelka, telah lebih dulu membuka kedok World Vision di India.

Dalam tulisannya yang dimuat di Hindu Voice, bulan Desember 2008, sebagaimana dikutip situs Hamsa, ia mengatakan, “Namun, apa yang tidak disadari oleh pemerintah dan dunia usaha adalah World Vision India membawa misi Evangelis dalam pembangunan. Pemurtadan adalah bagian integral dari pelaksanaan pembangunan di bawah program pembangunan daerah, yang sering mendapat pujian. Meskipun tidak ada bahan tulisan yang diterbitkan World Vision India yang menyebutkan misi Evangelisnya, namun pada publikasi World Vision di luar negeri, lembaga itu membanggakan komponen “spiritualitasnya.”

Shashikumar memberikan contoh, dari sebuah laporan World Vision New Zealand (4/9/02) mengenai pendanaan program pembangunan daerah di Dahod, Gujarat. Di kepala laporannya tertulis, “Menyelenggarakan sekolah Bibel pada waktu liburan untuk 150 anak-anak dari berbagai desa. Anak-anak berpartisipasi dalam permainan, kuis Bibel, drama, dan kegiatan lain. Menyelenggarakan retreat satu hari untuk 40 orang pemuda dan pesta Natal untuk anak-anak. Setiap desa di Dahod—yang berjumlah 45—memilih 5 orang anak miskin untuk diajak ke pesta. Di Dumaria, distrik Banka, sebelah timur Bihar, program pembangunan daerah memberikan pelatihan kepemimpinan bagi para pastur dan pemimpin gereja.”

Dalam tulisan yang sama ditampilkan komentar dari Dr. Hilda Raja, seorang profesor ilmu sosial yang sudah pensiun dari Stella Maris College di Madras. Ia seorang Katolik, dan sangat vokal dalam menentang pemurtadan oleh misonaris Kristen di India.

“Saya tahu World Vision secara pribadi karena banyak mahasiswa saya yang direkrut untuk bekerja di sana. Tapi saat wawancara, pertanyaan yang mereka ajukan selalu tentang ‘Evangelisasi.’ Bahkan seorang teman saya yang melamar sebagai akuntan –yang informasinya didapat dari iklan–, tidak ditanya mengenai profesi dan keterampilan yang dimilikinya. Malah ditanya tentang Evangelisasi. Ia menceritakannya kepada saya dan ingin tahu apakah World Vision murni sebuah organisasi pembangunan atau salah satu dari Evangelis. Kasihan dia, karena tidak tahu bahwa pembangunan yang dilakukan hanyalah sebuah kedok untuk menutupi misi Evangelis.”

“Mereka pernah menawari seorang murid Katolik saya sebuah pekerjaan dan mengharuskannya meninggalkan gereja Katolik dan pindah ke gereja Protestan. Ia akhirnya pindah agama, karena sangat membutuhkan pekerjaan.”

“Dua orang Brahmana pindah memilih gereja Protestan, dan mereka kemudian diberi jabatan tinggi.”

“World Vision memiliki pandangan picik dan rabun atas dunia, di mana agenda utama mereka hanyalah Evangelisasi. Pemerintah India harus diperingatkan. Saya selalu menyarankan agar bantuan-bantuan asing dilarang. China, Prancis, dan banyak negara lainnya tidak akan mentoleransi, India malah mendukungnya. Perang melawan terorisme akan sia-sia, kecuali dana asing untuk ‘pembangunan’ dipantau dan dilarang,” kata Hilda Raja mengomentari program bantuan World Vision di negaranya yang dijadikan kedok kristensasi.

Apa yang terjadi di India sepertinya tidak berbeda dengan di Indonesia. Pekan lalu Polresta Pariaman menyita 24 buah Bibel, selebaran, dan komik anak-anak berjudul “Si Bodoh” dan “Bagaimana Caranya Menjadi Kaya” yang diduga disebarkan ke sekolah-sekolah.

Pelaku pemurtadan datang dengan membawa uang dan membagikannya, masing-masing Rp 10. 000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Untungnya, aksi ini tercium setelah video berdurasi 48 menit hasil rekaman ponsel ajakan pemurtadan beredar di Kabupaten Padang Pariaman. [dija dari berbagai sumber/hidayatullah.com]“/>

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada “Udang” di Balik Gempa
Tulisan selanjutnya Sumbangan Yahudi Mampir Pulau ke Sumbar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

24 Mei 2013 09:38

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

16 Mei 2013 10:55

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?