Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Mantan Pejabat Saddam akan Dieksekusi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 15 Juli 2011 19:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lima mantan pejabat Iraq era Saddam Hussein, termasuk dua diantaranya saudara tiri Saddam akan dieksekusi dalam waktu satu bulan setelah diserahkan Amerika Serikat ke pemerintah Iraq.

Kelima orang yang dipindahkan ke tahanan Iraq pada hari Kamis pagi (14/7) itu, merupakan tahanan paling berharga di antara 206 orang lain yang ada dalam penjara Amerika Serikat.

“Kami menerima 206 tahanan Iraq terakhir yang dikurung pasukan Amerika, termasuk lima pejabat senior rezim sebelumnya,” kata jurubicara kementerian kehakiman Haidar Al Saadi.

“Kelima pejabat itu akan dieksekusi dalam waktu satu bulan,” imbuhnya. Termasuk di antaranya adalah Watban Ibrahim Hassan dan Sabawi Ibrahim Al Tikriti, dua saudara tiri Saddam Hussein.

Tiga orang lainnya adalah mantan menteri pertahanan Sultan hashem Ahmad, mantan jenderal Hussein Rashid Al Tikriti dan mantan jenderal Aziz Saleh Numan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lima pejabat itu dijatuhi hukuman mati dalam sidang pengadilan yang berbeda.

Menurut hukum yang berlaku di Iraq, semua hukuman mati harus secara resmi mendapatkan persetujuan dari presiden Iraq, dalam hal ini Jalal Talabani. Atau oleh kedua wakil presidennya.

Tahan yang berjumlah 206 itu sebelumnya dikurung dalam sebuah penjara di Baghdad yang dikenal sebagai Camp Cropper. Meskipun penjara itu telah diserahkan ke tangan Iraq pada 15 Juli 2010, namun pasukan Amerika Serikat tetap memegang kontrol atas para tahanan yang bernilai tinggi.

Saddam Hussein yang digulingkan setelah pasukan Amerika Serikat menginvasi Iraq tahun 2003, juga ditahan di Camp Cropper selama 3 tahun, sebelum akhirnya dihukum gantung pada Desember 2006.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Ramadhan Jamaah Berbondong ke Tanah Suci
Tulisan selanjutnya FBI Selidiki Kemungkinan Penyadapan oleh News Corp

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?