Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir Tetap Tahan Mata-mata Israel

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 26 Juni 2011 21:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sumber Mesir melaporkan bahwa upaya penasehat Perdana Menteri Israel, Isaac Molho, untuk mengubah sikap Kairo yang menuduh mata-mata Israel Chaim Ilan Grapel, telah sia-sia, laporan mengatakan.

Dalam kunjungannya ke Kairo, penasehat Benjamin Netanyahu, Molho, mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir senior tentang Grapel dan meminta pembebasannya atau ditukar dengan pembebasan tahanan Mesir, kantor berita Mehr, mengutip harian Al-Ahram pada hari Minggu (26/6).

Para pejabat keamanan Mesir mengumumkan pada hari Sabtu bahwa tahanan Israel itu setidaknya akan menghabiskan dua minggu dalam penahanan, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Grapel ditangkap pada 12 Juni di sebuah hotel terkenal di Kairo dengan sebuah laptop dan tiga telepon seluler yang berisi informasi rahasia.

Tersangka 27 tahun itu dituduh mengumpulkan informasi tentang perkembangan di Mesir selama revolusi rakyat di negara itu yang menggulingkan rezim pro-Israel Hosni Mubarak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mata-mata Israel itu juga dituduh menghasut ketegangan sektarian di kalangan pemuda di ibukota Mesir, mendesak mereka untuk terlibat dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Setelah penangkapannya, sumber di pengadilan mengidentifikasi dia sedang dalam operasi intelijen Israel, dan ia seorang veteran tentara yang terluka dalam perang 33 hari Israel di Lebanon pada musim panas 2006.

Dua hari setelah penangkapannya, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman, membantah keras bahwa dia mata-mata.

Sementara itu, Amerika Serikat telah melobi Mesir untuk membebaskan Garpel, dan melakukan tekanan untuk melepaskan mata-mata Israel kelahiran Amerika itu.

Gary Ackerman dari Komite Luar Negeri DPR AS mengklaim Grapel adalah seorang mahasiswa hukum AS dan pernah magang di lembaganya di tahun 2002. “Dia bukan mata-mata. Dia mahasiswa di perguruan tinggi, sedang menjalani tugas perguruan tingginya,” kata pejabat itu.

Kairo, bagaimanapun, telah menentang setiap upaya atau kekuatan untuk membebaskan Garpel, dengan alasan bahwa kegiatannya selama revolusi populer di negeri ini telah merugikan keamanan nasional Mesir.

Hubungan antara Israel dan Mesir telah tegang sejak revolusi popular yang menggulingkan mantan diktator Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaan pada Februari.

Di bawah rezim Mubarak yang didukung AS, Mesir konsisten melayani kepentingan Tel Aviv di wilayah tersebut.*

Keterangan foto: Mata-mata Israel Chaim Ilan Grapel di tengah demonstran di Lapangan Kebebasan-Mesir.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Ada Bukti Mubarak Menderita Kanker
Tulisan selanjutnya 13 Negara untuk 15 Juara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?