Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malas ke Gereja, Internet Jadi Alternatif?

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2011 06:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Keterbatasan waktu untuk datang ke gereja membuat kalangan muda Belanda memanfaatkan dunia maya, demikian menurut suster Elvira Maria dari Karmelit, “Hati Ilahi Yesus”, Belanda.

“Di Belanda, makin sedikit anak-anak muda yang datang ke gereja. Sementara mereka tetap memiliki pertanyaan akan keimanan. Sayangnya lagi, banyak paroki dan pendeta tidak terbuka bagi mereka. Ini bisa terjadi karena keterbatasan waktu atau karena mereka pikir para remaja toh’ tidak tertarik. Orang muda tidak punya siapa-siapa, tetapi melalui internet Anda dapat berkomunikasi dengan mereka,” demikian dikutip Radio Nederland.

Sepuluh tahun lalu, Suster Elvira Maria iseng-iseng mengakses internet. Tiba-tiba seorang anak muda menghampirinya dan bertanya; “Suster, bisakah kita mengobrol di MSN?” Waktu itu dia tidak tahu apa-apa mengenai komputer sama sekali, tapi lalu menyusul ketinggalannya dengan cepat.

“Banyak remaja yang menghubungi saya dan bertanya mengenai iman, pendidikan dan hubungan mereka. Mereka bisa mengajukan pertanyaan apa saja. Jika mereka bertanya, saya akan menjawab jujur. Pembicaraan kemudian berlanjut dengan sendirinya,” ujarnya. Elvira mengakui, pembicaraan semacam itu memakan waktu tapi dia melakukannya dengan penuh cinta, demikian sang suster.

Karena keasikan, kiniElvira Maria sudah membuat profil laman sendiri di situs jejaring sosial Facebook.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun tak semua biarawati lain aktif secara online, tapi mereka benar-benar mendukung. Termasuk biarawati tertua di biara, yang berusia 92 tahun.

“Jika ada anak muda yang sedang mengalami kesulitan, mereka mengatakan, tolong sampaikan salam dari kami di emailmu dan katakan kami berdoa untuknya. Jadi para biarawati itu memang tidak terlibat secara fisik dalam dunia maya, tetapi hatinya iya.”

Salah satu hasil dari aktivitas internetnya adalah sudah ada dua perempuan muda yang bergabung di biaranya. Tapi menurutnya, itu bukanlah tujuan utama.

“Jika saya hanya mencoba merekrut remaja perempuan dan laki-laki ke dalam seminari, tentulah motivasi saya harus dipertanyakan. Keinginan untuk membantu adalah motivasi utama saya. Tetapi jika ada seseorang yang sampai terpanggil, tentu saja itu luar biasa.”

Tetap Berisiko

Internet juga dapat mengalihkan perhatian para suster dari jalan yang benar. Salah seorang biarawati bahkan sampai ada yang terlibat dengan aliran sesat, Satanisme.
“Internet tidak boleh mendominasi kehidupan Anda sebagai seorang biarawati,” ucap Maria Elvira. “Ibadah adalah nomor satu. Jika di internet Anda terlibat dengan hal-hal yang bukan urusan kita, maka Anda tidak setia pada kehidupan Anda sendiri, kepada Yesus. Ini yang bisa menjerumuskan.”

Suster Digital

Suster Maria Elvira juga memberikan kursus. Dia baru-baru ini diundang oleh Vatikan di Roma untuk mengajari para biarawati lain bagaimana mereka bisa menggunakan internet.

Melalui petualangannya di dunia maya, dia juga dikenal sebagai Suster Digital dan Suster 2.0.

“Tentu saja saya menganggap hal itu lucu. Di Italia, seseorang pernah berkata: Suster, di sini Anda disebut ‘guru del web’, guru online. Hahaha. Di kesempatan lain, dalam sebuah konferensi saya pernah dijuluki sebagai Suster 2.0. Saya pikir: apa pula itu maksudnya? Saya adalah seorang biarawati. Memang tidak asing dengan hal-hal duniawi. Sama sekali tidak. Tapi saya juga bukan ahli komputer.”

Hanya saja, jika kedatangan beribadah terus digantikan dengan internet, maka, bisa jadi suatu hari gereja benar-benar sepi pengunjung. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditemukan Terowongan Baru Dekat Masjidil Aqsa
Tulisan selanjutnya Perang terhadap Teror “Palsu” Ciptakan Rasisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?