Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Diduga Mengetahui Praktik Penganiayaan di Abu Ghraib

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 5 Juli 2011 19:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Milter Australia membantu menyembunyikan atau menjauhkan tahanan dari pantauan Palang Merah di penjara Abu Ghraib, Iraq, dan para pejabat militer memberikan pada masyarakat informasi menyesatkan tentang legalitas interogasi tersebut, kata para pengacara hari Selasa (5/07/2011).

Kelompok ahli hukum, the Public Interest Advocacy Centre (PIAC) mengatakan, telah mendapatkan dokumen-dokumen yang bisa diungkapkan di bawah undang-undang Kebebasan Informasi, yang menunjukkan adanya ‘respon mengganggu dari para pejabat Australia terhadap para tahanan yang dianiaya’.

“Dokumen-dokumen itu menimbulkan pertanyaan besar tentang praktik penahanan oleh ADF (Pasukan Tempur Australia/Australian Defence Force) dan pengetahuan ADF tentang teknik interogasi ilegal di Abu Ghraib,” kata Kepala PIAC Edward Santow.

Perwakilan militer Australia di Abu Ghraib pada tahun 2003 untuk 2004, George O’Kane, mengatakan, dokumen menunjukkan adanya keterlibatan bersama dengan pasukan AS untuk menyembunyikan  atau mencegah Komite Internasional Palang Merah mendapatkan akses kepada para tahanan.

Mayor O’Kane, seorang pengacara militer, juga menyatakan keraguan tentang legalitas teknik interogasi yang diusulkan, termasuk mematikan dan mencabut peralatan pengawasan, yang menyebabkan pasukan mudah melakukan kekerasan dan tidak memadainya perlindungan terhadap tahanan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun terdapat evaluasi semacam itu, namun para pejabat pertahanan Australia menyatakan teknik-teknik itu ‘konsisten dengan Konvensi Jenewa dan kemudian Menteri Pertahanan Robert Hill tidak merespon evaluasi itu meskipun ia tahu ada perlakuan yang salah, kata PIAC.

“Secara signifikan, pemerintah Australia mengandalkan kesimpulan O’Kane Mayor bahwa tidak ada tahanan yang diinterogasi bertentangan dengan Konvensi Jenewa untuk mengklaim bahwa Australia tidak memiliki pengetahuan awal pelanggaran Abu Ghraib,” kata PIAC.*

Keterangan foto: Tentara Barat yang melakukan penyiksaan di penjara Abu Ghraib, Iraq

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahrain Gelar Dialog Nasional Atasi Konflik
Tulisan selanjutnya Qadhafi Siap Mundur dengan Syarat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?